Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama PT Taspen A.N.S. Kosasih

Direktur Utama PT Taspen A.N.S. Kosasih

Dinilai Penuhi Unsur GCG, DPR Apresiasi Pengelolaan Investasi Taspen

Jumat, 16 September 2022 | 11:01 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – PT Taspen senantiasa menerapkan Tata Kelola Perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap keputusan investasi dan menjalankan operasional perusahaan. Komitmen ini disampaikan di hadapan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Rabu (14/9/2022). 

Direktur Utama Taspen A.N.S. Kosasih mengatakan, sebagai BUMN, PT Taspen memiliki kewajiban mutlak untuk mematuhi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Prinsip tersebut menjadi acuan kami dalam melaksanakan investasi dan pengelolaan bisnis.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, TASPEN Gelar Program Srikandi Mengajar

“Taspen selalu memberikan laporan pengelolaan dana investasi kepada Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan OJK secara periodik, serta dilakukan juga audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI). Ke depan, kami akan terus menjalankan prinsip GCG guna memberikan imbal hasil investasi yang maksimal melalui penerapan sistem operasional perusahaan yang transparan,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (16/9/2022).

Seluruh kinerja PT Taspen, khususnya di bidang pengelolaan investasi dan operasional, senantiasa dilakukan audit oleh BPK. Beberapa hal yang diaudit, antara lain sistem pengelolaan Program Pensiun, Program Asuransi (Tabungan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kinerja, Jaminan Kematian), investasi, pendapatan, dan biaya operasional.

Baca juga: Taspen Komitmen Jalankan Prinsip GCG dalam Pengelolaan Investasi

Berdasarkan hasil audit tahun 2018, 2019, 2020, dan 2021, BPK menyimpulkan bahwa pengelolaan seluruh investasi dan program TASPEN telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku, peraturan internal, dan perjanjian kerjasama dalam semua hal yang material. Tidak pernah ditemukan kerugian negara akibat kegiatan investasi dan bisnis PT Taspen.

Saat ini, sebesar 72.89% Portofolio Investasi Taspen berupa instrumen Obligasi dan Sukuk yang sebagian besar merupakan Obligasi dan Sukuk Negara, sebesar 12,21% ditempatkan di deposito Bank BUMN dan BPD berskala besar. Selain itu, sebesar 8,10% ditempatkan dalam reksadana yang tercatat di OJK dan 4,60% berada di instrumen saham BUMN dan blue chip yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sementara, 2,20% sisanya ditempatkan sebagai modal di anak perusahaan atau afiliasi Taspen.

Baca juga: Taspen Fokus Hadirkan Inovasi Layanan

Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza mengatakan, Komisi VI DPR mengapresiasi pengelolaan investasi dan operasional Taspen yang hingga saat ini telah menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik.

“Kami berharap Taspen terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja perusahaan, agar semakin mampu memaksimalkan pelayanan kepada para peserta melalui beragam program inovasi. Tentu, semuanya tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian dan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com