Minggu, 2 April 2023

Kredit Pintar Gelar Kelas Pintar Bersama di Garut

Thomas E Harefa
5 Feb 2023 | 20:31 WIB
BAGIKAN
Kelas Pintar Bersama yang diadakan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2023) dengan tema Pintar Kelola Modal Biar Cuan Optimal.
Kelas Pintar Bersama yang diadakan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2023) dengan tema Pintar Kelola Modal Biar Cuan Optimal.

JAKARTA, investor.id – Sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong percepatan dan pemulihan ekonomi melalui literasi dan inklusi keuangan, Kredit Pintar menginisiasi Kelas Pintar Bersama di berbagai kota di Indonesia, salah satunya yaitu di Garut, Jawa Barat.

Kabupaten Garut telah dikenal luas sebagai daerah penghasil kerajinan kulit di Indonesia. seperti tas kulit, jaket kulit, sepatu kulit, dan lain-lain. Mengacu data terakhir tahun 2021 yang dirilis melalui situs https://opendata.jabarprov.go.id, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Garut yaitu berjumlah 349.863 unit UMKM.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut dalam lamannya menginformasikan bahwa terdapat 0,9 juta orang (75,48%) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir (Agustus 2021-Agustus 2022), pekerja sektor informal yang mencakup unit usaha berskala kecil ini meningkat hingga 21,10 poin dari Agustus 2021 yang besarnya 54,38%.

“Besarnya geliat UMKM di Kabupaten Garut pascapandemi Covid-19 tentu dapat menjadi pendorong perekonomian masyarakat setempat. Kredit Pintar berkomitmen untuk memberdayakan UMKM melalui rangkaian edukasi Kelas Pintar Bersama tentang edukasi dan pemberdayaan keuangan,” jelas Brand Communications Kredit Pintar Puji Sukaryadi dalam sambutannya saat membuka Kelas Pintar yang berlangsung di Collega Coffee & Resto, Jalan Pahlawan, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (4/2/2023).

Advertisement

Dia menjelaskan, hal ini sejalan dengan upaya OJK untuk meningkatkan literasi digital dan keuangan di antara segmen unbanked dan underbanked, serta upaya pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pasca-Covid19.

Hingga saat ini Kredit Pintar telah menyalurkan total pinjaman lebih dari Rp 31 triliun, di mana sekitar setengah nasabahnya meminjam uang untuk tujuan modal usaha kecil atau pendidikan. Total peminjam sejak Kredit Pintar didirikan berjumlah 9,8 juta nasabah. Kredit Pintar merupakan perusahaan penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi yang memiliki izin dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah beroperasi sejak 2017.

Pada kesempatan itu, Direktur Kredit Pintar Wisely Wijaya menjelaskan, Kelas Pintar Bersama merupakan persembahan Kredit Pintar untuk merangkul dan mengedukasi komunitas guna meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan UMKM.

“Dalam Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar juga mengajak para pembicara tamu untuk turut berpartisipasi dan berbagi tips yang bermanfaat bagi para peserta, berkaitan dengan pengelolaan keuangan serta produktivitas usaha,” jelas Wisely.

Komunitas UMKM Garut

Dalam Kelas Pintar Bersama yang diadakan di Garut, Sabtu (4/2/2023) dengan tema Pintar Kelola Modal Biar Cuan Optimal dihadiri oleh komunitas UMKM Garut bernama Mitra Parigel. UMKM Mitra Parigel dibina langsung

oleh Dinas Koperasi yang mempunyai anggota hampir 300 orang. Salah salah satu perannya adalah membantu para UMKM dalam hal mengurus perizinan dan legalitas usaha.

Edwin Januari, pemilik usaha Morena Food menjelaskan, 80% anggota komunitas adalah produsen kerajinan tangan seperti bros, gantungan kunci, dan aksesoris lainnya. Selain itu ada pula usaha makanan seperti burayot yang terbuat dari tepung beras, dodol garut, yang terbuat dari buah-buahan, aneka keripik, bakso aci kemasan, minuman seperti ekstrak lemon perasan, sirup markisa, kopi bubuk, minuman herbal, hingga pakaian seperti jaket kulit, batik, dan sutera.

Edwin yang juga pendamping UMKM Jabar Juara, pada kesempatan Kelas Pintar Bersama tersebut  didapuk sebagai narasumber untuk berbagi kiat usahanya kepada para audiens. Dia menceritakan memulai usaha dalam pembuatan aneka macam keripik sejak tahun 2017. Tergerak karena hasil panen yang cukup melimpah di Garut, Ia melihat hasil panen tersebut bisa menjadi ide camilan yang enak dan bergizi. Dia juga memaparkan, dalam berdagang, awal tujuannya berniat dengan yang kecil-kecil

terlebih dahulu, sayang sama yang kecil, dengan modal usaha yang juga relatif kecil. Tidak berharap terlalu besar.

“Meski sedikit, tapi lancar. Daripada sudah memproduksi banyak namun barang yang diretur juga banyak, lebih baik sedikit- sedikit dulu tapi laku. Baru setelah itu mulai berinovasi dengan membuat produk baru namun tidak jauh-jauh dari produk yang kita buat,” papar Edwin.

Sejak 2022 lalu Kredit Pintar secara konsisten mengadakan Kelas Pintar Bersama, tak hanya di Ibukota Provinsi yang ada di Indonesia, namun juga menjangkau daerah-daerah setingkat Kabupaten. Wisely menambahkan, melalui Kelas Pintar Bersama pihaknya berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi wilayah-wilayah lain di Indonesia. Sebab, terdapat potensi-potensi UMKM yang dapat dirangkul demi mendorong literasi dan inklusivitas keuangan yang lebih luas lagi menuju percepatan pemulihan perekonomian Tanah Air.

Editor: Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN

Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Jalin Kolaborasi dengan Mineski, LinkAja Hadirkan Fitur mgames

Kehadiran mgames di aplikasi LinkAja untuk memperkaya pengalaman bertransaksi digital bagi lebih dari 80 juta pengguna LinkAja.
Market 26 menit yang lalu

Duh, Kerugian Indofarma (INAF) Bertambah Besar hingga 10 Kali Lipat Lebih

Indofarma (INAF) belum keluar dari masa-masa sulit. Kerugian bertambah besar hingga 10 kali lipat lebih.
Market 3 jam yang lalu

Antam (ANTM) Investasi Besar-besaran, Potensi Cuan Sahamnya Masih Tebal

Antam (ANTM) akan investasi besar-besaran seiring keterlibatannya dalam ekosistem kendaraan listrik (EV). Potensi cuan ANTM masih tebal.
Business 3 jam yang lalu

Teknologi OpenAI pada Zoom Memperkuat Fleksibilitas Pengguna

Membangun solusi AI ke dalam produk Zoom untuk mendukung pelanggan agar menjadi lebih produktif.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

12 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT, Tingkat Kepatuhan?

Hingga 31 Maret 2023 pukul 24.00 WIB, DJP telah menerima 12,01 juta Surat Pemberitahuan (SPT Tahunan) dari wajib pajak.
Copyright © 2023 Investor.id