Menu
Sign in
@ Contact
Search
BTPN, Foto: perseroan

BTPN, Foto: perseroan

Jaga Likuiditas, Bank BTPN Kaji Alternatif Pendanaan

Kamis, 26 Jan 2023 | 08:30 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) fokus menjaga likuiditasnya untuk mendukung penyaluran kredit lebih baik tahun ini. Selain dengan meningkatkan porsi dana murah (current account saving account/CASA), perseroan juga tengah mengkaji sumber pendanaan alternatif lainnya.

Merujuk laporan keuangan kuartal III-2022 perseroan, loan to deposit ratio (LDR) berada di level 155,90%, lebih tinggi dari kuartal III-2021 di posisi 136,61%. Hal ini menggambarkan likuiditas Bank BTPN yang cukup ketat. Meski demikian, Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar menilai bahwa loan to financing ratio (LFR) perseroan terjaga baik di bawah 100%, sehingga likuiditas disebut terjaga.

Baca juga: Gelar National Conference, INTA Group Perkuat Pertumbuhan Lini Usaha

Henoch mengatakan, sebagai bank hasil merger dari SMBC Indonesia dan BTPN, terlihat LDR lebih tinggi dibandingkan bank konvensional lainnya. Hal ini disebabkan perseroan mengandalkan pinjaman luar negeri yang didukung dari SMBC sebagai pemegang saham. Menurut dia, hal tersebut juga merupakan komitmen induk dalam mendukung perekonomian Indonesia.

Advertisement

“Kami kaji itu (penerbitan surat utang) dan lihat makroekonomi. Kami lihat itu sebagai sumber alternatif. LDR dari komposisi sumber dana, BTPN masih perlu memperbaiki komposisi di sisi CASA,” ujar Henoch di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Adapun, dana pihak ketiga (DPK) Bank BTPN pada kuartal III-2022 yang dihimpun mencapai Rp 92,01 triliun. Komposisinya masih dominan dari deposito yang sebesar Rp 52,11 triliun atau setara 56,64%, sedangkan porsi CASA masih sekitar 43,36% dibandingkan total DPK. Ke depan, perseroan akan mendorong porsi CASA agar lebih dominan dibandingkan deposito.

Baca juga: Totalindo Persada (TOPS) Bangun Hotel Soll Marina Alam Sutera Rp 74,8 Miliar

“Tentu kami beraspirasi untuk meningkatkan CASA, untuk itulah strategi yang kami terapkan adalah digitalisasi. Kami harap nasabah Bank BTPN mendapat kenyamanan bertransaksi digital, kita tahu dengan digitalisasi itu menciptakan financial solution dan lebih banyak memberikan hal positif,” kata Henoch.

Penuhi Free Float

Di samping itu, perseroan juga bakal memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di publik (free float) sebesar 7,5% sebelum akhir tahun ini. Direktur Kepatuhan Bank BTPN Dini Herdini menceritakan bahwa pada 2019 perseroan telah comply aturan free float.

Baca juga: Prodia (PRDA) Ekspansi Gerai Baru dan Layanan Digital

Namun, dengan adanya aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2021 yakni KEP-00101/BEI/12-2021 tahun 2021, rasio free float jadi berkurang. Dalam ketentuan baru tersebut, saham free float adalah saham yang dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5% dari seluruh saham tercatat; bukan dimiliki oleh pengendali dan afiliasi dari perusahaan; bukan dimiliki oleh anggota komisaris atau anggota direksi; dan bukan saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan.

“Saham direksi/komisaris dan treasury stock itu harus dikeluarkan, implikasinya saham kami jadi harus refloat lagi agar menjadi 7,5%. Sedangkan kami berkurang 1,08%, due date dari Bursa itu Desember 2023, kami harus sudah lepas ke pasar. Jadi masih punya waktu kami sell back ke pasar. Jadi, kami tidak comply karena ada aturan baru 2021 itu yang harus exclude saham direksi/komisaris dan saham treasury,” imbuh Dini.

Berdasarkan data RTI, komposisi kepemilikan saham Bank BTPN yakni SMBC memiliki 92,43%,, BCA 1,02%, BNI 0,15%, saham treasury 1,13%, dan masyarakat 5,27%.  

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com