Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kolaborasi antara bank dan fintech

Kolaborasi antara bank dan fintech

4 Faktor Penting Sinergi Bank dan Fintech

Senin, 21 September 2020 | 13:41 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang mengatakan bahwa BRI Agro sudah bekerja sama dengan fintech Investree dan Fabelio.

Kolaborasi dengan fintech dinilai menguntungkan kedua belah pihak dan proses kredit akan semakin cepat dan lebih efisien, sehingga ke depan diharapkan dampaknya semakin besar (multiplier effect).

Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang
Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang

Demikian dikemukakan Ebeneser Girsang dalam acara Literasi Keuangan: Transformasi Digital di Sektor Agribisnis, yang diselenggarakan dalam rangka HUT PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (Bank BRI Agro) ke-31 tahun, bekerja sama dengan Majalah Investor dan media lain dalam BeritaSatu Media Holdings (BSMH).

Hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi, CEO/Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo, dan Wakil Ketua Komite Tetap Kehutanan Kadin Indonesia Imron Zuhri.

Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu.

Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.
Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, potensi sinergi antara perbankan dan fintech semakin luas, tidak hanya sebagai channel menyalurkan pinjaman kredit perbankan, tapi bisa memberikan solusi keuangan lain, bahkan membantu menyasar segmen nanomikro yang tidak tersentuh bank.

“Memang pada awal mula industri fintech berkembang 5 tahun lalu, sering dianggap musuhnya bank, adanya fintech disebut menggerogoti bank, tapi di Indonesia berbeda. Saya lihat banyak kue yang belum diisi bank, kehadiran fintech jadi pelengkap. Ada 65 juta UMKM, dan ternyata dari 65 juta itu banyak yang belum terpenuhi layanan bank,” ucapnya.

Direktur Utama BRI Agro, Ebeneser Girsang, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, CEO, Co-Founder Fabelio, Marshall Tegar Utoyo, Wakil Ketua Komite Kehutanan Kadin Indonesia, Imron Zuhri dan Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu dalam acara Literasi Keuangan dengan tema Transformasi Digital Di Sektor Agribisnis di Jakarta, Kamis (17/9/2020). Acara literasi keuangan ini diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 tahun yang bekerja sama dengan Majalah Investor. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Utama BRI Agro, Ebeneser Girsang, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, CEO, Co-Founder Fabelio, Marshall Tegar Utoyo, Wakil Ketua Komite Kehutanan Kadin Indonesia, Imron Zuhri dan Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu dalam acara Literasi Keuangan dengan tema Transformasi Digital Di Sektor Agribisnis di Jakarta, Kamis (17/9/2020). Acara literasi keuangan ini diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 tahun yang bekerja sama dengan Majalah Investor. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investree sudah bekerja sama dengan BRI Agro sebagai channeling kredit. Fintech ini bisa membantu proses akuisisi nasabah, serta melakukan risk profiling calon debitur. Selain itu, bank juga bisa menjadi pemegang saham fintech.

BRI melalui BRI Venture juga sebagai pemegang saham Investree. Yang saya lihat antara bank dan fintech terkait dua dunia yang berbeda, yang satu highly regulated, kalau fintech lebih agile atau lincah. Bagaimana menggabungkan highly regulated dan agile, yang pasti yang paling penting dari mindset management apa sudah menerapkan transformasi atau hanya slogan, BRI Agro saya lihat sudah optimal,” tandas dia.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi

Menurut Adrian, terdapat empat faktor yang penting dalam sinergi bank dan fintech. Pertama, rencana yang merupakan faktor paling penting sebelum melakukan kolaborasi.

Kedua, edukasi yang juga perlu dukungan dari regulator seperti OJK untuk memuluskan sinergi bank dan fintech. Ketiga, sinkronisasi mulai dari proses dokumen fisik menjadi dokumen digital, di mana fintech membuat proses semulus mungkin dengan memberikan pengalaman kepada nasabah. Keempat, tim dan kolaborasi dilakukan dengan menyesuaikan SOP sehingga memudahkan kerja sama.

“Tadinya, Investree fokus fintech lending. Kami kemudian menjadi orkestrator, kami hubungkan UKM kepada institusi perbankan seperti BRI Agro, kami juga terkoneksi dengan platform pengadaan baik di BUMN atau swasta, ini sinerginya supaya UKM (usaha kecil dan menengah) naik kelas,” papar Adrian.

Dalam kerja sama dengan perbankan, Investree sudah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 144,75 miliar melalui sistem channeling, sedangkan total penyaluran kredit Investree senilai Rp 7 triliun. Sedangkan untuk channeling kredit dari BRI Agro, sejak Desember 2019 sampai saat ini outstanding-nya sebesar Rp 27,5 miliar dengan berbagai produk.

“Yang unik adalah masa durasi pinjaman yang singkat, 2-3 bulan dan sampai saat ini NPL 0%, ini menunjukkan kualitas asetnya bagus. Kami berupaya mendigitalisasi agrikultur serta perikanan, dan kami sepakat kolaborasi ini bisa dibangun,” ujar dia.

CEO/Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo
CEO/Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo

Sedangkan Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo mengatakan mendapatkan banyak manfaat dari kerja sama dengan BRI Agro dan Investree. Sebagai platform bidang furniture yang menghubungkan antara pembeli dan penjual beragam furniture, Fabelio membutuhkan modal untuk mendukung para supplier yang merupakan UKM.

“Kami sudah kerja sama dengan lebih dari 100 UKM yang produksi furniture di Indonesia. Indonesia punya peluang besar dan market size US$ 6,7 miliar. Dengan rumah baru di tahun 2019-2020 ada 1,35 juta, kami capture pasar ini, kami punya growth 65 kali dari pertama mulai,” kata Marshall.

Saat ini, Fabelio memiliki 20 showroom yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Di tengah pandemi, ketika industri furniture mengalami penurunan hingga 10-20%, justru Fabelio tumbuh 25% karena bisnisnya dilakukan secara online.

“Pertumbuhan yang cepat ini membuat supplier kami butuh modal. Kami sudah kerja sama dengan Investree terkait kebutuhan dana yang tepat waktu, dan dengan BRI Agro juga untuk mendorong pertumbuhan supplier kami, peran fintech di sini penting juga,” tambah dia. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN