Menu
Sign in
@ Contact
Search
Mobile banking BNI

Mobile banking BNI

Hingga 24 Agustus, Transaksi BI-Fast Mencapai Rp 810,4 Triliun

Selasa, 30 Aug 2022 | 20:28 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi menggunakan BI-Fast sejak 1 Januari hingga 24 Agustus 2022 mencapai 224,8 juta transaksi dengan nominal Rp 810,4 triliun. Bank sentral terus mengoptimalisasi dan memperluas kepesertaan BI-Fast untuk semakin memudahkan masyarakat bertransaksi.

“Sejak implementasi pada Desember 2021, volume transaksi BI-Fast terus meningkat seiring perluasan peserta dan stabilitas sistem yang terus terjaga. Di mana rata-rata harian volume transaksi selama 1-24 Agustus 2022 sebesar 1,83 juta transaksi, meningkat 16% dibandingkan rata-rata harian 1-24 Juli 2022 sebesar 1,57 juta transaksi,” kata Direktur Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fitria Irmi Triswati dalam Taklimat Media, Selasa (30/8).

Hingga saat ini, terdapat 77 peserta BI-Fast yang telah mewakili 85% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional. Pengembangan BI-Fast dilakukan secara bertahap. Saat ini dilakukan pengembangan Fase 1 Tahap 2 yaitu direct debit, bulk credit, dan request for payment yang akan diimplementasi pada Mei 2023.

Baca juga: Hari Ini Tambah 25, Peserta BI-FAST Capai 77 Bank

Advertisement

Selain itu, pada Senin (29/8), BI juga telah menambah layanan kebanksentralan melalui BI-Fast untuk mendukung pelaksanaan transaksi BI di bidang moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah. Transaksi BI-Fast dapat dinikmati masyarakat di berbagai kanal layanan peserta, utamanya melalui mobile banking. Selanjutnya, BI terus mendorong perluasan kanal layanan peserta BI-Fast sehingga diharapkan biaya dapat lebih murah lagi dari yang saat ini Rp 2.500 per transaksi.

“Ke depan ini tentu akan mendukung UMKM, sangat mungkin diturunkan karena keberlangsungan banyak faktor dan berdasarkan evaluasi berkala. Kami pertimbangkan potensi peningkatan transaksi ke depan, dan juga peningkatan transaksi dari perluasan bank peserta, sehingga dapat lebih murah,” jelas Fitria.

Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta juga mengatakan bahwa pihaknya pun mendukung biaya BI-Fast dapat lebih murah lagi dari posisi saat ini. “Jangankan turun, kalau bisa kami mau gratiskan. Pertama kali kita lakukan BBM (Bincang-Bincang Media), teman-teman minta gratis, saya juga minta gratis, tergantung pemakaian,” ujar Filianingsih.

Pada saat yang sama, Kepala Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Ida Nuryanti menjelaskan, hingga batch 4, terdapat 25 bank baru yang mengimplementasikan BI-Fast, sehingga total peserta saat ini ada 77 yang terdiri dari bank, non bank, dan juga Bank Indonesia sebagai peserta.

Baca juga: BI Fast Tak Turunkan Fee Based Income Perbankan

“Total peserta termasuk konvensional dan unit usaha syariah (UUS), bank pemerintah sudah ada lima peserta, bank swasta 49 peserta, BPD ada 21 peserta termasuk UUS. Bank Asing masih ada satu, pihak lain baru satu yaitu KSEI, dan Bank Indonesia juga sebagai peserta,” kata dia.

Mayoritas BPD menggunakan sistem multi tenansi atau jasa pihak ketiga yakni dari perusahaan Rintis. Sistem kepesertaan ini dinilai lebih efisien dan murah karena tidak perlu menyediakan infrastruktur teknologi sendiri. "Memang sekarang baru ada Rintis yang lebih dulu bergabung, tapi kami terbuka untuk provider pihak ketiga siapa pun untuk juga bergabung, ada juga nanti agregator yang komitmen masuk di batch 5," ucap dia.

Adapun, lima bank pemerintah yang dimaksud adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan UUS BTN. Lalu, bank asing yang sudah mengimplementasikan BI-Fast yaitu Citibank. “Alhamdulillah transaksi per hari ini (30/8) monitoring bisa dilakukan dengan lancar, bank yang baru maupun BI sebagai peserta sudah bisa. Bank asing masih satu karena dia untuk meluaskan layanannya harus direct langsung, jadi perlu proses persiapan, administrasinya. Di batch 5 ada komitmen dari tiga bank asing yang akan masuk dan kami yakin masuk,” urai Ida.

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com