Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe, sambut positif kebijakan countercyclical yang dikeluarkan OJK.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe, sambut positif kebijakan countercyclical yang dikeluarkan OJK.

AAUI Sambut Positif Kebijakan Countercyclical untuk Atasi Dampak Covid-19

Windarto, Jumat, 3 April 2020 | 16:45 WIB

Jakarta-Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyambut positif keluarnya surat OJK nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020 perihal Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bagi Perusahaan Perasuransian. Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe menungkapkan, merespons kebijakan tersebut AAUI menilai positif langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan industri jasa keuangan dalam menghadapi dampak penyebaran covid-19 saat ini dan kedepan. Dengan kebijakan itu, industri asuransi masih mendapatkan kesempatan untuk tetap survive dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Negara.

Dalam surat edaraan tersebut OJK juga menyampaikan kebijakan relaksasi pembatasan pada Asset Yang Diperkenankan dalam bentuk bukan investasi pada tagihan premi penutupan langsung termasuk tagihan premi koasuransi, tagihan premi reasuransi diperpanjang dari 2 bulan menjadi 4 bulan sejak tanggal jatuh tempo pembayaran dalam polis dimaksudkan agar piutang premi tersebut masuk dalam perhitungan Asset Yang Diperkenankan dan menjaga tingkat solvabilitas perusahaan asuransi.

Menurut Dody, relaksasi tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan pembayaran premi asuransi dari Tertanggung yang terkena dampak penyebaran covid-19. Sebelumnya AAUI telah menyampaikan himbauan kepada perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi anggota AAUI, khususnya yang melekatkan klausula pemutusan pertaggungan otomatis dalam polis, untuk memberikan kelonggaran perpanjangan periode pembayaran premi asuransi dan premi reasuransi. “Hal tersebut dimaksudkan sebagai mitigasi potensi pembatalan polis asuransi otomatis secara hukum yang dapat merugikan Tertanggung dan dispute saat terjadi klaim,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Dody, agar kewajiban Tertanggung / Pemegang Polis terhadap pembayaran premi asuransi tidak mempengaruhi pembayaran klaim yang merupakan kewajiban perusahaan asuransi, maka Tertanggung / Pemegang Polis dihimbau menghubungi perusahaan asuransi penerbit polis terkait kontrak asuransi yang telah disepakati.

AAUI telah menghimbau perusahaan asuransi agar melakukan komunikasi kepada Tertanggung / Pemegang Polis dengan mengidentifikasi tertanggung berdasarkan kebutuhannya dan tetap mengacu kepada kondisi kontrak asuransi. Mengingat bahwa jatuh tempo yang ada juga terkait dengan kewajiban perusahaan asuransi kepada penanggung ulangnya, maka hal yang sama juga dilakukan kepada Reasuradur atas polis asuransi yang bersangkutan.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN