Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi asuransi.

Ilustrasi asuransi.

Absennya Asuransi Menanggung Risiko Peristiwa Besar Jadi Sorotan

Minggu, 16 Okt 2022 | 11:44 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Sektor perasuransian diminta lebih aktif untuk menyerap risiko berbagai penyelenggaraan acara atau peristiwa besar. Belajar dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, asuransi absen dalam menunjukkan peran dan kontribusinya.

Seperti diberitakan, pemerintah menanggung penuh biaya pengobatan dan perawatan korban Tragedi Kanjuruhan. Selain itu, pemerintah memberikan santunan yang diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo senilai Rp 50 juta atas setiap korban jiwa kepada keluarga atau ahli waris.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ikut memastikan menanggung biaya-biaya lain. Misalnya, biaya perawatan setiap korban cedera fisik maupun cedera psikis, termasuk dengan memberikan bantuan sosial.

Baca juga: Kuartal III, BRI Life Bukukan Pendapatan Premi Rp 6,9 Triliun

Advertisement

Di sisi lain, Tragedi Kanjuruhan turut mencatatkan kerugian materiil khususnya dari pihak Kepolisian. Setidaknya ada sebanyak 13 unit kendaraan rusak atau terbakar imbas dari peristiwa tersebut.

Absennya peran sektor asuransi ini menjadi sorotan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, hasil dari komunikasi antara regulator dan pihak asosiasi menemukan bahwa tidak ada risiko yang diserap asuransi dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

"OJK telah berkomunikasi dengan asosiasi dan mengidentifikasi bahwa tidak ada yang diasuransikan dalam peristiwa besar ini. Baik dalam hal atlet profesional atau dalam hal acaranya, termasuk memberi perlindungan penonton," kata Ogi di Nusa Dua, Bali, baru-baru ini.

Baca juga: Bencana Alam Merebak, Kenali Jenis-jenis Asuransi Mobil yang Anda Butuh 

Karena itu, OJK meminta perusahaan asuransi dapat memberikan rekomendasi agar nantinya bisa lebih berkontribusi secara nyata dalam hal penyelenggaraan acara besar. Khusus penyelenggaraan pertandingan sepak bola, asuransi setidak-tidaknya bisa memberikan perlindungan atas risiko acara itu sendiri, risiko yang mungkin terjadi kepada atlet, maupun risiko yang dialami penonton.

"Bersama-sama kita akan rekomendasikan kepada Presiden Indonesia dan tim yang bertugas di acara-acara besar. Tidak hanya untuk penyelenggaraan sepak bola, tapi acara-acara besar lainnya. Kontribusi ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan asuransi tentang risiko peristiwa besar," beber Ogi.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo mengungkapkan bahwa risiko akan selalu ada, apalagi dalam suatu peristiwa besar. Namun harus diakui, belum ada laporan klaim yang masuk terkait Tragedi Kanjuruhan yang terjadi belum lama ini.

"Tragedi Kanjuruhan datanya banyak yang meninggal, tapi tidak ada yang mengajukan klaim asuransi. Kita tahu di sana ada risiko-risiko, dimana risiko itu juga bisa ditransfer ke asuransi," ujar Widodo.

Baca juga: Klaim Meningkat, Wujud Asuransi Jiwa Semakin Besar Bantu Perlindungan Keluarga  

Dia pun menerangkan, memang pendekatan mesti dilakukan dengan pihak penyelenggara. Mereka mesti ditekankan bahwa akan selalu ada risiko di setiap penyelenggaraan acara. Disinilah, peran asuransi untuk turut menyerap risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi.

Menurut Widodo, sejatinya sudah ada berbagai jenis produk untuk meng-cover berbagai risiko di suatu acara atau peristiwa besar. "Produk ada terkait public entity, event insurance, bahkan ada asuransi yang menanggung risiko pembatalan acara atau namanya itu event cancellation," jelas dia.

Sebagai gambaran peran asuransi dalam menanggung kerugian materiil, AAUI mencatat beberapa klaim besar di sektor asuransi umum sepanjang tahun ini. Klaim sebesar US$ 80 juta untuk kerugian yang dialami Bumi Suksesindo, dengan rincian US$ 20 juta atas kerugian material dan US$ 60 juta terkait gangguan bisnis pada 10 Maret 2022.

Baca juga: Semester I-2022, Premi Asuransi Jiwa Nasional Turun 9,47%

Selain itu, kerugian yang dialami OKI Pulp and Paper pada 31 Mei 2022 memiliki potensi klaim mencapai US$ 190 juta karena peristiwa kerusakan material dan kerugian sementara interupsi bisnis. Dengan alasan yang sama, klaim senilai US$ 113 juta juga akan dibayarkan kepada PCI Electronic International atas peristiwa 7 Juni 2022.

Asuransi jiwa juga mencatatkan perannya dalam peristiwa besar. Dalam hal ini, sektor asuransi jiwa mencatat akumulasi pembayaran klaim terkait Covid-19 mencapai Rp 9,72 triliun sejak Maret 2020 sampai dengan Juni 2022. Klaim yang dibayarkan menyangkut risiko kesehatan, rawat inap, isolasi mandiri (isoman), sampai dengan meninggal dunia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com