Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direksi Marein (ki-ka), Tamara Arista Salim (Direktur Kepatuhan), Fanra Budiman Arief (Direktur), Yanto Jayadi WIbisono (Presiden Direktur), Trinita Situmeang (Direktur/Direktur Independen), Aloysia Dwi Ana Nurhandayani (Direktur Keuangan), usai melakukan Public Expose di Jakarta (23/6)

Direksi Marein (ki-ka), Tamara Arista Salim (Direktur Kepatuhan), Fanra Budiman Arief (Direktur), Yanto Jayadi WIbisono (Presiden Direktur), Trinita Situmeang (Direktur/Direktur Independen), Aloysia Dwi Ana Nurhandayani (Direktur Keuangan), usai melakukan Public Expose di Jakarta (23/6)

Terimbas Klaim Covid-19, Hasil Underwriting Marein Tergerus

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:14 WIB
Windarto (redaksi@investor.id)

Jakarta, Investor.id – Tahun 2021 menjadi tantangan bagi PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein). Hal ini tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang masih berlangsung terutama adanya ledakan gelombang kedua yang terjadi di pertengahan tahun. Pendapatan premi bruto Marein terkoreksi 3,1% dari Rp2,628 triliun menjadi Rp2,546 triliun.

Dampak paling terasa terlihat dari hasil underwriting perusahaan yang tergerus hingga 535,6%, menjadi minus Rp385,99 miliar. Padahal di tahun 2020 Marein masih mengantongi hasil underwriting sebesar Rp88,6 miliar. Hasil tersebut membuat laba tahun berjalan Marein juga tergerus sebesar 375,7%, dari Rp105,2 miliar menjadi minus Rp291,0 miliar.

Penurunan kinerja tersebut membuat risk based capital (RBC) Marein turut terpangkas lebih dari 100%, dari capaian tahun 2020. Kendati demikian, RBC Marein yang berada di angka 239% masih terbilang aman dan lebih tinggi dari ketentuan minimum yang dipersyaratkan OJK sebesar 120%.

Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono mengatakan, faktor pandemi Covid-19 yang masih terjadi di tahun 2021 memberi dampak besar terhadap kinerja bisnis reasuransi jiwa. Banyaknya klaim kematian dan kesehatan terutama saat gelombang kedua (varian delta) meledak di pertengahan tahun 2021. Berbagai langkah strategis telah dilakukan manajemen agar Marein tetap mempertahankan pencapaian rasio-rasio keuangan yang baik dan sehat.

“Kami sudah membuat evaluasi, mudah-mudahan pada Desember 2022 Marein bisa membukukan kinerja positif. Pertama, karena klaim-klaim Covid-19 yang besar sudah selesai di 2021, hanya ada sisa di Q1, untuk 2022 sudah antisipasi terhadap siklus covid, posisi per maret sudah positif,” tuturnya saat memberikan keterangan pada Paparan Publik di Jakarta (23/6).

Hingga Maret 2022 Marein membukukan premi bruto sebesar Rp586,69 miliar. Perolehan ini memang masih turun 7,2% dibandingkan periode sama tahun 2021. Namun dari sisi laba tahun berjalan sudah membukukan kenaikan 25,0% dari Rp38,85 miliar menjadi Rp48,56 miliar.

Dalam mengantisipasi perekonomian global yang tengah memburuk dan ancaman inflasi yang dikhawatirkan bakal merembet pada perekonomian nasional, Marein pun, ujar Yanto telah melakukan berbagai antisipasi terutama dalam hal investasi. “Hal-hal ini sudah kami antisipasi sehingga portfolio kami disesuaikan dengan situasi. Kami sudah diskusi dengan chief economist, manajer investasi, dsb. Saat ini pemengang obligasi dari asing sudah turun 17% artinya ketergantungan dana-dana dari luar makin berkurang,” terang Yanto. Kinerja investasi Marein selama tahun 2021 menjadi catatan positif di tengah rasio keuangan lainnya yang cenderung turun. Marein membukukan hasil investasi sebesar Rp165,36 miliar naik 42,2% dibandingkan tahun 2020.

Beberapa strategi yang dilakukan Marein antara lain dengan penyempurnaan sistem manajemen risiko melalui Three Lines of Defense, menetapkan standar tinggi atas rasio keuangan, RBC di atas 200%, distribusi portfolio secara berimbang, serta manajemen arus kas dan peningkatan cadangan sebagai langkah antisipatif.

Disampaikan Yanto, Marein sudah melakukan mitigasi risiko terhadap ceding company untuk mengantisipasi siklus peningkatan Covid-19. Yanto pun percaya ceding company akan belajar dengan kejadian Covid-19 ini sehingga mereka akan meninjau kembali term and condition-nya. “Dengan sendirinya akan terseleksi, produk-produk dengan risiko tinggi akan terjadi perubahan, sehingga klaim akan membaik atau muncul produk-produk baru yang mengantisipasi hal itu,” ujarnya.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN