Menu
Sign in
@ Contact
Search
Allianz

Allianz

Komitmen Allianz Melindungi Lebih Banyak Masyarakat

Rabu, 30 Nov 2022 | 23:18 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

JAKARTA – Meskipun pandemi Covid-19 sudah melandai, bukan berarti masyarakat tak menghadapi risiko sakit di masa depan. Terlebih virus covid-19 terus bermutasi dan menghadirkan masalah kesehatan bagi masyarakat. Masyarakat pun kini semakin sadar pentingnya memiliki asuransi. “Asuransi sangat penting. Saya sadar itu setelah ibu mertua meninggal tiga tahun lalu dan beliau tidak memiliki asuransi,”ujar Willy Antonius K, (38), kemarin.

Pria yang bekerja di perusahaan swasta di Jakarta Utara itu berkisah, ibu mertuanya divonis mengidap kanker saat usianya sudah tua. Karena tidak memiliki polis asuransi, maka biayanya ditanggung oleh anak-anaknya. Biaya pengobatan kemoterapi dan lainnya cukup besar. Dan itu harus ditanggung sendiri tanpa asuransi. “Sekarang ini usia muda pun sudah banyak bermacam penyakit. Sehingga sangat perlu untuk memiliki polis asuransi,”ucapnya. Willy pun tak mau kejadian yang menimpa ibu mertuanya terulang kembali di masa depan. Karenanya Willy memutuskan untuk melindungi dirinya, istri dan ketiga anaknya dengan asuransi jiwa dan kesehatan. “Tentu untuk masa depan. Sehingga ada jaminan kesehatan bagi saya dan keluarga,”cetusnya.

Namun demikian, tak semua masyarakat berpikiran seperti Willy. Literasi yang masih belum tinggi terkait asuransi juga kesadaran masyarakat membeli produk asuransi membuat ekosistem asuransi masih belum maksimal. Padahal, asuransi sangat penting untuk melindungi jiwa dan aset masyarakat di masa depan. Stakeholder terutama regulator dan asosiasi harus meningkatkan literasi berasuransi. “Masyarakat harus di dorong untuk mau membeli asuransi,”ujar Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo.

Keengganan melindungi diri dengan asuransi umumnya ada di anak-anak muda yang merupkan bagian terbesar dari penduduk. “Ini karena mereka belum merasakan apa-apa (sakit),”sebutnya. Padahal, lanjut dia, asuransi itu penting untuk proteksi. “Selama ini orang punya anggapan salah bahwa asuransia untuk investasi. Padahal untuk jaga-jaga untuk menghadapi sesuatu,”tuturnya. Jika ingin mendapatkan perawatan lebih bagus saat mengalami musibah seperti sakit, tentu masyarakat harus melindungi dirinya dengan proteksi ekstra berupa polis asuransi.

Advertisement

Risiko tetap ada di semua level kehidupan. Meskipun saat ini seseorang berada di usia produktif dan masih muda bukan berarti terbebas dari risiko. Stakeholder asuransi pun tak tinggal diam dan terus melakukan edukasi terhadap masyarakat. PT Aliianz Life Indonesia misalnya, terus mendukung perkembangan industri keuangan dengan cara meningkatkan literasi keuangan, terutama bagi generasi muda. Dengan meningkatnya literasi finansial di kalangan generasi muda, tentunya akan berampak besar terhadap perekonomian negara. Diharapkan maryarakat terutama generasi milenial dapat melek finansial dan dapat mempertimbangkan beragam pilihan dalam mengelolah keuangan secara bijaksana.

Business Director Allianz Life Indonesia Bianto Surodjo menyampaikan pihaknya senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan tingkat kesadaran dan penetrasi asuransi di Indonesia. “Allianz terus fokus melakukan berbagai inisiatif, baik itu kegiatan literasi melalui program CSR, maupun edukasi secara rutin kepada nasabah dan masyarakat luas melalui media sosial serta aktivitas lainnya yang melibatkan media,”tuturnya.

Pentingnya berasuransi sejak usia muda lantaran masyarakat dihadapkan kepada ketidakpastian kapan saja. “Di sekeliling kita ada saja di usia muda yang kena penyakit berat. Dalam tahapan kehidupan ada risiko, kita sudah prepare tidak,”ujar Himawan Purnama. Semua orang membutuhkan asuransi. Kecuali seseorang yakin kapan tahu akan meninggal dan kapan sakit. Perlu asuransi karena ada risiko di kehidupan kita.

Jika bicara asuransi tentunya pertimbangannya risiko apa yang akan terjadi. Dan siapa yang bergantung pada kebutuhan finansial seseorang. Apakah pasangannya ataukah anak-anaknya. Jika seseorang meninggal tentu kebutuhan finansial keluarganya perlu ada yang menanggung disitulah peran asuransi. “Jadi asuransi bukan untuk menggantikan kasih sayang, tetapi untuk menggantikan pemenuhan kebutuhan finansial,”katanya. Pada akhirnya asuransi dibutuhkan bukan karena ada yang meninggal, tetapi karena ada yang harus melanjutkan hidup.

Namun demikian, Himawan mengingatkan agar masyarakat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansialnya. “Jangan sampai semangat di awal lalu kemudian ada kendala. Banyak jenis produknya, Allianz punya semuanya silahkan dipilih saja sesuai kebutuhannya. Disesuaikan dengan perlindungan yang dibutuhkan,”sebutnya.

Allianz Life Indonesia juga meluncurkan produk terbarunya, SmartHealth Enterprise yang khusus didesain untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.  UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia yang berperan sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia. Data Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai lebih dari 60% dan menyerap tenaga kerja sebesar hampir 70% dari total penyerapan tenaga kerja nasional atau sekitar lebih dari 117 juta orang.

Saat awal terjadinya pandemi di dua tahun pertama pada tahun 2020 – 2021, 77% UMKM mengalami penurunan pendapatan sehingga tentu saja memengaruhi kelangsungan bisnisnya. Namun demikian dengan berbagai kebijakan pemerintah selama pandemi untuk membangun ekonomi kerakyatan, saat ini sebanyak 84.8% pelaku UMKM yang tadinya terpuruk sudah kembali beroperasi normal. Hal ini merupakan satu kondisi yang patut kita syukuri dan dukung bersama untuk bisa lebih berkembang lagi di masa pasca covid seperti saat ini. 

Sebagai salah satu upaya Allianz untuk ikut mendukung program pemerintah dan menjaga kelangsungan bisnis UMKM di Indonesia, serta sejalan dengan misi perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia (to insure more people), Allianz menyediakan SmartHealth Enterprise, asuransi kesehatan kumpulan yang bisa dimanfatkan oleh para pelaku UMKM di Indonesia untuk melindungi karyawan maupun keluarganya.

“Karyawan merupakan aset berharga bagi setiap perusahaan maupun pelaku UMKM. Dengan memberikan perlindungan kesehatan bagi karyawan dan keluarganya, maka akan memberikan ketenangan pikiran bagi karyawan saat ia bekerja dan sebagai bagian dari program retensi karyawan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk kemajuan perusahaannya atau UMKM tempat ia bekerja,” ungkap Himawan . 

Pelaku UMKM, lanjut dia, perlu memahami berbagai potensi risiko yang kemungkinan dapat terjadi dan bisa berdampak pada kelangsungan bisnisnya. SmartHealth Enterprise sangat sesuai dan efisien bagi para pelaku UMKM. Dengan minimal 5 orang peserta (termasuk 1 orang karyawan) sudah bisa mendapatkan perlindungan kesehatan bagi karyawan dan keluarganya. Selain itu juga ada berbagai pilihan plan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan premi yang menarik.

SmartHealth Enterprise memberikan manfaat utama berupa rawat inap dan beragam manfaat tambahan yang komprehensif dengan berbagai pilihan plan seperti booster batas manfaat tahunan, rawat jalan, rawat jalan opsional, kehamilan, persalinan, dan nifas, rawat gigi, serta kacamata. Disamping itu, juga terdapat berbagai layanan digital praktis meliputi kartu asuransi dan buku panduan digital yang dapat diunduh melalui eAZy Connect dan rawat jalan via aplikasi yang langsung dapat memotong manfaat asuransi melalui eAZy Med. 

Tidak hanya sebatas memberikan dukungan dengan menyediakan produk asuransi kesehatan kumpulan bagi para pelaku UMKM untuk memastikan kelangsungan bisnis saat terjadinya risiko, Allianz juga melakukan inisiatif demi mendorong perkembangan literasi digitalisasi bagi para pelaku UMKM di Indonesia, melalui berbagai pelatihan dan webinar yang memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk dapat memahami pentingnya media sosial untuk menjalankan praktik digital marketing sebagai bagian dari strategi

“Allianz akan terus mendukung upaya peningkatan literasi keuangan dan penetrasi asuransi di masyarakat Indonesia serta membantu pemerintah dalam mendukung perkembangan UMKM Indonesia. Kami percaya apabila pelaku UMKM telah mempersiapkan strategi penjualan bisnis beserta dengan perlindungan yang sesuai untuk karyawannya, maka kelangsungan bisnis  UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional pun dapat semakin terealisasikan,” tutup Himawan. penjualan bisnis demi memajukan usahanya di tengah tantangan perkembangan transformasi digital. 

Dalam kesempatan lain, Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, menjelaskan mengenai pentingnya dan cara mengelola keuangan secara bijaksana bagi kaum milenial, contohnya melalui asuransi. Dengan penduduk Indonesia didominasi oleh kaum milenial dan gen Z, yang secara persentase kedua kelompok ini mencapai lebih dari 50% dari populasi penduduk Indonesia, sangatlah penting bagi kelompok produktif ini untuk dapat mengatur keuangan dengan perencanaan keuangan yang cerdas. Hal ini dikarenakan ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat dikontrol, seperti PHK atau pemotongan gaji, terserang penyakit dengan biaya pengobatan yang besar, inflasi uang pendidikan, dan sentimen negatif karena geopolitik ataupun ekonomi yang mempengaruhi pasar investasi dan menyebabkan instrument investasi kita merugi.

“Mengatur keuangan dapat diibaratkan dengan membangun rumah, dimana terdapat dua pilar dalam rumah keuangan kita. Salah satu pilar tersebut adalah dana darurat untuk berjaga-jaga di saat kondisi darurat dengan jumlah tanggungan atau pekerjaan kita sebagai dasar penentuan berapa dana darurat yang perlu dipersiapkan. Idealnya, dana darurat dapat sebesar 3-6 bulan pengeluaran kita. Untuk pilar yang kedua, terdapat asuransi sebagai pilar untuk berjaga-jaga jika terjadi risiko yang tidak terduga atau tidak dapat dikontrol. Jika kedua pilar tersebut sudah kokoh, barulah kita siap untuk berinvestasi,” sebut Ni Made.

Dalam memilih asuransi, terdapat juga piramida asuransi dengan asuransi kesehatan menjadi prioritas utama. Asuransi kesehatan merupakan asuransi yang paling berdampak dalam hidup kita dan dapat dimulai dari memiliki BPJS, asuransi kantor, ataupun asuransi swasta. Kedua, terdapat asuransi penyakit kritis yang tidak kalah penting, karena biaya pengobatan penyakit kritis sangatlah mahal, dan sebagai bentuk berjaga-jaga apabila tidak ditanggung oleh BPJS ataupun asuransi kesehatan kantor. Ketiga, terdapat asuransi jiwa yang wajib dimiliki bagi yang sudah memiliki tanggung jawab atau tanggungan.

“Sangatlah penting bagi kita memperhatikan beberapa hal sebelum membeli asuransi. Bisa dimulai dengan cek reputasi perusahaan, dengan memastikan perusahaan tersebut terdaftar di OJK dan memiliki kondisi keuangan perusahaan yang baik. Selain itu, memiliki asuransi haruslah disesuaikan dengan kebutuhan. Dan ketiga, pertimbangkan berapa premi yang harus dibayarkan, metode dan periode pembayaran premi, dengan perhitungan idealnya, premi asuransi sebesar 10%-15% dari total income kita. Dengan begitu, kita dapat lebih bijak dalam memilih asuransi,” papar Ni Made. 

Mengingat pentingnya kaum milenial untuk turut berperan dalam membangun negara, Allianz Life Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya meningkatkan literasi finansial di Indonesia, memberikan layanan terbaik kepada nasabah, dan optimalisasi digital sebagai bagian dari misi perusahaan untuk melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia.

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com