Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

AAJI Minta Pemerintah Siapkan SBN Khusus untuk Asuransi Jiwa

Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:49 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berharap pemerintah bisa menyiapkan surat berharga negara (SBN) khusus untuk industri asuransi jiwa. Karena kini instrumen tersebut dinilai langka untuk asuransi jiwa dapat memenuhi porsi kewajiban 30% terhadap total portofolio investasi.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyampaikan, meningkatnya minat asuransi jiwa terhadap instrumen investasi SBN telah tercermin dari pergeseran portofolio investasi di semester I-2020. Portofolio saham dan reksa dana mulai dialihkan ke instrumen SBN dan sukuk korporasi karena kondisi pasar modal di Indonesia kurang kondusif selama semester I-2020.

Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Dia mengatakan, regulasi mewajibkan industri asuransi jiwa memiliki investasi pada instrumen SBN sebesar 30%. Terlepas dari prospek SBN itu sendiri, besaran kewajiban tersebut juga yang mendorong minat industri asuransi jiwa menempatkan investasinya pada instrumen SBN.

"Namun demikian, industri asuransi jiwa berharap akan adanya produk  instrumen investasi SBN yang dikeluarkan khusus oleh Pemerintah Indonesia untuk industri asuransi jiwa, mengingat adanya kelangkaan akan produk instrumen investasi SBN di pasar uang Indonesia," kata Togar kepada Investor Daily, Selasa (13/10) malam.

Sementara itu, dia mengemukakan, sejatinya AAJI melihat bahwa kinerja hasil investasi asuransi jiwa menunjukan indikasi positif untuk terus pulih. Tetapi pihaknya tetap memiliki harapan terhadap pemerintah atas produk investasi, sambil terus memegang prinsip kehati-hatian dalam beroperasi.

Indikasi positif yang dimaksud, kata dia, adalah terdapat peningkatan kinerja hasil investasi dari kuartal I-2020 ke kuartal II-2020 sebesar Rp 26,07 triliun.

Kinerja itu bisa dicapai meskipun terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi dari 2,97% di kuartal I-2020 menjadi -5,32% di kuartal II-2020, sekaligus penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,9% selama semester I-2020.

Togar memaparkan, pihaknya juga mencatat adanya perlambatan total investasi dalam industri asuransi jiwa. Total investasi melambat di semester I-2020 sebesar 10,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 432,87 triliun. Hal itu dipengaruhi oleh menurunnya jenis investasi saham sebesar 28,0% dan portofolio investasi reksa dana sebesar 13,5%.

Dia menuturkan, perlambatan yang terjadi pada tahun 2020 ditambah dengan berbagai sentimen yang ada, menjadikan tahun 2020 sebagai tahun yang menantang bagi setiap industri.

"Kami perlu sampaikan juga bahwa di tengah tantangan, industri asuransi jiwa konsisten berusaha memberi perlindungan kepada masyarakat dan berkontribusi pada menjaga ketahanan keluarga serta pembangunan nasional melalui penempatan dana jangka panjang industri asuransi jiwa, dengan prinsip kehati-hatian," ujar dia.

Togar menambahkan, selain industri asuransi jiwa yang mesti menjalankan prinsip kehati-hatian, hal serupa juga perlu dilakukan oleh para nasabah maupun masyarakat. Karena perlu diingat dan dipahami, bahwa produk asuransi yang menawarkan investasi pada umumnya juga memiliki risiko karena likuiditas portofolio investasi (underlying investment) yang terkait dengan ekonomi makro termasuk pasar modal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN