Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli saat pemaparan kinerja perusahaan tahun buku 2020, Senin (22/2). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli saat pemaparan kinerja perusahaan tahun buku 2020, Senin (22/2). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Adira Finance Proyeksi Pembiayaan Baru Naik 30% di 2021

Senin, 22 Februari 2021 | 21:20 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memproyeksikan pembiayaan baru tumbuh 20-30% di tahun ini menjadi Rp 24 triliun. Proyeksi tersebut didukung pertumbuhan yang merata dari seluruh lini pembiayaan.

Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli menyampaikan, kinerja bisnis perseroan di tahun ini pasti lebih baik dibandingkan tahun 2020. Semua produk yang dijajakan pun diproyeksi akan tumbuh secara merata di tahun ini.

"Laba belum bisa kita ungkapkan, yang bisa kita ungkapkan adalah target penjualan kita naik 20-30%, dari Rp 18 triliun menjadi Rp 24 triliun di 2021," kata Hafid saat paparan kinerja keuangan tahun 2020, Senin (22/2).

Hafid mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi dan inisiatif dalam rangka pengembangan bisnis. "Antara lain memperkuat dan meningkatkan pangsa pasar di bisnis otomotif dengan memberikan berbagai program penjualan yang menarik bagi nasabah, memperluas usaha pada bisnis non-otomotif (produk multiguna, dan fee based income dan lain-lainnya), mempercepat investasi dalam digitalisasi dan inisiatif yang berpusat pada customer centric, dan terus menyederhanakan proses kami menjadi lebih sederhana, cepat dan efisien," ujar Hafid.

Sementara itu, dia memaparkan, pembiayaan baru di tahun 2020 sebesar Rp 18,6 triliun atau turun 51% (yoy) dari pencapaian tahun sebelumnya. Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor masing-masing menurun sebesar 46% (yoy) dan 52% (yoy). Sehingga pangsa pasar perseroan pada segmen mobil dan sepeda motor juga ikut turun masing masing menjadi 4,1% dan 9,5% di tahun 2020.

"Kami juga lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi pembiayaan baru pada tahun lalu untuk menghadapi peningkatan risiko kredit. Dengan demikian total piutang yang dikelola perusahaan sebesar Rp 44,0 triliun, turun 20% (yoy) di 2020," kata dia.

Di samping itu, perseroan turut berpartisipasi dalam program restrukturisasi kredit pemerintah bagi konsumen yang terkena dampak langsung pandemi Covid-19. Hingga akhir Desember 2020, jumlah nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasi ada sebanyak 827 ribu kontrak atau sekitar Rp 18,9 triliun mewakili sekitar 35% dari piutang yang dikelola per Februari 2020. Seiring waktu, sekitar 80% dari pinjaman nasabah yang telah direstrukturisasi telah mulai membayar kewajiban cicilannya.

Hafid menambahkan, sampai akhir 2020 rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) tercatat di level 1,9% dan diproyeksi sedikit meningkat di tahun ini. "Proyeksi NPL tahun ini kita targetkan sedikit diatas 2%. Karena kita melihat situasinya memang sudah membaik tetapi memang masih akan sedikit meningkat," imbuh dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN