Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Dok. BeritaSatu Photo)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Dok. BeritaSatu Photo)

Hingga Agustus, Kredit Perbankan Tumbuh 10,62%

Kamis, 22 September 2022 | 20:27 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat intermediasi perbankan terus membaik dan mendukung pemulihan ekonomi. Pertumbuhan kredit pada Agustus 2022 tercatat sebesar 10,62% secara tahunan (year on year/yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan pada mayoritas sektor ekonomi.  

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,7% (yoy) pada Agustus 2022. “Dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi perbankan didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring membaiknya appetite perbankan dalam penyaluran kredit terutama di sektor pertanian, industri, konstruksi, dan perdagangan,” ungkap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan, Kamis (22/9). 

Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut. “Kinerja korporasi tercermin dari tingkat penjualan dan belanja modal yang tetap tumbuh tinggi, terutama di sektor pertanian, pertambangan, industri, dan perdagangan, serta penerimaan pajak dari korporasi yang meningkat,” kata dia. 

Baca juga: BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Berpeluang Capai 5,5%

Sedangkan, kinerja rumah tangga tercermin dari konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan optimisme konsumen. “Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit UMKM tercatat sebesar 16,77% (yoy) pada Agustus 2022, terutama didukung oleh segmen mikro,” ucap Perry.

Lebih lanjut, Perry mengungkapkan bahwa suku bunga perbankan masih dalam tren menurun. Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 44 bps menjadi 2,90% pada Agustus 2022 dari Agustus 2021. Di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 48 bps pada periode yang sama menjadi 8,94%. 

Dari sisi ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga baik dari sisi permodalan maupun likuiditas. Permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Juli 2022 tetap tinggi sebesar 24,86%. Seiring dengan kuatnya permodalan, risiko tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) pada Juli 2022 yang tercatat 2,90% (gross) dan 0,82% (neto). 

“Likuiditas perbankan pada Agustus 2022 tetap terjaga didukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,77% (yoy), meskipun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2022 sebesar 8,59%,” imbuh dia. 

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com