Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perluas Alternatif Investasi, Zipmex Luncurkan Tiga Aset Baru di ZipUp+

Perluas Alternatif Investasi, Zipmex Luncurkan Tiga Aset Baru di ZipUp+

Pasar Aset Kripto Mengarah ke Lebih Baik

Jumat, 1 Juli 2022 | 19:24 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pasar aset kripto perlahan mengarah ke area yang lebih stabil. Hal ini terlihat dari mulai memulihnya harga kebanyakan aset kripto. Bitcoin, yang kerap menjadi penggerak pasar kripto, bergerak sideways pada rentang harga antara US$19.958 dan US$21.700 serta mengalami koreksi sebesar 0,73% dalam sepekan ini. Meski mengalami koreksi, harga bitcoin saat ini telah meningkat nyaris 18% dibandingkan titik koreksi terendahnya dua pekan lalu yang sempat jatuh ke US$17.744.

“Beberapa hari ini kita bisa melihat bahwa grafik Realized HODL Ratio (RHODL) telah bergerak mendekati zona hijau menyusul harga Bitcoin yang dinilai sudah undervalue. RHOLD Ratio sendiri merupakan rasio komposisi antara jumlah investor jangka pendek dan investor jangka panjang. Bila kita mengacu ke siklus koreksi pada tahun 2018, RHODL membutuhkan waktu hampir setahun untuk mencapai zona hijau semenjak koreksi harga terjadi pertama kalinya di kuartal pertama 2018. Saat ini, meski siklus koreksi baru berjalan selama kurang lebih delapan bulan, RHODL sudah semakin mendekati zona hijaunya. Bila tren ini berlanjut ke area bottom, besar kemungkinan periode keheningan yang dilanjutkan dengan siklus bull akan tiba lebih cepat dibandingkan siklus sebelumnya,” jelas Research Analyst Zipmex Indonesia Muwaffiqol Fahmi dalam sesi mingguan “Zipmex Live: Ada Apa dengan Kripto?” yang diadakan pada Rabu (29/6) lalu.

Advertisement

Kendati demikian, isu terkait Three Arrows Capital (3AC) tetap menghantui kondisi pasar. Salah satu hedge fund yang berfokus pada aset kripto terbesar di dunia ini disebut mengalami insolvensi dan telah menerima peringatan gagal bayar dari Voyager Digital, di mana 3AC tercatat memiliki hutang sebesar US$ 670 juta yang tidak dibayar tepat waktu.

“Isu finansial yang melanda 3AC semakin terbuktikan dengan adanya putusan dari penegak hukum di British Virgin Islands untuk melikuidasi 3AC pada 27 Juni lalu,” jelas Fahmi lebih lanjut.

Terlepas dari kondisi pasar saat ini, Fahmi mengatakan bahwa saat ini merupakan momen langka yang dapat dimanfaatkan investor untuk meninjau aset-aset kripto apa saja yang memiliki potensi pertumbuhan terbesar, mengingat ekosistem blockchain masih berada pada fase pertumbuhan.

“Kita bisa melihat seberapa besar potensi tumbuh aset-aset kripto ini berdasarkan seberapa tinggi level adopsinya di pasar. Saat ini juga terdapat projek-projek blockchain inovatif yang telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasarnya dan sudah terbukti memiliki product market fit serta siap melakukan pengembangan pasar lebih besar lagi. Beberapa di antaranya bahkan ada yang menjadi first mover pada sektor yang cukup niche. Aset-aset potensial tersebut memiliki komunitas yang aktif dan suportif serta tetap melanjutkan proses riset dan pengembangan terlepas dari kondisi pasar yang sedang tertekan,” tutup Fahmi.

Zipmex Live adalah sesi edukasi rutin yang diadakan oleh Zipmex Indonesia. Acara mingguan yang disiarkan langsung secara daring ini bertujuan untuk memberikan informasi terkini mengenai sentimen pasar aset kripto sekaligus menjadi sarana berdiskusi antara crypto enthusiast. Zipmex Live dapat diakses melalui akun Instagram dan kanal YouTube Zipmex Indonesia setiap hari Senin pukul 19.30 WIB.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN