Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Bank Aladin Dyota Marsudi di Jakarta, Rabu (18/5). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Presiden Direktur Bank Aladin Dyota Marsudi di Jakarta, Rabu (18/5). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Bank Aladin Mulai Salurkan Pembiayaan

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:19 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin) telah mulai menyalurkan pembiayaan senilai puluhan miliar pada medio kuartal II-2022. Dalam waktu dekat, perusahaan akan meluncurkan layanan buka rekening bank melalui gerai Alfamart sebagai bagian untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK).

"Sebenarnya kita sudah mulai. Cuma seperti yang diketahui, kita secara strategi punya buku yang bersih. Untuk financing pertama itu sangat hati-hati. Jadi yang pertama itu kita sudah mengerjakan sebelum lebaran kemarin, kita memberikan limit beberapa puluh M (miliar) kepada salah satu supplier Alfamart," ungkap Presiden Direktur Bank Aladin Dyota Marsudi saat ditemui di Jakarta, Rabu (18/5).

Dia mengatakan, karyawan, toko, dan supplier dari Alfamart menjadi sasaran awal Bank Aladin dalam menyalurkan pembiayaan. Hal itu juga dalam rangka perusahaan dapat memberikan nilai lebih dalam kerja sama dengan Alfamart.

Dyota bilang, pembiayaan Bank Aladin disalurkan dengan sangat hati-hati melihat risiko lebih besar dibandingkan risiko menghimpun dana dari masyarakat. "Funding kita bisa genjot habis nih, tapi financing kita harus tetap prudent. Kita kerja bareng Alfamart dan lainnya, agar yang kita dapatkan ini adalah high quality loan," ucap dia.

Baca Juga: Pengendali Tak Eksekusi Rights Issue Bank Aladin (BANK), Siapa Mau Masuk?

Menurut dia, mengawali penyaluran pembiayaan pada ekosistem mitra adalah pilihan yang bijak dan aman. Karena paling tidak, bank dapat memantau informasi perkembangan dan kemampuan debitur. Ke depan, perusahaan hanya akan menargetkan penyaluran pembiayaan untuk segmen underbank, unbank, dan UMKM.

"Karena kita melihat bahwa orang dan perusahaan-perusahaan ini belum mendapatkan akses bank yang cukup. Kalau dipaksa untuk melayani segmen di sini (menengah-atas) akan sangat mahal, karena secara pelayanan perbankannya mereka sudah bagus, misalnya kita harus kasih interest rate tinggi dan segala macam," beber Dyota.

Terlepas mulai menjalankan fungsi intermediasi, Dyota enggan mengungkapkan target pembiayaan perusahaan ke depan. Sebaliknya, saat ini DPK Bank Aladin terus tumbuh menembus Rp 400 miliar dari segmen underbank, unbanked, UMKM, dan para mitra korporasi.

Tingkatkan Transaksi

Lebih lanjut, Dyota menyatakan, Bank Aladin berupaya terus menambah berbagai fitur dan layanan guna menjawab kebutuhan nasabah. Fitur dan layanan secara periodik akan diperkenalkan kepada masyarakat untuk bank dapat menggenjot DPK dan meningkatkan jumlah transaksi.

"Kita ingin transaksi keuangan masyarakat dilakukan melalui layanan Bank Aladin. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menggarap ekosistem Alfamart. Kerja sama dilakukan dan akan didukung melalui layanan transaksi seperti tarik setor tunai di Alfamart dan bill payment melalui aplikasi Bank Aladin," kata dia.

Dyota mengatakan, Bank Aladin mencoba untuk menangkap kebutuhan berbagai jenis transaksi nasabah yang relatif sederhana. Kebutuhan para pemilik warung untuk setor tunai misalnya, hal itu bisa dilakukan di berbagai gerai Alfamart sesuai dengan waktu operasionalnya, dibandingkan harus ke bank yang cenderung tutup lebih cepat.

"Fitur ini akan sangat membantu segmen yang kita targetkan, yang awalnya ingin menabung tapi tidak jadi, nanti bisa jadi untuk menabung. Ini tidak hanya bagi pemilik warung, ini bisa untuk mereka pekerja bangunan yang selesainya sore, agar mereka mulai menabung," kata dia.

Bank Aladin kini fokus menambah fitur dan layanan seperti bill payment, tarik-setor tunai, transfer, dan segala macam donasi. Dengan lebih banyak fitur dan layanan, bank berharap jumlah transaksi menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Credit Suisse Sematkan Rating Outperform Bank Aladin (BANK) dengan Target Rp 3.400

Selain itu, inisiatif lain dilakukan untuk memudahkan masyarakat menjadi nasabah Bank Aladin. Perusahaan akan memperkenalkan layanan buka rekening melalui gerai Alfamart pada Juni 2022 mendatang. "Izinnya sudah kita dapat sebelum lebaran kemarin. Masih ada integrasi dan peretelan lain yang harus dikerjakan," kata dia.

Pada akhirnya, kata Dyota, berbagai inisiatif akan berdampak menyeluruh bagi perusahaan. Jumlah transaksi dan nasabah akan bertambah dengan kualitas yang dijaga baik. DPK yang terus melonjak pun bakal diikuti agresivitas perusahaan dalam penyaluran pembiayaan.

"Jadi kalau kita offering-nya cukup, nah hopefully mereka bisa stickly dengan kita. Kita sebenarnya ingin menjadi banking partner utama underbank, unbanked, sama UMKM," ucap Dyota.

Di sisi lain, Dyota memastikan penyedia layanan insurtech asal Tiongkok, ZA Tech Global Limited (ZA Tech), telah berkomitmen menjalin kerja sama dengan Bank Aladin. Namun demikian, kerja sama bisnis belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena beberapa prioritas yang mesti didahulukan.

"Kita bicara dengan ZA Tech, kita mau kerja sama bareng tapi tidak bisa besok. Banyak fitur yang dibutuhkan untuk segmen nasabah kita yang harus dibangun sebelum mereka lulus ke insurance. Itu kita sudah sepemahaman dan nanti kita akan berkolaborasi dalam bidang insurtech," tutup Dyota.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN