Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor OJK/David Gita Rosa

Kantor OJK/David Gita Rosa

Ketua OJK: Sektor Akomodasi dan Mamin Masih Perlu Restrukturisasi

Senin, 1 Agustus 2022 | 21:10 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren kredit yang restrukturisasi akibat dampak Covid-19 terus mengalami penurunan sejalan perbaikan ekonomi nasional. Namun, ada beberapa sektor yang masih memerlukan kebijakan restrukturisasi, seperti sektor akomodasi, makanan dan minuman.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, untuk sejumlah sektor utama ekonomi yang semula memerlukan restrukturisasi, saat ini sudah berada jauh di bawah proporsi 20%, di mana angka tersebut merupakan ambang batas untuk menganalisa kebijakan restrukturisasi kredit masih diperlukan atau tidak.

Baca juga: Mahendra Siregar: OJK akan Lebih Proaktif dan Kolaboratif

“Penurunan restru yang tajam itu untuk perdagangan, konstruksi, manufaktur, telekomunikasi, pertanian, dan lainnya. Satu sektor yang masih tinggi dari segi proporsi kredit yang tetap perlu restru adalah akomodasi serta makanan minuman. Ini yang jadi sorotan bagaimana melihat kondisi ini di sektor tadi,” ujar Mahendra dalam konferensi per Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (1/8/2022).

OJK pun membuka peluang untuk memperpanjang restrukturisasi kredit, yang sebelumnya akan berakhir pada Maret 2023 untuk sektor-sektor yang dinilai belum pulih dari dampak Covid-19. “Ini kami dalami kajiannya, sehingga betul-betul yang dibutuhkan dalam konteks ini focus targeted sector. Berbeda saat di awal, di mana restru berlaku untuk seluruh sektor, pada saatnya kami akan update perkembangan. Jadi pendekatannya masuk ke sektor dan industri yang memerlukan,” jelas Mahendra.

Baca juga: OJK: Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp 123,5 Triliun

Mahendra pun mencatat risiko kredit terjaga dengan non performing loan (NPL) gross perbankan per Juni 2022 terpantau turun menjadi 2,86%. Likuiditas perbankan memadai dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) di level 133,35% dan alat likuid/DPK (AL/DPK) di level 29,99% pada Juni 2022. Ketahanan permodalan industri jasa keuangan memadai dengan CAR perbankan mencapai 24,69%,

“Dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah meningkatnya risiko eksternal, OJK akan proaktif memperkuat kebijakan prudensial di sektor jasa keuangan dalam menjaga stabilitas industri jasa keuangan,” imbuh dia.

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com