Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(ki-ka) Direktur Distribution & Funding BTN Jasmin, Alan Budikusuma, Susi Susanti, dan Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat Media Brief Tabungan BTN Bisnis di Jakarta, Kamis (7/7/2022). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

(ki-ka) Direktur Distribution & Funding BTN Jasmin, Alan Budikusuma, Susi Susanti, dan Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat Media Brief Tabungan BTN Bisnis di Jakarta, Kamis (7/7/2022). (Foto: Investor Daily/Nida Sahara)

Genjot CASA, BTN Targetkan Transaksi Tabungan Bisnis Rp 7 Triliun

Kamis, 7 Juli 2022 | 18:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Setelah meluncurkan Tabungan BTN Bisnis pada akhir Maret lalu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) makin gencar memasarkan Tabungan BTN Bisnis dengan menyasar pebisnis dari berbagai segmen dan sektor usaha baik yang berada di industri hulu maupun hilir. Hingga akhir tahun ini ditargetkan Tabungan BTN Bisnis mencapai Rp 7 triliun.

Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, Tabungan BTN Bisnis merupakan inisiatif strategis Bank BTN untuk peningkatan dana pihak ketiga (DPK) ritel melalui pengembangan dana murah atau current account and saving account (CASA) berbasis transaksional. “Tabungan BTN Bisnis yang memberikan kemudahan transaksi kepada segmen pebisnis seperti SME, perdagangan, properti dan lain-lain, baik secara individu maupun secara institusi,” kata Nixon saat media briefing di Jakarta, Kamis (7/7).

Advertisement

Pada kesempatan yang sama, Direktur Distribution & Funding BTN Jasmin mengatakan, Tabungan BTN Bisnis dapat menunjang aliran transaksi diantara para pedagang dari supplier, pengolah bahan baku maupun penjual di rantai bisnis industri. “Bank BTN terus berupaya melakukan pendekatan dengan pengusaha yang berbisnis produk buatan lokal/dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI),” kata dia.

Baca juga: Keberlangsungan Rumah MBR, BTN Kantongi Restu DPR Gelar Right Issue

Apalagi, menurut Jasmin, pertumbuhan bisnis produk lokal makin diminati dengan kualitas dan produk yang inovatif. “Pertumbuhan bisnis yang pesat perlu didukung layanan perbankan yang mumpuni dan mendukung transaksi,” lanjut Jasmin.

Hal tersebut juga menjadi latar belakang BTN menjadikan Alan Budikusuma dan Susi Susanti mantan atlet bulutangkis nasional yang kini menjadi pebisnis produk olahraga menjadi model iklan Bank BTN. "Alan dan Susi mereprestentasikan pengusaha yang sukses dengan produk lokal yang inovatif dan mampu bersaing dengan produk internasional," kata Jasmin.

Pada kesempatan yang sama, Tabungan BTN Bisnis mengandalkan sejumlah fitur menarik untuk mendukung transaksi bisnis para pengusaha, di antaranya besaran limit transaksi misalnya nilai transfer antar rekening BTN maupun Bank lain lebih besar Selain itu Tabungan BTN bisnis masih menerapkan bebas biaya transfer dan administrasi.

“Yang juga istimewa dari Tabungan BTN Bisnis adalah rincian informasi terkait transaksi bisnis yang detail misalnya mencantumkan identitas pengirim dana dan informasi metode transaksi yang masuk, apakah dengan Qris atau EDC dan sebagainya,” ucap Jasmin.

Baca juga: Relokasi Kantor Cabang, BTN Siap Pacu Ekspansi KPR di Aceh

Bank dengan kode saham BBTN ini menggarap Tabungan BTN Bisnis sejak akhir Maret 2022 dan mencatatkan Number of Account (NOA) atau jumlah tabungan mencapai 15.000 rekening. Sementara Value of Account atau VOA sekitar Rp 1,5 triliun. Adapun, komposisi pemegang Tabungan BTN Bisnis mayoritas atau sekitar 90% adalah individu sementara sisanya adalah lembaga.

“Seiring dengan peningkatan jumlah nasabah, tahun 2022 kami perkirakan volume transaksi Tabungan BTN Bisnis mencapai Rp 5 triliun hingga 7 triliun,” kata Jasmin.

Dengan Tabungan BTN Bisnis, Jasmin berharap DPK BTN semakin besar terutama porsi CASA. Per Mei 2022, DPK tumbuh positif sebesar 7,57% (yoy) di mana secara rasio CASA tumbuh 2,83% (yoy) dari 41,24% pada Mei 2021 menjadi 44,08% per Mei 2022.

Perseroan juga menawarkan solusi finansial lain seperti pinjaman Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan nilai pinjaman hingga Rp 500 juta bagi para pebisnis yang membuka Tabungan BTN Bisnis. Tabungan BTN Bisnis ditargetkan dapat menyentuh kisaran Rp 4-7 triliun dan jumlah NOA dapat mencapai sekitar 40.000 rekening. Tabungan BTN Bisnis akan menjadi salah satu andalan dalam mengejar target pertumbuhan DPK tahun ini yang dipatok tumbuh 9-11%.

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN