Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

Dorong Efisiensi Energi, UOB Indonesia Luncurkan Platform U-Energy

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:38 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - UOB Indonesia meluncurkan U-Energy, platform pembiayaan terintegrasi yang pertama di Asia dalam rangka mendorong pengembangan dan adopsi proyek efisiensi energi bagi bangunan dan rumah di Tanah Air. Langkah ini menyusul keberhasilan peluncuran platform serupa di Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Lewat U-Energy, UOB Indonesia membantu bisnis dan pemilik rumah melakukan penghematan tagihan listrik, mencapai emisi karbon, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Melalui U-Energy ini, kami telah membangun sebuah ekosistem mitra untuk memungkinkan akses yang sederhana dan lebih cepat terhadap solusi efisiensi energi bagi nasabah, sebagai peran dalam mendukung tujuan pemerintah terhadap pengembangan rendah karbon,” kata Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan dalam keterangan resmi, Jumat (24/6/2022).

Dijelaskannya, jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 270 juta orang dan efisiensi energi akan membantu memastikan ketahanan energi jangka panjang, serta menciptaan lapangan kerja. Akan tetapi, berdasarkan laporan McKinsey, Indonesia masih tertinggal dalam hal pengembangan energi terbarukan dan hanya baru memanfaatkan 2 persen dari potensi gabungan antara energi geotermal, surya, angin, air, dan biomas. Hanya 12 persen listrik di Indonesia berasal dari energi terbarukan.

Baca juga: UOB Indonesia Bidik Pertumbuhan Kredit 20-24%

Pada tataran global, bangunan dan proyek konstruksi menyumbang 38 persen emisi karbon, menurut data dari the Global Alliance for Buildings and Construction. Di Indonesia, komitmen yang kuat untuk andil dalam penanganan perubahan iklim diperkuat dengan penyusunan kebijakan utama dalam sektor energi. Indonesia juga menargetkan untuk mengurangi emisi dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih cepat dari itu . Demi mencapai target tersebut, Indonesia memerlukan transisi agar energi baru dan terbarukan dapt menyumbang sebesar 23 persen terhadap total bauran energi pada tahun 2025 dan 31 persen pada tahun 2050 .

Di Indonesia, platform U-Energy akan bekerjasama dengan empat penyedia jasa energi lokal yang dapat dimanfaatkan nasabah dalam proyek efisiensi energi, antara lain PT Amerindo Energy Solutions, Barghest Building Performance, G-Energy, dan Schneider Electric.

Pemilik bangunan industri dan komersil dapat memilih pembelian langsung peralatan atau skema penghematan energi dengan pembiayaan hijau UOB.

Baca juga: Perkuat Modal, Bank UOB (BBIA) Emisi Obligasi Rp 100 Miliar

Harapman menambahkan, berdasarkan skema ini, pemilik bangunan dapat memperoleh pinjaman, dengan menyetujui pemanfaatan peralatan yang optimal dan sistem penyesuaian ukuran alat-alat oleh mitra U-Energy. Guna menjamin kecepatan, pengajuan pinjaman dari pemilik bangunan yang sudah menjadi nasabah UOB akan diproses cepat untuk memperoleh persetujuan. Sebagai alternatif, pemilik bangunan dapat mengadopsi model “energy-as-service” dan dalam hal ini UOB akan menyediakan pinjaman hijau bagi mitra U-Energy tanpa biaya di muka bagi pemilik bangunan.

U-Energy merupakan bagian dari rangkaian solusi Sustainable Financing UOB yang termasuk dalam UOB Smart City Sustainable Finance Framework. Sebelumnya, UOB Indonesia telah meluncurkan U-Solar, yang merupakan platform pembiayaan terintegrasi pertama di Asia untuk tenaga surya. Tiga kerangka keuangan yang berkelanjutan dari UOB lainnya adalah UOB Green and Sustainable Trade Finance and Working Capital Framework, UOB Sustainable Finance Framework for Green Building Developers and Owners, dan UOB Green Financing Framework for Circular Economy.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN