Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Alami Fintek Sharia Salurkan Pembiayaan Rp 200 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2020 | 23:25 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id - PT Alami Fintek Sharia (Alami) mencatatkan penyaluran akumulasi pembiayaan mencapai Rp 200 miliar sampai saat ini. Menjaga reputasi dan menyesuaikan strategi komunikasi kepada konsumen menjadi strategi utama penyelenggara fintech p2p lending syariah itu.

Berdasarkan data Alami, sejak tahun 2019 perseroan telah memiliki sekitar 7.000 pemberi dana (lender). Adapun kualitas pembiayaan tercatat sempurna dengan tingkat keberhasilan pembiayaan 90 hari (TKB 90) mencapai 100%. Kini perseroan menerapkan seleksi yang lebih ketat dan hati-hati dalam penyaluran pembiayaan di tengah pandemi Covid-19.

CEO Alami, Dima Djani, menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan memperhatikan kondisi pasar muslim di Indonesia. Adapun sampai saat ini, Alami sudah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 200 miliar. "Pencapaian tersebut didukung dengan faktor komunikasi yang fleksibel sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakter masyarakat di daerah tersebut," kata dia melalui siaran pers, Kamis (1/10).

Menurut Dima, membangun pemahaman keuangan syariah tidak lepas dari risiko pihak-pihak yang bisa merugikan masyarakat dan mencemarkan reputasi lembaga keuangan konvensional maupun syariah yang telah lama berdiri. Apalagi sering ditemui kasus-kasus investasi syariah bodong. Hal itu membuat reputasi penyelenggara keuangan syariah yang benar menjadi ikut tercemar.

"Karenanya komunikasi untuk membangun reputasi adalah upaya yang tidak sekali jalan namun harus terus dijalankan dengan strategi dan timing yang sudah ditentukan dari awal. Harapannya, usaha kami ini bisa memperluas ruang dakwah kepada kalangan muslim di Indonesia dari sisi bisnis dan keuangan," tegas dia.

Dima mengatakan, konsistensi Alami membangun citra perusahaan baru-baru ini mengantarkan pada hal positif lainnya. Yakni ketika perseroan dipercaya sebagai salah satu start-up yang ikut serta dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) gagasan Pemprov DKI Jakarta dalam membantu masyarakat merespons dampak pandemi Covid-19, hingga dipercaya oleh BPJS Kesehatan sebagai partner pemberi pembiayaan kepada fasilitas kesehatan (faskes) jaringan BPJS Kesehatan.

Dima juga mengungkapkan, bahwa memupuk kepercayaan publik sangatlah penting. Oleh karena itu, branding perusahaan perlu dijalankan sejak dini agar mampu memberikan pesan bahwa Alami punya komitmen jangka panjang untuk hadir dan melayani pasar muslim Indonesia.

“Melalui branding yang baik di sosial media dan tradisional media, Alami kini merasakan banyak kemudahan dalam berinteraksi baik di level stakeholders, calon investor, dan ke direct users yang ingin menggali informasi lebih lanjut tentang bisnis Alami dan upaya ini kami lakukan jauh saat karyawan kami masih berlima," ujar dia.

Dia menambahkan, masyarakat muslim di Indonesia sudah mulai mempunyai awareness terhadap gaya hidup syariah. Menariknya, ketika sampai ke topik soal keuangan, masyarakat muslim Indonesia masih banyak yang belum paham produk dan manfaat dari sistem keuangan syariah itu sendiri. Sehingga masih banyak yang menggunakan layanan keuangan konvensional.

Dima menyatakan, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah yang sangat menarik bagi tim komunikasi Alami. Pihaknya harus lebih cerdik dalam menawarkan layanan keuangan syariah. Produk dan teknologi juga harus semudah mungkin digunakan, manfaatnya bisa lebih dirasakan. Selain itu, menyampaikan esensi ke masyarakat bahwa membangun aset finansial dalam koridor syariah itu sangatlah mungkin.

"Terlebih, menyasar milenial muslim perlu pendekatan khusus agar jangan sampai rasanya seperti diceramahi atau ditakut-takuti. Sehingga, strategi narasi publik yang kami bawa pun sangat ringan, dekat dengan hidup sehari-hari, dan seimbang disampaikan di platform media sosial dan media massa," pungkas dia.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN