Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

RUPST Setujui Saham Dwiwarna

BSI Bagikan Dividen Rp 757 Miliar

Jumat, 27 Mei 2022 | 22:39 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)
JAKARTA, Investor.id  – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 25% dari laba bersih perseroan atau sekitar Rp 757,05 miliar kepada pemegang saham. Selain itu, RUPST menyetujui Negara Republik Indonesia miliki saham Seri A Dwiwarna di perseroan.
 
Secara rinci, besaran dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham yakni Rp 757.051.214.975. Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp 18,41 per lembar saham. Selain itu, RUPST BSI juga menetapkan sebesar 20% laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 disisihkan sebagai cadangan wajib perseroan dan sebanyak 55% dari laba bersih tahun lalu dialokasikan sebagai laba ditahan. 
 
Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan, sepanjang 2021 di tahun pertama sejak merger pada 1 Februari 2021, BSI mampu menunjukkan kinerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 3,02 triliun, naik 38,45% secara year on year (yoy).
 
“Atas dasar pencapaian kinerja yang solid di tahun lalu, BSI memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar 25% atau senilai Rp 757 miliar. Adapun sebesar 20% disisihkan sebagai cadangan wajib dan sisanya sebesar 55% dialokasikan sebagai laba ditahan,” ujar Hery, Jumat (27/5). 
 
Hery menambahkan bahwa pemberian dividen payout ratio sebesar 25% tersebut mempertimbangkan komitmen BSI untuk terus memberi nilai kepada shareholder dan menghadirkan value kepada stakeholder melalui rencana ekspansi bisnis ke depan. “Keputusan tersebut juga mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada manajemen untuk mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perusahaan,” imbuh Hery.
 
Hery pun menekankan dengan kinerja yang terus tumbuh, BSI semakin siap menjadi Energi Baru Untuk Indonesia. Sehingga, lanjut dia, perbankan syariah diharapkan mampu menjadi prioritas dan kompetitif, bukan hanya sebagai alternatif layanan perbankan yang dipilih masyarakat.
 
"Sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, kami optimis kinerja BSI akan terus membaik. Ke depan, kami akan terus memacu pengembangan bisnis dan layanan agar dapat memenuhi ekspektasi seluruh stakeholder perseroan," ungkap dia. 
 
 Selain pembagian dividen tunai, dalam RUPST para pemegang saham juga menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan, di mana hal ini terkait langkah pemerintah untuk memasukan saham Seri A Dwiwarna ke BSI. Saham Seri A Dwiwarna ini merupakan saham khusus Negara Republik Indonesia yang memberikan hak istimewa pada pemegang saham, di antaranya menyetujui persetujuan rapat umum pemegang saham serta menyetujui perubahan permodalan perusahaan. 
 
 “RUPST juga menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Ini terkait masuknya Saham Seri A Dwiwarna kepada BSI. Kami berharap adanya saham Dwiwarna ini semakin memperkuat BSI untuk menjadi motor bagi kemajuan industri keuangan syariah nasional,” jelas Hery.
 
Pada kesempatan ini, Bank Syariah Indonesia juga mengumumkan hasil RUPS Tahunan Tahun Buku 2021. Sebanyak enam agenda acara yang diputuskan dalam RUPS Tahunan ini yaitu persetujuan laporan keuangan tahun buku akhir Desember 2021; persetujuan penggunaan laba bersih tahun 2021; remunerasi direksi, komisaris dan Dewan Pengawas Syariah 2022; persetujuan penunjukkan kantor akuntan publik; persetujuan perubahan susunan Dewan Pengawas Syariah; dan persetujuan perubahan anggaran dasar. 
 
 Adapun keputusan agenda keenam secara rinci antara lain. Pertama, menyetujui perubahan Anggaran Dasar perseroan sehubungan dengan penerapan klasifikasi saham pada perseroan menjadi Saham Seri A Dwiwarna yang merupakan saham dengan hak istimewa dan Saham Seri B yang merupakan saham biasa atas nama. Kemudian, reklasifikasi satu saham milik Negara Republik Indonesia dalam perseroan menjadi satu Saham Seri A Dwiwarna dan seluruh saham yang dimiliki pemegang saham lain menjadi Saham Seri B; dengan detail sebagaimana telah ditayangkan.
 
Kedua, menyetujui untuk mengubah pasal-pasal Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan keputusan tersebut, dan oleh karenanya menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar perseroan. 
 
Ketiga, memberikan kuasa dan wewenang kepada direksi dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan agenda 6 RUPS Tahunan perseroan, termasuk menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar perseroan dalam suatu Akta Notaris dan menyampaikan kepada instansi yang berwenang untuk mendapatkan persetujuan dan/atau tanda penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar perseroan, melakukan segala sesuatu yang dipandang perlu dan berguna untuk keperluan tersebut dengan tidak ada satu pun yang dikecualikan, termasuk untuk mengadakan penambahan dan/atau perubahan dalam perubahan Anggaran Dasar perseroan tersebut jika hal tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang berwenang.
 
