Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja BRI Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso (enam dari kiri) bersama jajaran Direksi BRI, disela memberikan paparan Kinerja Keuangan Triwulan IV tahun 2019, Jakarta., Kamis (23/1/2020). Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar Rp 34,41 Triliun atau tumbuh 6,15% yoy. Sementara, aset BRI tercatat Rp 1.418,95 Triliun, tumbuh 9,41% dibanding aset akhir tahun 2018 sebesar Rp 1.296,90 Triliun. Investor Daily/David Gita Roza

Kinerja BRI Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso (enam dari kiri) bersama jajaran Direksi BRI, disela memberikan paparan Kinerja Keuangan Triwulan IV tahun 2019, Jakarta., Kamis (23/1/2020). Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar Rp 34,41 Triliun atau tumbuh 6,15% yoy. Sementara, aset BRI tercatat Rp 1.418,95 Triliun, tumbuh 9,41% dibanding aset akhir tahun 2018 sebesar Rp 1.296,90 Triliun. Investor Daily/David Gita Roza

Aksi Korporasi, BRI Siapkan Dana Rp 5Triliun

Nida Sahara, Minggu, 26 Januari 2020 | 14:16 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tahun ini mengalokasikan dana untuk mendukung bisnis anorganik melalui aksi korporasi sebesar Rp 5 triliun, termasuk untuk penambahan modal perusahaan anak. Namun, tahun ini perseroan tidak berencana melakukan aksi korporasi seperti mengakuisisi perusahaan keuangan, karena sudah memiliki lembaga jasa keuangan yang lengkap dalam Grup BRI.

“Kami setiap tahun mencadangkan lebih dari Rp 5 triliun untuk corporate action seperti menambah modal perusahaan anak, dan kami belum ada rencana akuisisi tahun ini. Tapi untuk memperkuat perusahaan anak, menyehatkan, dan konsolidasi kami selalu cover,” kata Direktur Utama BRI Sunarso di Jakarta, Kamis (23/1).

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo menambahkan, untuk pengembangan bisnis anorganik tahun ini belum ada rencana untuk membeli perusahaan lembaga keuangan, tapi akan menambah modal ke anak usaha yang membutuhkan suntikan modal tahun ini.

“Rasanya kami sudah memiliki semua jenis lembaga keuangan, jadi belum ada rencana akuisisi atau sejenisnya. Kami akan tambah modal beberapa anak usaha, seperti BRI Finance,” kata Haru.

Tahun lalu, BRI memang telah mengambil alih saham PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur (BRINS) sebesar Rp 1,04 triliun. Nilai tersebut setara 90% yang diambil alih dari Dana Pensiun (Dapen) BRI. Dengan begitu, BRI memiliki sejumlah perusahaan anak antara lain BRI Agro, BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Ventures, Danareksa Sekuritas, dan BRI Remittance.

“Setiap tahun BRI selalu menganggarkan pertumbuhan nonorganik termasuk untuk tambahan modal perusahaan anak. Tahun 2020 kami sediakan Rp 2-3 triliun khusus untuk tambahan modal di perusahaan anak dengan tujuan penguatan permodalan untuk pengembangan usaha masing-masing seperti investasi, pembiayaan, dan lain-lain. Saat ini kami masih dalam tahap melakukan kajian proposal masing- masing perusahaan anak untuk tambahan modal,” terang Haru.

Tahun 2019, total aset dari perusahaan anak BRI mencapai Rp 82 triliun yang terdiri atas aset BRI Syariah sebesar Rp 43,23 triliun, untuk BRI Agro mencatatkan aset Rp 27,14 triliun, dan BRI Life sebesar Rp 11,18 triliun. Kemudian, aset BRI Finance pada 2019 sebesar Rp 4,60 triliun, aset Danareksa Sekuritas senilai Rp 1,08 triliun. BRI Venture mencatat aset sebesar Rp 1,51 triliun, BRINS sebesar Rp 2,65 triliun, dan aset BRI Remittance senilai Rp 7,07 miliar pada tahun 2019.

Haru menyebutkan, setidaknya tahun ini BRI akan menyuntikkan modal ke tiga anak usaha untuk mendukung ekspansi.

“Kami anggarkan dulu, jumlah pastinya menunggu kajian. Anak perusahaan yang kami tambah modal yaitu BRI Ventures, BRI Finance, BRI General Insurance,” papar Haru.

Sementara itu, salah satu perusahaan anak BRI yakni BRI Agro tahun ini berencana melakukan penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue pada semester pertama tahun ini. BRI Agro akan mengincar dana sebesar Rp 700 miliar atau setara dengan 3 miliar lembar saham baru yang setara dengan 12,32% kepemilikan.

“Rencananya semester I-2020 kami rights issue, target dananya sekitar Rp 700 miliar. Kami belum tahu induk perusahaan apakah akan mengambil atau tidak rights issue ini,” papar Plt Direktur Utama BRI Agro Ebeneser Girsang.

Adapun dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis BRI Agro tahun ini. Target pertumbuhan kredit BRI Agro tahun 2020 ini sekitar 15-20% secara tahunan (year on year/yoy).

Selain itu, dengan adanya tambahan dana tersebut akan meningkatkan modal BRI Agro naik kelas menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti antara Rp 5 triliun sampai dengan Rp 30 triliun. Saat ini, modal inti BRI Agro sebesar Rp 4,5 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA