Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembukaan Fintech Exhibition 2019 di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (29/11/2019). Foto:Istimewa

Pembukaan Fintech Exhibition 2019 di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (29/11/2019). Foto:Istimewa

AFPI Targetkan 10 Ribu Pengunjung dari Pameran Fintech di Surabaya

Amrozi Amenan, Jumat, 29 November 2019 | 19:06 WIB

SURABAYA, investor.id -Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menargetkan 10 ribu jumlah pengunjung pada gelaran Fintech Exhibition 2019 yang berlangsung pada 29 November-1 Desember 2019 di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya.

Dikemas dalam kegiatan talkshow, exhibition, dan entertainment serta penyajian beragam informasi produk dan layanan dari 70 perusahaan penyelenggara fintech lending di Indonesia, Fintech Exhibition 2019 dibuka oleh perwakilan Pemprov Jatim.

Mengambil tema #MulaiDenganFintech, juga dihadiri oleh perwakilan Pemkot Surabaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, dan OJK Regional 4 Jawa Timur.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan, Surabaya sebagai pusat perekonomian Jatim menjadi bagian dalam peningkatan industri fintech lending. Melalui gelaran acara ini, pihaknya berharap masyarakat di Jatim semakin mengetahui tentang industri fintech lending yang berizin dan terdaftar di OJK.

“Sehingga ketika ingin bertransaksi menggunakan industri ini sudah bisa membedakan mana fintech lending yang resmi dan mana yang ilegal,” ujar Adrian saat pembukaan Fintech Exhibition Surabaya 2019 di Surabaya, Jumat (29/11).

Pembukaan Fintech Exhibition 2019 di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (29/11/2019). Foto:Istimewa
Pembukaan Fintech Exhibition 2019 di SCC Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (29/11/2019). Foto:Istimewa

Data OJK menyebutkan Jatim menjadi daerah ketiga dengan penyaluran pinjaman terbesar di Indonesia pada industri fintech lending. Penyaluran pinjaman di Jatim mencapai Rp 6,63 triliun per 30 September 2019 atau sekitar 11% dari total akumulasi penyaluran pinjaman secara nasional sebesar Rp 60,4 triliun dengan transaksi peminjam (borrower) yang juga mengalami peningkatan hingga 261% year-to-date mencapai 5.812.821 akun borrower.

Adrian menambahkan selain memperoleh informasi, masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya juga dapat menikmati berbagai penawaran khusus dari para penyelenggara yang hadir kali ini. Mereka secara langsung dapat melihat platform Fintech mana saja yang terdaftar melalui acara ini selain dengan mengakses di website OJK dan AFPI.

Fintech Exhibition di Surabaya juga akan diisi dengan oleh berbagai diskusi interaktif yang akan mengedukasi pengujung dan masyarakat Surabaya dengan berbagai tema seperti “Inovasi dan Perkembangan Fintech di Indonesia”, “Fintech Aman untuk Kita Semua”, dan “Fintech Menjangkau yang Tidak Terjangkau”.

“Dalam industri fintech lending, para penyelenggara tidak hanya mencari mereka yang membutuhkan dana atau pinjaman sebagai borrower tapi juga mereka yang ingin menginvestasikan dana mereka sebagai lender. Harapan kami melalui diskusi ini mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat secara umum bahwa Fintech P2P Lending tidak hanya menawarkan bentuk pinjaman namun menjadi solusi investasi bagi mereka dalam mempersiapkan perencanaan keuangan di masa depan,” tambah dia.

Kepala Humas dan Hubungan Industrial AFPI Tumbur Pardede menjelaskan, dalam kegiatan ini AFPI menargetkan sepuluh ribu pengunjung yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dan pelaku usaha UMKM dalam tiga hari pelaksanaan.

Acara ini akan memberikan edukasi dan layanan kepada masyarakat untuk merasakan layanan finansial yang bermanfaat, terutama bagi yang membutuhkan pinjaman dan yang memberikan pinjaman.

“Kami tidak memberikan target khusus karena semangat utama dari acara ini adalah untuk menyampaikan informasi secara lengkap, transparan, dan aktual agar masyarakat dapat menerima manfaat yang sebesar-besarnya dari penggunaan fintech lending pilihan mereka,” jelasnya.

Tumbur lebih lanjut menyatakan, Fintech P2P Lending di Indonesia hadir dengan berbagai spesialisasi dan kelebihan di setiap platformnya. Namun AFPI memastikan masyarakat tidak akan salah memilih layanan Fintech P2P Lending yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka selama penyelenggara tersebut menyandang status berizin maupun terdaftar di OJK dan anggota AFPI.

Saat ini AFPI sebagai asosiasi resmi yang mejalankan fungsi dan peran sebagai self-regulatory organization mewadahi industri Fintech P2P Lending dengan menaungi 144 perusahaan penyelenggara yang berizin dan terdaftar OJK di Indonesia. AFPI juga bermitra dengan OJK dalam memastikan praktik usaha seluruh penyelenggara sesuai dengan Peraturan POJK/77 dan Kode Etik AFPI dengan semangat perlindungan pelanggan.

Sebanyak 15 penyelenggara menjadi sponsor dalam acara Fintech Exhibition Surabaya, dan menawarkan program serta kegiatan khusus di antaranya Danamas cabang Surabaya, Finmas, dan Fintag sebagai sponsor utama. Selain itu terdapat Asetku dan Kredinesia serta platform pendukung lainnya yang terdiri dari TunaiKita, Kredivo, Koinworks, Tokomodal, Mekar, dan Crowdo.

Selain diisi dengan exhibition dan diskusi seputar fintech lending, acara ini juga akan dimeriahkan oleh menikmati persembahan musik dari Heavy Monster, Layung Temaram, Aviwkila, dan Silampukau.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA