Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi BNI Mobile Banking

Ilustrasi BNI Mobile Banking

Ingin Pensiun Dini, Kenali Dulu FIRE Movement

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 22:45 WIB
Majalah Investor (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Kebutuhan untuk dapat menjalani hidup bahagia merupakan impian semua orang. Bahkan, banyak dari masyarakat Indonesia yang berkeinginan untuk hidup bahagia serta berkecukupan tanpa perlu bekerja keras di masa tua.

Jika hanya dibayangkan, tentu keinginan ini adalah utopia. Namun dengan perencanaan keuangan yang matang, hal ini merupakan suatu hal yang sangat memungkinkan.

Dalam sebuah buku berjudul "Your Money or Your Life" dari Vicki Robin, terdapat sebuah konsep Financial Independent, Retire Early (FIRE). Konsep ini tentu dapat menjadi pilihan dan bahkan sudah semakin diminati oleh kaum milenial yang ingin bekerja sesingkat mungkin dan bisa pensiun dini.

Deputy head of Wealth Management BNI Teddy Satriadi menjelaskan kemandirian finansial adalah hal mutlak untuk anak muda. Terlebih, banyak ketidakpastian seperti terdampak lay off sewaktu-waktu terkena atau kondisi dinamis lainnya.

“Namun, kemandirian finansial jangan diartikan tidak mau bekerja lama-lama, kesannya malas dalam bekerja. Melainkan independent berarti tidak bergantung pada gaji kembali, jadi tidak otomatis harus pensiun dini, bukan begitu,” demikian.

Dia menegaskan untuk merdeka secara finansial harus bergantung pada bujet masing-masing individu. Artinya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kemandirian finansial tersebut akan berbeda-beda di setiap orang.

“Hal yang memang harusnya dituju adalah ketika kita di usia senja, sudah tidak lagi berpikir besok mau makan apa, tapi lebih menikmati hidup dengan jalan-jalan. Maka dari itu, FIRE sesuatu mutlak yang ditanamkan di generasi muda karena kita tak tahu apa yang terjadi ke depan,” dia bilang.

Dia melanjutkan bijak dalam hal menabung dan berinvestasi di usia dini merupakan suatu hal yang wajib. Ketika berinvestasi, generasi milenial juga harus paham profil risiko serta instrumen investasi yang dipilih.

“Selagi masih muda punya kadar akseptasi akan risiko harus tinggi karena kebutuhan likuiditasnya gak begitu banyak. Selain itu, horizon investasinya masih panjang,” pungkasnya.

Sementara itu, Personal Finance Enthusiast Dani Rachmat CSA, CFP, QWP mengatakan hidup di era digital sekarang memudahkan mengingat begitu beragam produk investasi yang ditawarkan.

Bahkan, banyak institusi, platform serta instrumen investasi yang dapat menjadi target pilihan dengan modal yang terbilang terjangkau.

"Hal ini menjadi kesempatan anak muda untuk sedini mungkin investasi. Alokasinya relatif akan berbeda dengan usia masing-masing setiap orang, jadi tinggal disesuaikan saja dengan usia kita,” katanya.

Dia melanjutkan, usia pensiun di Indonesia ditetapkan pada usia 56 tahun. Usia tersebut tergolong lebih dini dibandingkan dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat berada di kisaran 65 tahun. Bahkan, negara tetangga Singapura  masih menetapkan usia pensiun di 63 tahun.

Hal ini, mengartikan pula bahwa potensi pendapatan masyarakat Indonesia lebih kecil ketimbang negara-negara maju. Maka dari itu, kaum milenial harus memiliki strategi keuangan yang tepat untuk dapat mencari pengganti pendapatan di usia pensiunnya.

"Karena FIRE ini berarti merdeka menentukan apa yang mau kita lakukan, mulailah sedini mungkin dan invest seagresif mungkin, butuhnya gak gede-gede. Asalkan rutin tiap bulan biar uang kita lari kencang,” tegasnya

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com