Perubahan Pengurus
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga memutuskan untuk mengangkat Bob Tyasika Ananta sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) BSI. Di mana sebelumnya Wadirut BSI dijabat dua direksi yaitu Wadirut I BSI Ngatari, dan Wadirut II BSI Abdullah Firwan Wibowo. Pemegang saham BSI juga memutuskan mengangkat Zaidan Novari menjadi Direktur Wholesale Transcation Banking menggantikan Kusman Yandi, juga mengangkat Moh. Adib menjadi Direktur Treasury & International Banking, serta mengangkat Ngatari sebagai Direktur Retail Banking. Selain itu, pemegang saham BSI juga memutuskan untuk mengangkat Mohammad Nasir sebagai Komisaris Independen menggantikan posisi Bangun Sarwito Kusmulyono, serta mengangkat Nizar Ali sebagai Komisaris.
 
“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid dan mampu membawa Bank Syariah Indonesia semakin berperan dalam pertumbuhan perbankan syariah untuk go global,” tegas Hery.
 
Perubahan susunan pengurus perseroan tersebut juga diharapkan semakin mendukung akselerasi bisnis BSI sehingga mendukung langkah pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut di antaranya melalui berbagai program strategis BSI, baik penyaluran pembiayaan untuk sektor usaha kecil dan menengah (UMKM), dukungan pembiayaan kepada aktivitas usaha yang mengedepankan prinsip lingkungan (green financing) sebagai komitmen BSI dalam menerapkan prinsip Environment, Social dan Governance (ESG). 
 
Sepanjang kuartal I-2022, BSI mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp 177,51 triliun, tumbuh 11,59% (yoy). Dengan komposisi pembiayaan konsumer tumbuh 20,73%, pembiayaan mikro tumbuh 22,42%, dan gadai emas tumbuh 8,96%. Adapun, untuk pembiayaan keuangan berkelanjutan per Maret 2022, BSI telah menyalurkan sebesar Rp 55,96 triliun, atau sekitar 31% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.
 
Tak hanya itu, BSI juga berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional, salah satunya melalui strategi transformasi digital. “BSI akan secara aktif melakukan transformasi digital untuk memenuhi kebutuhan layanan dan transaksi keuangan nasabah. Salah satunya melalui pengembangan mobile banking, di mana kami tengah menyiapkan super apps,” pungkas Hery. 
 
Dengan kinerja yang terus tumbuh, BSI semakin siap menjadi energi baru untuk Indonesia. Sehingga, lanjut dia, perbankan syariah diharapkan mampu menjadi prioritas dan kompetitif, bukan hanya sebagai alternatif layanan perbankan yang dipilih masyarakat. Untuk mendukung visi besar tersebut BSI konsisten untuk terus memberikan penyaluran pembiayaan berkelanjutan. 
 
Per Maret 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan sebesar Rp 48,25 triliun atau berkontribusi sekitar 27% dari total portofolio pembiayaan. Sementara itu, untuk perolehan DPK mencapai Rp 238,53 triliun tumbuh 16,07% (yoy). Pencapaian ini merupakan hasil implementasi keseriusan BSI dalam menggarap dana murah sebagai salah satu strategi yang konsisten dijalankan dalam memacu pertumbuhan. Langkah ini terbukti mampu menjadikan tabungan BSI menduduki posisi 5 di industri perbankan Tanah Air.
 
BSI juga telah melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Lulu Hypermart Indonesia sebagai jaringan dari Lulu Hypermart Global dan fintech company BerryPay di Dubai pada pertengahan Mei ini. Kerja sama tersebut merupakan upaya BSI untuk memberikan manfaat dan nilai tambah kepada nasabahnya. 
 
Adapun susunan komisaris perseroan antara lain, Komisaris Utama/Independen Adiwarman Azwar Karim, Wakil Komisaris Utama/Independen Muhammad Zainul Majdi, Komisaris Independen Komaruddin Hidayat, Komisaris Independen Mohamad Nasir*, Komisaris Independen M. Arief Rosyid Hasan. Kemudian, sebagai Komisaris yakni Masduki Baidlowi, Imam Budi Sarjito, Sutanto, Suyanto, dan Nizar Ali*.
 
Adapun, susunan direksi perseroan setelah perubahan antara lain, Direktur Utama Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Ananta*, Direktur Wholesale Transaction Banking Zaidan Novari*, Direktur Retail Banking Ngatari. Direktur Sales & Distribution Anton Sukarna, Direktur Information Technology Achmad Syafii, Direktur Risk Management Tiwul Widyastuti, Direktur Compliance & Human Capital Tribuana Tunggadewi, Direktur Finance & Strategy Ade Cahyo Nugroho, serta Direktur Treasury & International Banking Moh. Adib*.
 
Adapun susunan dewan pengawas syariah yakni, Ketua Dr. KH. Hasanudin, M.Ag; Anggota Dr. H. Mohamad Hidayat, MBA, MH; Anggota Dr. H. Oni Sahroni, M.A; dan Anggota Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, MS
 
*efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Uji Kemampuan dan Kepatutan serta memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN