Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Beritasatu.com)

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: Beritasatu.com)

OJK Ungkap Empat Modus yang Biasa Dilakukan Pelaku Pembobol Rekening Lewat Soceng

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:33 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dibalik perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, terdapat banyak oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkannya untuk tindak kejahatan, salah satunya melalui social engineering (soceng).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan empat modus soceng yang acapkali dilakukan oleh para penipu untuk mengeruk uang korbannya.

Advertisement

Baca juga: MyRepublic Hadirkan Layanan Internet Kecepatan Tinggi

Dalam Instagram resminya, OJK menyebutkan salah satu modus soceng adalah dengan berpura-pura menyampaikan info perubahan tarif transfer bank. Di sini, penipu mencoba mengelabui pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu kemudian meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

Modus lainnya adalah dengan menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, OTP, hingga password.

Modus ketiga ialah lewat akun media palsu yang mengatasnamakan bank. Akun biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan website palsu pelaku atau meminta nasabah memberi data pribadinya.

Baca juga: Jadi Ketua Panitia Satu Abad NU, Erick Thohir Matangkan 9 Program Utama

Modus keempat ialah penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

OJK mengingatkan petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan password, PIN, MPIN, OTP, atau data pribadi. Selalu cek keaslian telepon, akun media sosial, email, dan website bank.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN