Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO & Founder Qoala, Harshet Lunani (kiri) dan Co-Founder & COO Qoala, Tommy Martin. (ist)

CEO & Founder Qoala, Harshet Lunani (kiri) dan Co-Founder & COO Qoala, Tommy Martin. (ist)

Qoala Raih Pendanaan Seri B US$ 65 Juta

Kamis, 12 Mei 2022 | 20:43 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara insurance technology (insurtech), Qoala, meraih pendanaan seri B sebesar US$ 65 juta. Qoala mengklaim sebagai perusahaan insurtech dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, tumbuh 30 kali lipat sejak pendanaan seri A pada April 2020.

Qoala mendistribusikan asuransi ritel untuk produk-produk mobil, sepeda, rumah, dan kesehatan melalui platform omnichannel yang telah hadir di Indonesia, Thailand, dan Malaysia sejak 2021. Hal ini memperkuat komitmen Qoala untuk menjadikan asuransi gampang diakses, mudah dipahami, dan membantu konsumen memproses klaim secara lebih mudah.

Founder & Chief Executive Officer (CEO) Qoala, Harshet Lunani mengatakan, pendanaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kepercayaan para investor kepada Qoala. Utamanya untuk terus berkembang dan menciptakan inovasi terbaik di bidang insurtech.

"Pendanaan ini akan kami investasikan lebih jauh untuk memperluas jangkauan Qoala di seluruh Asia Tenggara, termasuk dalam pengembangan teknologi dan pelayanan untuk membantu mengurangi hambatan dalam mengakses asuransi, yang saat ini masih signifikan," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (12/5).

Harshet menambahkan, penetrasi asuransi di Indonesia saat ini hanya 2%, jauh di bawah rata-rata global sebesar 6%. Sebagian besar konsumen baru mulai memahami nilai asuransi. Alhasil, ruang pertumbuhan masih sangat besar. Indonesia, Thailand, dan Malaysia termasuk di antara 10 besar pasar asuransi global dengan pertumbuhan tercepat pada dekade berikutnya.

Tumbuh 30 Kali Lipat

Berdasarkan catatan Qoala, perusahaan berhasil bertumbuh 30 kali lipat sejak pendanaan seri A pada April 2020 dan menjadi perusahaan insurtech dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Total tenaga pemasar dan mitra bisnis yang terdaftar di Qoala juga meningkat tajam, dengan lebih dari 50 ribu tenaga pemasar dan platform yang menjual asuransi, termasuk Sompo, AXA, dan Chubb.

Kini, insurtech itu juga telah didukung 50 lebih perusahaan asuransi terpercaya. Qoala menyediakan beberapa produk asuransi mikro yang inovatif melalui kemitraan dengan Traveloka, Redbus, DANA, JD.ID, Shopee, Kredivo, Investree, dan lainnya.

Co-founder & Chief Operating Officer (COO) Qoala, Tommy Martin menjelaskan, Qoala merupakan satu-satunya perusahaan insurtech yang memiliki lisensi di tiga negara di Asia Tenggara. Melalui sokongan dana yang dipercayakan, pihaknya optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan.

"Selain itu, bisnis kami di Thailand tumbuh tiga kali lipat sejak bergabung dengan FairDee pada Februari 2021. Hal ini memberi kami keyakinan akan kemampuan ekspansi Qoala di Asia Tenggara," ujar Tommy.

Tara Reeves dari Eurazeo, perusahaan investasi asal Eropa yang sebelumnya telah mendanai WeFox, salah satu insurtech terbesar di dunia, menekankan bahwa Qoala berbeda dari perusahaan insurtech lainnya karena tim dan layanan yang beragam serta unit ekonomi yang menjanjikan di tengah pandemi.

"Dengan kehadiran Qoala secara regional serta prediksi pertumbuhan yang cepat, kami optimis untuk memimpin putaran pendanaan ini dan mendukung Qoala," ungkap Reeves.

Tanam Modal di Qoala

Direktur Investasi BRI Ventures, Markus Rahardja menuturkan, Qoala secara aktif berkontribusi pada peningkatan literasi asuransi seiring dengan meningkatnya kebutuhan asuransi di Asia Tenggara.

"Kesiapan Qoala dalam melayani kebutuhan asuransi lewat inovasi teknologi yang mudah dan efisien dan pertumbuhan bisnis yang pesat dari tahun ke tahun, menjadi alasan kuat bagi kami untuk menanamkan modal di Qoala," tegas Markus.

Sementara itu, CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro mengungkapkan, melalui inovasi berkelanjutan yang dilakukan Qoala, sektor asuransi di Asia Tenggara diharapkan berkembang pesat. Qoala memiliki peluang besar untuk berkembang secara B2B dalam berbagai industri seperti logistik, kesehatan, dan pariwisata.

"Kami yakin pendanaan ini juga dapat memperkokoh posisi Qoala sebagai perusahaan insurtech terdepan di Asia Tenggara yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group," papar Eddi.

Kenneth Li dari KB-MDI Centauri Fund menambahkan, sejak pendanaan awal, Qoala sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan masyarakat akan asuransi saat ini. "Kami berharap melalui pendanaan ini, Qoala dapat terus berinovasi dan berkembang untuk menyediakan asuransi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Li.

Di sisi lain, Qoala berencana menambah lebih dari 250 karyawan tahun ini dan berinvestasi di bidang teknologi dan produk. Untuk memperkuat kepemilikan karyawan di perusahaan, Qoala juga berencana memberikan kompensasi dalam bentuk saham dan memberikan karyawan hak untuk memiliki saham perusahaan.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN