Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reynold Wijaya, pendiri dan CEO PT Mitra Usaha Indonesia Grup (Modalku). Investor Daily/IST

Reynold Wijaya, pendiri dan CEO PT Mitra Usaha Indonesia Grup (Modalku). Investor Daily/IST

Akumulasi Pembiayaan Grup Modalku Capai Rp 20 Triliun

Rabu, 20 Januari 2021 | 19:58 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA - Grup Modalku menutup tahun 2020 dengan akumulasi pembiayaan mencapai Rp 20 triliun. Nilai itu disalurkan kepada lebih dari 3,5 juta transaksi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Berdasarkan data yang dipaparkan Modalku, pencapaian tersebut tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2019. Adapun sepanjang 2020,  lebih dari 80% jumlah transaksi pinjaman disalurkan kepada pengusaha online yang memang sedang berkembang pesat.

Selain itu, Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya menyatakan, produk invoice financing juga tetap berkembang dan diminati oleh UMKM. Dari segi industri, sektor perdagangan, baik itu besar maupun eceran masih mendominasi portofolio penyaluran pinjaman Modalku, terutama FMCG (Fast Moving Consumers Good) karena konsumen lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan yang esensial, seperti makanan sehingga industri tersebut memiliki permintaan yang kuat.

Selanjutnya, penyaluran ke industri kesehatan juga terus berkembang seiring dengan adanya beberapa kolaborasi dengan sektor terkait. "Tahun 2021 diharapkan menjadi tahun yang berpotensi bagi kebangkitan ekonomi di Indonesia serta perkembangan bisnis Modalku," imbuh Reynold dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Selasa (19/1).

Dia mengungkapkan, dinamika perekonomian yang terjadi selama tahun 2020 turut mempengaruhi kondisi bisnis di Modalku ketika para peminjam juga turut terdampak bisnisnya. Namun, Modalku secara aktif berusaha menyediakan solusi terbaik untuk bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan mengatakan, pihaknya akan terus berinovasi dan melakukan kolaborasi untuk tetap bisa bertumbuh secara positif di tahun ini. Walaupun pandemi belum berakhir, masyarakat sudah mulai terbiasa dengan cara baru sehingga mereka memiliki keyakinan untuk bangkit bersama usahanya. Penetrasi digital yang terus meningkat juga menjadi potensi bagi bisnis Modalku di mana masyarakat sudah lebih paham mengenai manfaat fintech.

"Kami sangat bersyukur bisa turut membawa perubahan positif selama masa pandemi di tahun 2020. Kami berharap UMKM bisa terus berjuang melewati masa krisis dan Modalku bisa selalu menjadi fintech terpilih bagi UMKM maupun mitra kami di Asia Tenggara, khususnya Indonesia," tutup Iwan Kurniawan.
 
Di sisi lain, Reynold Wijaya sebagai Co-Founder & CEO Modalku, sekaligus Ketua Klaster Pendanaan Produktif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mendapat apresiasi berupa penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Tokoh Penggerak Fintech dalam Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Penghargaan diberikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dan dilakukan di hadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021 yang bertajuk "Momentum Reformasi Ekonomi Nasional yang Inklusif".

Reynold mengemukakan, penghargaan itu juga mengawali tahun kelima Modalku berkontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Selama tahun 2020, Modalku tetap konsisten dalam mendukung UMKM untuk mengembangkan bisnisnya serta bertahan dalam kondisi pandemi dengan menyediakan akses pendanaan.

"Sebuah kehormatan besar dan saya sangat berterima kasih kepada OJK yang telah sangat luar biasa dalam mengawasi dan memimpin industri fintech peer to peer (P2P) lending. Hanya dalam 4 tahun, industri ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi contoh bagi banyak negara lain," kata dia.

Reynold menambahkan, hal tersebut tentu tidak lepas dari dukungan AFPI dan para penyelenggara fintech p2p lending lainnya. Selain itu, arahan OJK untuk selalu bisa meningkatkan kualitas dan kontribusi P2P lending, khususnya di pendanaan produktif juga akan perseroan dukung penuh.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN