Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta, Kamis (30/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta, Kamis (30/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pahami Yuk... Apa itu Uang Giral, Uang Kartal, dan Uang Kuasi

Rabu, 20 April 2022 | 10:03 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, uang digunakan sebagai alat pembayaran dalam berbagai transaksi. Bentuk atau jenis uang sendiri ada bermacam-macam, untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan uang giral, uang kartal, dan uang kuasi, berikut dilansir dari Pintu Academy, Rabu (20/04/2022) fitur belajar kripto untuk pemula dan profesional dari aplikasi PINTU.

Menurut Bank Indonesia, pengertian uang kartal adalah uang yang dipegang dan digunakan masyarakat sehari-harinya. Uang kartal atau uang primer adalah uang yang berada di luar lembaga keuangan ditambah dengan cadangan lembaga keuangan.

Uang kartal yang termasuk dalam komponen cadangan adalah uang yang terdapat di perbankan dan uang yang disimpan oleh bank sentral. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari uang kartal, seperti yang dijelaskan oleh Sukirno Sadono dalam buku Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Tiga.

  1. Berbentuk uang kertas dan uang logam.
  2. Dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga yang dipercaya oleh pemerintah.
  3. Dapat digunakan langsung untuk melakukan transaksi barang dan jasa.

Baca juga: Jelang Lebaran, Penarikan Uang Kartal oleh Perbankan Sudah Rp 99 Triliun

Jenis uang kedua adalah uang giral. Menurut Bank Indonesia, uang giral adalah uang yang tidak dipegang oleh masyarakat secara langsung, namun dalam bentuk rekening yang diterbitkan oleh bank umum.  Uang giral dan uang kartal termasuk ke dalam uang dekat atau memiliki simbol M1.

Pemerintah tidak memberikan kuasa kepada bank umum untuk menerbitkan uang kertas, sehingga uang yang diciptakan oleh bank umum adalah uang giral. Beberapa contoh uang giral adalah cek dan bilyet giro yang berfungsi sebagai surat perintah untuk membayar sejumlah dana kepada penerima cek atau giro tersebut.

Sadono (2019) memaparkan tiga ciri-ciri uang giral, yaitu:

  1. Tidak berbentuk fisik seperti kertas dan logam.
  2. Dikeluarkan oleh bank swasta dalam bentuk rekening atau giro.
  3. Tidak dapat digunakan untuk bertransaksi secara langsung.

Baca juga: e-Money Ngetren, Kebutuhan Uang Kartal Tetap Tinggi

Berbeda dengan uang kartal dan uang giral, uang kuasi atau quasy money adalah jenis uang yang bersifat relatif kurang likuid dan penggunaannya sangat terikat oleh waktu. Sementara itu, Bank Indonesia mendefinisikan uang kuasi sebagai aset yang dapat diuangkan secara cepat.

Beberapa contoh uang kuasi adalah rekening tabungan dan deposito berjangka karena tidak dapat digunakan secara langsung untuk membeli barang dan jasa. Beberapa contoh dari uang kuasi adalah sebagai berikut:

  1. Tabungan di bank
  2. Deposito berjangka
  3. Rekening tabungan valuta asing milik swasta domestik

Tidak dapat dipungkiri, uang memang memiliki peranan penting dalam hidup manusia. Sayangnya, nilai uang terus menurun dari waktu ke waktu. Misalnya, Rp 100.000 saat ini mungkin tidak akan ada artinya di 5-10 tahun mendatang nanti. Oleh karena itu, banyak orang melakukan investasi untuk melindungi nilai uang mereka.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN