Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

AAJI Berharap Hasil Investasi Bisa Kembali Pulih Tahun Depan

Senin, 30 November 2020 | 04:27 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berharap hasil investasi bisa kembali pulih tahun depan seiring dengan tren pemulihan ekonomi nasional. Hasil investasi secara perlahan diharapkan bisa kembali tumbuh 15-20%.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyampaikan, tren perbaikan hasil investasi sudah mulai terjadi. Namun demikian, perkembangan kasus Covid-19 menjadi kendala tersendiri terhadap perkembangan kinerja IHSG. Karena banyak dari instrumen investasi asuransi jiwa ditempatkan di saham dan reksa dana saham.

"Saya pikir, kita tetap optimistis tapi juga hati-hati. Kita berharap dengan adanya vaksin, tidak muluk-muluk setidaknya (hasil investasi) bisa kembali ke sebelum Covid-19 terjadi. Kita kalau melihat pertumbuhan investasi di asuransi jiwa itu kan cukup lumayan, pertumbuhannya sekitar 15-20%. Kita harap bisa kembali ke sana dulu," kata Togar, akhir pekan lalu.

Togar Pasaribu - Direktur Eksekutif  Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam diskusi Zooming with Primus: Peran Asuransi saat Pandemi. Sumber; BSTV
Togar Pasaribu - Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Sumber; BSTV

Berdasarkan data AAJI, hasil investasi asuransi jiwa sampai dengan kuartal III-2020 memang merosot tajam sampai dengan 252,8% secara tahunan (year on year/yoy). Hasil investasi turun dari Rp 11,50 triliun di kuartal III-2019 menjadi minus Rp 17,57 triliun di kuartal III-2020.

Jika ditilik kinerja sepanjang tahun 2020, hasil investasi memang sempat terjerembab minus Rp 47,85 triliun di kuartal I-2020 sebagai akibat dari pandemi Covid-19. Hasil investasi kemudian berhasil dibukukan positif Rp 26,23 triliun pada kuartal II-2020.

Hasil positif masih ditorehkan pada kuartal III-2020 tapi hanya sebesar Rp 4,05 triliun. Perbaikan di dua kuartal terakhir itu belum mampu mengembalikan hasil investasi ke posisi semula.

Melihat setiap kali terjadi krisis dan pasti memberikan pukulan terhadap kinerja hasil investasi, serta pelbagai perubahan yang ada di pasar mendorong AAJI menyampaikan usul. Salah satunya adalah berharap pemerintah terus memberi dukungan dengan mengeluarkan regulasi yang mendorong inovasi.

ELIN WATY, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia. Foto: Invvestor Daily/EMRAL
ELIN WATY, Foto: Invvestor Daily/EMRAL

"Pemerintah bisa menyiapkan Surat Berharga Negara (SBN) khusus untuk industri asuransi jiwa agar dapat memenuhi porsi kewajiban 30% terhadap total portofolio investasi, sementara saat ini instrumen tersebut dinilai langka untuk asuransi jiwa," kata Ketua Bidang Kerjasama dan Internasional AAJI Elin Waty.

Di sisi lain, Ketua Bidang Keuangan, Pajak, dan Investasi AAJI Simon Imanto menyampaikan, perusahaan asuransi perlu mengantisipasi segala kemungkinan di masa mendatang. Investasi jangka panjang pada surat utang BUMN infrastruktur patut diperhitungkan. Dia juga memprediksi, meski kedepannya portofolio surat utang akan meningkat tapi porsi saham dan reksadana saham masih mendominasi.

Kepala Departemen Pajak, Keuangan, dan Investasi AAJI Simon Imanto. Foto: aaji.or.id
Kepala Departemen Pajak, Keuangan, dan Investasi AAJI Simon Imanto. Foto: aaji.or.id

"Intinya setiap ada SBN jangka panjang kita selalu ikut berpartisipasi karena mendukung asset liability management yang ada di industri asuransi jiwa. Untuk perubahan portofolio, jika porsi terbesar masih di unit linked, sesuai pilihan nasabah, itu akan mengikuti atau artinya tidak akan terlalu bergeser. Jadi kalau komposisi saham, reksadana saham, dan obligasi itu mencapai 65% itu tidak akan banyak perubahan," terang Simon.

Sementara itu, Wiroyo Karsono, Ketua Bidang Komunikasi dan Marketing AAJI mengatakan, kinerja hasil investasi sampai kuartal III-2020 menjadi salah satu kontributor terbesar yang membuat pendapatan asuransi jiwa menurun 25,1% (yoy) menjadi Rp 123,56 triliun.

Pidato Wakil Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono saat acara Investor Awards Best Insurance 2018 di Jakarta, Selasa (24/7). FOTO: UTHAN A RACHIM
Wakil Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono  FOTO: UTHAN A RACHIM

Selain hasil investasi, pendapatan premi yang terkontraksi 7,9% (yoy) menjadi Rp 133,99 triliun turut memengaruhi pencapaian pendapatan asuransi jiwa.

Dia menuturkan, secara umum kinerja dari sejumlah lini pendapatan asuransi jiwa itu telah mengalami proses pemulihan (recovery) jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal sebelumnya.

Seperti yang terjadi pada tren pendapatan premi baru dan kinerja hasil investasi secara kuartalan. Pihaknya optimistis pemulihan bisa berlanjut sampai akhir tahun ini.

"Kami berpandangan optimis sambil tetap berhati-hati dalam mengambil langkah, selain itu kami juga melihat perkembangan pasar modal yang konsisten berada di zona positif pada Oktober dan November 2020 serta tren IHSG yang membaik, dimana kinerja pasar modal sangat berpengaruh kepada kinerja industri asuransi jiwa. Program PEN juga memberi dampak positif agar perekonomian semakin kondusif dan tingkat konsumsi membaik," ujar Wiroyo.

Dia pun meyakini, tren pemulihan bahkan diprediksi terus berlanjut sampai dengan tahun depan. Hal itu didukung oleh kabar baik dari keberhasilan percobaan vaksin Covid-19 dan implementasi vaksin di Indonesia yang diharapkan bisa terselenggara awal tahun depan.

Selain itu, kebijakan relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendukung upaya adaptasi industri asuransi jiwa menghadapi krisis atas Covid-19.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN