Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Kuseryansyah (kiri) dan Ketua Eksekutif Bidang Cashloan AFTECH Sunu Widyatmoko (kanan) memberikan keterangan pers tentang Peluang dan Tantangan Fintech Lending di Indonesia. Investor Daily / Emral

Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Kuseryansyah (kiri) dan Ketua Eksekutif Bidang Cashloan AFTECH Sunu Widyatmoko (kanan) memberikan keterangan pers tentang Peluang dan Tantangan Fintech Lending di Indonesia. Investor Daily / Emral

AFPI Tingkatkan Proyeksi Pinjaman Fintech Lending Jadi Rp 250 Triliun 

Jumat, 23 September 2022 | 00:21 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meningkatkan proyeksi penyaluran pinjaman fintech p2p lending sepanjang tahun 2022 menjadi Rp 250 triliun. Awal tahun ini, APFI sempat mengasumsikan penyaluran pinjaman sebesar Rp 225 triliun.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah menyampaikan, fintech lending periode Januari-Juli 2022 telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 130 triliun, dengan outstanding pinjaman aktif beredar di masyarakat sebesar Rp 45,7 triliun. Kualitas pinjaman pun terjaga moderat dengan tingkat keberhasilan bayar 90 hari (TKB 90) di level 97,33%.

"Tahun ini APFI memproyeksikan disbursement itu melebihi Rp 250 triliun, tahun lalu Rp 155 triliun," ucap Kuseryansyah pada acara Sosialisasi dan Edukasi dengan Komunitas Guru "Solusi Pinjaman Pintar Bagi Para Guru dan Waspada Pinjol Ilegal secara daring, Kamis (22/9/2022).

Menurut dia, fintech lending menjadi industri yang spesial karena kontribusi positifnya terhadap perekonomian nasional, khususnya ketika pandemi Covid-19 masuk Indonesia. Dalam ilustrasinya pada 2020, fintech lending masih mampu tumbuh sekitar 25%, jauh lebih tinggi dibandingkan industri perbankan yang cenderung melambat.

Kemudian, ketika kredit nasional tumbuh sekitar 7% pada 2021, pinjaman fintech lending bahkan melesat sampai dengan 112%. Di tahun ini, saat kredit perbankan diproyeksi tumbuh sekitar 10%, maka setidaknya fintech lending bisa mencatatkan pertumbuhan lebih dari 50%.

Kuseryansyah menjelaskan, agresivitas fintech lending ini tidak terlepas dari gap kredit (credit gap) terhadap UMKM di Indonesia yang berdasarkan data Bank Dunia sebesar Rp 1.650 triliun. UMKM baru terlayani jasa keuangan konvensional sekitar Rp 1.000 triliun dari kebutuhan mencapai Rp 2.600 triliun per tahun.

"Ada gap sebesar Rp 1.650 triliun. Inilah yang menyebabkan industri ini tumbuh subur karena demand-nya tinggi. Tahun lalu, kita baru mengisi sekitar Rp 155 triliun atau kurang dari 10% dari credit gap," kata dia.

Kuseryansyah mengungkapkan, AFPI mencoba untuk memastikan data gap kredit terhadap UMKM di Indonesia, tanpa maksud mengabaikan data Bank Dunia. Dengan begitu, data yang dimiliki bisa lebih detail dan mendalam.

"Kami sedang bekerja sama dengan EY (Ernst and Young) untuk meriset tentang credit gap ini supaya lebih detail. Jadi, datanya bukan dari Bank Dunia, tapi di riset betul-betul dari data departemen, lembaga, instansi, ataupun komunitas-komunitas UMKM terkait yang ada di Indonesia," tandas Kuseryansyah.

Di sisi lain, Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan mengatakan, selain menawarkan pinjaman, fintech lending juga menawarkan alternatif investasi dengan tingkat bunga yang cukup kompetitif, bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan deposito. Terlepas dari sisi komersial, peran masyarakat sebagai lender akan ikut mendukung akses pendanaan kepada UMKM.

"Ada sebanyak 87,29 juta rekening pengguna (Juli 2022), artinya yang bertransaksi atau meminjam uang termasuk usahanya atau kegiatan konsumtif sudah puluhan juta orang. Industri ini terus berkembang dan penggunanya semakin banyak," kata dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com