Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Handayani, Direktur Ko nsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Handayani, Direktur Ko nsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)

Agustus, Volume Transaksi Kartu Kredit BRI Capai Rp 9 Triliun

Nida Sahara, Sabtu, 28 September 2019 | 08:38 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat sampai dengan Agustus 2019 volume transaksi kartu kredit mencapai Rp 9 triliun, dari nilai tersebut 40% disumbang dari transaksi perjalanan (travel). Sampai dengan akhir tahun ini volume transaksi kartu kredit ditargetkan mencapai Rp 14 triliun.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, penyumbang terbesar transaksi kartu kredit perseroan masih berasal dari transaksi ritel. Sedangkan transaksi untuk perjalanan yang meliputi akomodasi, hotel, dan lainnya berada di posisi kedua. Pihaknya melihat potensi dari transaksi perjalanan sangat besar, terlebih saat ini banyak generasi milenial yang banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan perjalanan wisata.

"Kami harapkan sampai dengan akhir tahun ini size volume travel bisa tumbuh 35-40% (secara tahunan/year on year). Sampai dengan Agustus, volume transaksi kartu kredit kami sebesar Rp 9 triliun, sampai Desember kami harap bisa close di angka size volume Rp 14 triliun," jelas Handayani kepada Investor Daily ketika ditemui di Singapura, Kamis (26/9).

Menurut dia, animo pengguna kartu kredit untul travel sangat baik, khususnya bagi milenial dan mereka lebih banyak yang melakukan perencanaan perjalanan yang baik, namun terkendala dari sisi sumber dana. Kartu kredit menjadi opsi bagi nasabah milenial untuk tetap dapat plesiran.

Saat ini komposisi transaksi kartu kredit untuk segmen perjalanan (travel) yang meliputi tiket pesawat, akomodasi, hotel, dan lainnya menyumbang 40% terhadap total transaksi kartu kredit perseroan. Nantinya, diharapkan segmen travel dapat menjadi penyumbang utama kartu kredit karena potensi yang sangat besar.

"Urutan pertama itu masih transaksi ritel seperti untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi dengan ini nantinya travel bisa menjadi penyumbang utama kartu kredit," ungkap Handayani.

Pihaknya menyebut, transaksi kartu kredit di semester kedua ini masih belum tumbuh signifikan seperti di semester pertama di mana terdapat sejumlah hari besar seperti Bulan Ramadan, Idul Fitri, sehingga transaksi cenderung naik.

"Di semester kedua ini ada banyak yang menghambat, seperti kebakaran hutan, suasana yang menurunkan transaksi. Tapi di akhir tahun nanti Natal dan tahun baru bisa tumbuh dengan baik, targetnya tahun ini Rp 14 triliun terbesar dari ritel," imbuh dia.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA