Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adira Finance.

Adira Finance.

DIVERSIFIKASI PENDANAAN

Adira Finance Peroleh Pinjaman Sindikasi US$ 300 Juta

Nida Sahara, Selasa, 21 Januari 2020 | 10:54 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) telah melaksanakan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi sebesar US$ 300 juta di Singapura. Hal tersebut sebagai langkah diversifikasi sumber pendanaannya melalui pinjaman sindikasi dalam mata uang asing. Penandatanganan pinjaman sindikasi tersebut dilakukan pada Jumat (17/1) pekan lalu.

Pengaruh Indonesia di ekonomi global yang semakin kuat mendorong bank-bank luar negeri untuk memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan Indonesia dengan kinerja yang mumpuni. Sementara kepercayaan investor terhadap Adira Finance tetap kuat, terlihat dari penerbitan pinjaman sindikasi ini yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 3 kali dari rencana awal. "Kami berhasil merampungkan pinjaman sindikasi

kedelapan. Fasilitas ini sebagai diversifikasi pendanaan dan akan dipergunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan di Indonesia dan digunakan untuk membantu pencapaian pertumbuhan pembiayaan di tahun 2020," kata Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/1).

Fasilitas pinjaman tersebut telah berhasil menarik minat para investor asing yang mayoritas berasal dari Singapura, Taiwan dan Jepang. Fasilitas berjumlah US$ 300 juta ini memiliki tenor 3 tahun dengan tingkat bunga yang kompetitif.

Dalam proses penerbitan pinjaman sindikasi tersebut, Adira Finance menunjuk MUFG Bank, Ltd, ANZ Bank Ltd, DBS Bank Ltd, Maybank Ltd, dan United Overseas Bank Limited. sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners.

Hafid menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya sejak penerbitan pinjaman sindikasi yang pertama, perseroan akan melakukan lindung nilai penuh (fully-hedged) ke dalam mata uang rupiah untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk).

Dengan dukungan dari pemeringkat kredit Internasional yaitu dari Moody’s dan Fitch, dimana perseroan memperoleh peringkat Baa2 dan BBB (investment grade) yang merupakan rating yang sama dengan Republik Indonesia."Kami berharap akan memperkuat posisi pasar dan tingkat kepercayaan di komunitas keuangan, sehingga kami mendapatkan kesempatan untuk terus berupaya memperoleh sumber pendanaan yang kompetitif," ungkap Hafid.

Sementara itu, Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan, Adira Finance terus mendiversifikasi sumber dananya sehubungan dengan pertumbuhan kebutuhan pendanaan perusahaan. Adapun fasilitas pinjaman dalam mata uang asing memberikan kontribusi sebesar 30,4% atas total pendanaan sendiri yang mencapai Rp 22,9 triliun pada Desember 2019.

Sekitar 21% dari pendanaan sendiri merupakan pinjaman dari bank lokal dan 48% berasal dari pendanaan melalui pasar modal berupa obligasi dan sukuk mudharabah. "Dengan keseluruhan total pinjaman tersebut, gearing ratio berada di level 2,8 kali pada sepanjang 2019," papar Made.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA