Menu
Sign in
@ Contact
Search
Transaksi Perdana Penerimaan Negara secara Elektronik melalui PT Bank Victoria International Tbk dengan menggunakan Kanal Bayar: Teller dan Overbooking. Foto: IST

Transaksi Perdana Penerimaan Negara secara Elektronik melalui PT Bank Victoria International Tbk dengan menggunakan Kanal Bayar: Teller dan Overbooking. Foto: IST

Bank Victoria Terima Setoran Modal Rp 254,50 Miliar

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:33 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id  - PT Bank Victoria International Tbk (Bank Victoria) mengumumkan telah menerima setoran modal sebesar Rp 244,50 miliar. Sebagian besar dana disetorkan oleh induk perusahaan yakni PT Victoria Investama Tbk.

"Pada tanggal 24 Juni 2022, perseroan menerima penyetoran Dana Setoran Modal sebesar Rp 254,50 miliar," tulis Wakil Direktur Utama Bank Victoria Rusli dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI, Jumat (24/6).

Dia merinci, total setoran dana tersebut berasal dari sejumlah entitas. Di antaranya PT Victoria Investama Tbk sebesar Rp 220 miliar, PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk sebesar Rp 2,50 miliar, PT Victoria Sekuritas Indonesia sebesar Rp 5 miliar, PT Victoria Alife Indonesia sebesar Rp 9 miliar, dan PT Emperor Finance Indonesia sebesar Rp 18 miliar.

"Dengan dilaksanakannya penyetoran Dana Setoran Modal tersebut akan semakin memperkuat permodalan perseroan serta meningkatkan modal inti perseroan," tandas Rusli.

Pada saat yang sama, PT Victoria investama Tbk juga melaporkan telah melakukan penyetoran dana kepada entitas anak yakni Bank Victoria. Sumber dana perseroan ini berasal dari hasil pelaksanaan PMTHMETD dengan menambah sebanyak 1.005.921.051 lembar saham.

Chemical Asia Corporation Pte Ltd dilaporkan menjadi pihak pembeli tunggal dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 219. Dengan begitu, PT Victoria Investama Tbk melalui PMTHMETD menghasilkan dana sebesar Rp 220,29 miliar.

"Dana yang diperoleh dari PMTHMETD setelah dikurangi biaya-biaya, seluruhnya akan digunakan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan entitas anak yaitu PT Bank Victoria International Tbk dalam rangka pemenuhan POJK Nomor  12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum," jelas Manajemen PT Victoria Investama Tbk.

 
Beleid tersebut mewajibkan bank memiliki modal inti minimum sebesar Rp 3 triliun yang dapat diterapkan secara bertahap sampai dengan 2022. Bank mesti memiliki modal inti sebesar Rp 1 triliun pada 2020, kemudian naik menjadi Rp 2 triliun pada 2021, dan harus mencapai Rp 3 triliun di akhir 2022.

Mengacu pada laporan keuangan Bank Victoria per Maret 2022, modal inti tier I (bank only ) tercatat sebesar Rp 2,04 triliun, meningkat dibandingkan posisi Maret 2021 sebesar Rp 1,73 triliun. Sedangkan secara konsolidasi, modal inti tier I tercatat sebesar Rp 2,30 triliun pada Maret 2022, lebih tinggi dibandingkan Maret 2021 sebesar Rp 1,96 triliun.

Bank Victoria mencatat total aset (bank only) mencapai Rp 24,41 triliun, dengan liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp 21,42 triliun dan 2,99 triliun. Total kredit yang dibukukan sebesar Rp 14,84 triliun, dengan NPL net di level 4,23%.

Adapun laba bersih sebesar Rp 21,47 miliar atau meningkat 94% secara year on year (yoy) per Maret 2022. Dengan net interest margin (NIM) di level 2,73%, return on asset (ROA) sebesar 0,43%, dan return on equity sebesar 4,19%. Adapun rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Victoria pada Maret 2022 di posisi 17,12%.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com