Menu
Sign in
@ Contact
Search
Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

Aksi protes para nasabah WanaArtha Life. Foto: IST

DIDUGA PALSUKAN DATA DAN GELAPKAN PREMI

Bareskrim Tetapkan Tujuh Orang Tersangka Kasus Wanaartha Life

Selasa, 2 Agustus 2022 | 21:27 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Bareskrim Polri menetapkan tujuh orang tersangka terkait dugaan tindak pidana pemalsuan data dan penggelapan premi di PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life). Pemilik dan manajemen perseroan ikut terseret dalam kasus tersebut.

"Benar (tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka)," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Whisnu Hermawan Februanto saat dikonfirmasi Investor Daily di Jakarta, Selasa (2/8).

Ketujuh pihak dimaksud adalah YYM, presiden direktur Wanaartha Life dan DM, direktur keuangan Wanaartha Life. Kemudian MAP, mantan komisaris utama dan ELF, mantan direktur utama yang merupakan pemilik perusahaan. Selain itu, terdapat tiga nama lainnya, yaitu RP, TK, dan YM. Penetapan tersangka dilakukan pada Senin, 1 Agustus 2022.

Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, ketujuh pihak tersebut belum ditahan. Whisnu juga belum berkenan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka dalam perkara tersebut.

Dalam surat Bareskrim Polri No B/5399/VIII/RES.1.24/2022/Dittipideksus dijelaskan sejumlah alasan penetapan tersangka tersebut. Dalam hal ini, Penyidik Subdit V Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyidikan tindak pidana terkait pemberian laporan, informasi, data, dan/atau dokumen kepada OJK yang tidak benar atau palsu yang diduga dilakukan YYM dkk.

Selain itu, YYM dkk diduga memberikan informasi yang tidak benar atau menyesatkan kepada pemegang polis dan/atau penggelapan premi asuransi. Termasuk dugaan melakukan pemalsuan atas dokumen perusahan asuransi, tindak pidana korporasi, dan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

Sederet dugaan tersebut melanggar sejumlah ketentuan, seperti Pasal 74, 75, 76, 78, atau Pasal 82 jo Pasal 81 UU No 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. Selain itu, YYM dkk dinilai melanggar Pasal 374 KUHP dan Pasal 3, 4, 5, 5 UU No 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pencucian uang, jo Pasal 55 dan 56 KUHP.

Sudah Lansia

Investor Daily telah menghubungi sejumlah tersangka untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Namun, sampai tulisan ini diolah, belum ada respons dari pihak-pihak tersebut.

Sementara itu, nasabah Wanaartha Life, Freddy Handojo mengaku prihatin saat mendengar kabar bahwa pendiri dan sederet manajemen terseret sebagai tersangka. Apalagi proses hukum terkait perkara di PN Jakarta Pusat yang kini berlangsung di Mahkamah Agung (MA) juga belum tuntas.

Dia mengatakan, banyak nasabah korban gagal polis Wanaartha Life yang sudah lansia dan awam di bidang hukum. Masalah tak kunjung terselesaikan, malah kabar yang tidak diinginkan kembali datang. Hal ini membuat nasib hak nasabah makin tidak jelas.

"Keinginan nasabah yang mayoritas lansia dan para pensiunan ini ingin uangnya segera cair. Karena (gagal bayar) sudah berjalan selama hampir tiga tahun. Mereka menunggu tanpa kepastian," tutur Freddy.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com