Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Foto: IST

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Foto: IST

SMF Targetkan Lonjakan Penyaluran Pinjaman Jadi Rp 12,41 Triliun  

Minggu, 22 Mei 2022 | 21:34 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menargetkan pinjaman yang disalurkan pada 2022 mencapai Rp 12,41 triliun. Sedagkan penerbitan surat utang tahun ini diestimasi senilai Rp 3,30 triliun.

Selain itu, pada 2022, perseroan menargetkan sekuritisasi senilai Rp 500 miliar. Dengan rencana bisnis tersebut, pendapatan diproyeksi mencapai 1,88 triliun dan laba bersih mencapai Rp 485,74 triliun. Penjelasan sejumlah target tersebut dilampirkan perseroan Laporan Tahunan 2021 di keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu.

Baca juga: SMF Salurkan Pembiayaan Homestay Rp 8,82 Miliar

Adapun, pada 2021, penyaluran pinjaman SMF tercatat mencapai Rp 8,82 triliun, sekuritisasi tidak ada, dan penerbitan surat utang sebesar Rp 6,10 triliun. Sedangkan pendapatan mencapai Rp 2,12 triliun dan laba bersih Rp 460 miliar. SMF memiliki total aset mencapai Rp 33,72 triliun, liabilitas Rp 19,50 triliun, dan ekuitas Rp 14,02 triliun.

Dalam laporan yang sama, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyampaikan, Bank Indonesia (BI) dan pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang positif di tahun ini, sehingga diharapkan ikut berdampak pada industri perumahan di Indonesia. Namun, pertumbuhan industri perumahan di tahun 2022 pun diperkirakan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2021.

"Pertumbuhan KPR di tahun 2022 bergerak sideways di angka 7%, dan berdasarkan data historis diketahui bahwa KPR FLPP memiliki proporsi sekitar 60%-65% dari total KPR yang ada, sehingga pertumbuhan KPR di tahun 2020-2022 masih didorong oleh pertumbuhan KPR FLPP," kata Ananta.

Dari sisi kebijakan moneter, kebijakan The Fed yang hawkish direspon oleh BI dengan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7-days reverse repo rate (BI7DRR) pada tingkat 3,5%. Tapi menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) hingga 300 bps untuk bank konvensional dan 150 bps untuk bank syariah.

Menurut dia, kenaikan GWM ini serupa dampaknya dengan kenaikan suku bunga acuan. Lebih lanjut, kenaikan GWM juga akan mempengaruhi posisi likuiditas perbankan yang akan menciptakan kondisi yang relatif kondusif bagi perseroan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Ada lima hal yang dilihat SMF menjadi prospek usaha. Pertama, menjaga bisnis sebagai perusahaan pembiayaan sekunder tetap sustain, di tengah sektor pembiayaan perumahan pada masa pandemi yang penuh tantangan. Kedua, perluasan kegiatan usaha melalui implementasi perluasan mandat mendorong sektor pembiayaan perumahan.

Baca juga: SMF Proyeksikan Pembiayaan Tumbuh Positif

Ketiga, mempersiapkan Change Technology Model dengan mengintegrasikan sistem pembiayaan perumahan perseroan. Keempat, penguatan SDM yang berkualitas. Serta kelima, meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan inovasi untuk mendukung program pemerintah.

Dari sisi strategi, perseroan akan menjajaki sumber dana jangka panjang lainnya seperti pinjaman bilateral, two-step loans, green bonds maupun social bonds. Selain itu, perseroan akan menjajaki untuk penambahan anak perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan khusus perumahan, baik melalui proses akuisisi maupun pendirian anak usaha baru.

SMF juga melakukan penguatan struktur organisasi yang dinamis, kolaboratif dan adaptif sehingga mampu mendukung akselerasi bisnis sesuai perluasan mandat dari pemegang saham. Kemudian, optimalisasi pendapatan perseroan sebagai salah satu alternatif penempatan dana dalam mengatasi kondisi penurunan suku bunga deposito pada perbankan. Serta sinergi unit vertikal DJKN dalam mendukung program pembangunan nasional serta untuk lebih mengenalkan peran perseroan kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Sementara itu, komisaris Utama SMF Nufransa Wira Sakti menyatakan bahwa RKAP 2022 telah mendapat persetujuan dari pemegang saham. Dewan Komisaris pun menilai, target yang ditetapkan direksi dalam RKAP 2022 merupakan target yang menantang namun sangat realistis.

"Dewan Komisaris sepenuhnya mendukung rencana dan strategi yang dituangkan Direksi dalam rangka mencapai target yang ditetapkan pada RKAP 2022. Dewan Komisaris akan mengawasi pelaksanaan dari rencana dan strategi tersebut untuk memastikan perseroan dapat mewujudkan target-target yang telah ditetapkan," ucap Nufransa.

Namun sesuai kewenangan yang dimiliki, kata dia, Dewan Komisaris akan memberikan nasihat dan rekomendasi kepada Direksi dalam upaya mencapai target-target tersebut. Perseroan harus dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengatasi backlog perumahan di Indonesia. Perluasan mandat yang diberikan kepada perseroan merupakan potensi bagi SMF untuk meraih pertumbuhan usaha yang lebih baik lagi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN