Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Adrian Panggabean: Rupiah akan Bergerak di Rentang 14.925-14.975

Gora Kunjana, Selasa, 12 Mei 2020 | 09:47 WIB

JAKARTA, investor.id -  Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi (12/5/2020) melemah 53 poin atau 0,35% menjadi Rp 14.948 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.895 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean, dalam wawancaranya via telepon dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (12/5/2020) mengatakan, pergerakan rupiah pagi ini sama dengan beberapa hari yang lalu berada di kisaran sempit.

“Rupiah akan bergerak pada rentang 14.925-14.975. Jadi pada kisaran rentang 50 bps hari ini,” katanya.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Menurut dia, kalau perdagangan rupiah sepi yang berperan besar adalah bank sentral. “Saya tidak tahu persis bagaimana apakah ingin membawa rupiah ini lebih kuat lagi atau pada level yang lebih lemah,” katanya.

Namun, lanjut Adrian, pada level 14.900 ini sudah ada lepas kait antara valuasi rupiah dengan salah satunya major currencies. Jika dilihat dari index dollar yang sudah di atas 100 maka rupiah melemah. Tetapi jika dilihat dari regional currencies, rupiah sudah terapresiasi.

“Yang kedua, yang lebih penting lagi pada penguatan rupiah di bawah 15.000 ini sebetulnya tidak merefleksikan fundamental rupiah. Karena pada saat rupiah menguat sebenarnya seluruh fundamentalnya itu melemah,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN