Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia, Bianto Surodjo, pada Online Executive Program yang diselenggarakan oleh Islamic Financial Services Board (IFSB) memberikan penjelasan bahwa Allianz Indonesia melakukan transformasi digital untuk mengembangkan bisnis syariah pada kanal distribusi bancassurance. ( Foto: Istimewa )

Direktur & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia, Bianto Surodjo, pada Online Executive Program yang diselenggarakan oleh Islamic Financial Services Board (IFSB) memberikan penjelasan bahwa Allianz Indonesia melakukan transformasi digital untuk mengembangkan bisnis syariah pada kanal distribusi bancassurance. ( Foto: Istimewa )

Allianz Indonesia Konsisten Terapkan Transformasi Digital untuk Industri Syariah Global

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:44 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) terus mendukung perkembangan dan pertumbuhan industri keuangan, tidak hanya di tanah air saja tapi juga secara global. Sebagai sebuah perusahaan asuransi yang salah satu fokus bisnisnya adalah asuransi syariah, Allianz Life mewujudkan dukungan tersebut dan baru-baru ini berpartisipasi dalam online executive program yang diselenggarakan oleh Islamic Financial Services Board (IFSB) dengan tema “Managing Digital Transformation Risks for Islamic Finance Institutions (IFIs)”.

Program tersebut diikuti oleh para anggota IFSB dari berbagai negara yang tujuannya meningkatkan pemahaman peserta tentang risiko operasional, peraturan, pengawasan, pemantauan, termasuk penilaian dan mitigasi risiko komprehensif, serta implementasi terkait percepatan transformasi digital untuk perbankan, pasar modal dan lembaga keuangan syariah lainnya,

Hadir sebagai perwakilan Allianz Life Indonesia dan menjadi salah satu pembicara adalah, Direktur & Chief of Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia, Bianto Surodjo yang memberikan penjelasan soal transformasi digital oleh perusahaan untuk mengembangkan bisnis syariah pada kanal distribusi bancassurance.

Bianto mengatakan, dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa dan 87% penduduk Muslim, Indonesia menawarkan peluang besar bagi bisnis keuangan syariah karena besarnya populasi dan peningkatan kelas menengah. Di sisi lain, asuransi menawarkan potensi yang menarik karena penetrasinya masih 3% dari PDB, sementara kontribusi syariah hanya 6% dari industri.

“Sangatlah penting untuk menggunakan saluran dan cara yang tepat untuk menjangkau banyak masyarakat Indonesia. Peran perbankan masih sangat penting mengingat lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia adalah nasabah bank. Bank juga dianggap kredibel bagi nasabah, sehingga bank atau bancassurance masih menjadi saluran yang sangat relevan bagi perusahaan asuransi yang ingin menjangkau sebagian besar Indonesia, termasuk Allianz,” demikian pemaparannya, dalam siaran pers, Senin (11/10).

Digitalisasi Produk Asuransi

Menjelaskan digitalisasi di Allianz Indonesia, Bianto menuturkan, ketika membahas mengenai digital dirinya ingin mengulangi bahwa digitalisasi tidak dapat diimplementasikan pada semua produk asuransi. Digitalisasi, tidak hanya dalam kerangka penjualan secara full digital, namun juga solusi digital yang sifatnya hybrid karena produk yang lebih kompleks masih memerlukan interaksi antar manusia dalam prosesnya.

“Di Allianz, kami menerapkan proses digital secara end-to-end mulai dari proses pembelian polis asuransi dengan tatap muka digital, proses pembayaran dan aktivitas pasca pembelian secara digital, klaim dan layanan transaksi digital untuk nasabah, sampai dengan program loyalty,” kata dia.

Transformasi digital diawali dengan berkembangnya sistem pembayaran digital, di mana ekosistem yang terbentuk dan keterhubungan telah meningkatkan kemudahan bagi para pengguna. Industri asuransi akan mengalami perjalanan yang mirip dengan sistem pembayaran digital yang dimulai dari pembentukan ekosistem, dan pengguna akan menentukan model operasi tersebut diterima dengan baik atau tidak. Bisnis digital juga saat ini didominasi oleh e-commerce, sedangkan perbankan mengejar solusi disrupsi yang dilakukan perusahaan digital. Kombinasi dari semuanya menjadi jangkar dalam bisnis digital, karena mereka dapat mencapai lebih dari 100 juta orang secara bersamaan.

Di samping itu, pertumbuhan bisnis dapat terjadi dengan memanfaatkan ekosistem tersebut secara efektif. Bekerja sama dengan pihak lain yang telah memiliki ekosistem digital akan menjangkau masyarakat yang belum tersentuh produk asuransi sebelumnya. Memberikan customer journey yang sederhana, termasuk di dalamnya pembayaran, menjadi sangat penting untuk mencapai tujuan peningkatan angka penetrasi asuransi di Indonesia.

“Jadi untuk mempercepat perkembangan asuransi syariah, diperlukan ekosistem syariah dan keterhubungan antara perusahaan asuransi dengan bank, institusi keuangan lain, fin-tech sampai dengan nasabah. Kemudian edukasi mengenai keuangan dan asuransi syariah juga harus dilakukan secara berkesinambungan. Kerja sama dan kolaborasi dalam menumbuhkan industri syariah dan digital di berbagai bidang perlu dilakukan, antara lain dalam hal dialog dengan regulator, pencegahan fraud, peraturan yang seimbang dengan industri lain agar seimbang antara perlindungan nasabah, perlindungan perusahaan asuransi, kecepatan dan stimulasi untuk inovasi yang harus dilakukan. Selain itu, dukungan pemerintah dan regulator untuk industri syariah tentu menjadi hal yang sangat krusial sebagai pelengkap keseluruhan upaya ini,” ujar Bianto.

Dalam kesempatan yang sama, dari Indonesia juga hadir Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi untuk menyampaikan hal senada, bahwa BSI terus mendukung perkembangan ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, salah satunya dengan memaksimalkan teknologi digital dan meningkatkan penggunaan teknologi mobile banking. Tujuannya tidak lain untuk memperluas jangkauan dan transaksi nasabah, sehingga kebutuhan nasabah dapat terpenuhi baik dari transaksi finansial, sosial yang dapat membantu sesama, sampai dengan kebutuhan spiritual.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN