Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BTN. Foto ilustrasi: UTHAN

BTN. Foto ilustrasi: UTHAN

Amankan Rasio Kecukupan Modal, BTN Sekuritisasi Aset Rp 2 Triliun

Aris Cahyadi, Kamis, 5 Desember 2019 | 09:22 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjelangakhir tahun ini terus berupaya meningkatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) untuk menjaga laju kredit. Salah satunya dengan melakukan sekuritisasi aset KPR dengan menggandeng SMF untuk merilis Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi atau EBA-SP SMF-BTN 05 senilai Rp 2 triliun.

"Tahun 2020, kami tetap berkomitmen mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi Pemerintah, sehingga rasio kecukupan modal kami harus aman, dengan EBA-SP SMF-BTN 05, kami dapat meningkatkan CAR kami sekitar 0,08% setelah dilakukannya transaksi sekuritisasi," kata Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nixon LP Natpitupulu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/12).

Menurut Nixon, dengan CAR yang membaik, BTN bisa lebih leluasa melakukan ekspansi kredit perumahan rakyat yang selama ini menjadi bisnis utamanya. Tidak hanya itu, dengan prinsip true sale, di mana BTN menjual putus portofolio KPR dengan kualitas baik, pendanaan yang diraup lewat aksi korporasi ini tidak perlu dikembalikan.

"Dengan menjadi kreditur asal, dan penyedia jasa/servicer dalam EBA-SP SMF-BTN 05, BTN juga berpotensi meraup pendapatan nonbunga atau fee based income sebesar kurang lebih Rp 23 miliar per tahun," ungkap Nixon.

Dia menjelaskan, dalam EBA-SP SMF-BTN 05, BTN berperan sebagai kreditur asal dan penyedia jasa/servicer, sedangkan SMF berperan sebagai penerbit, arranger dan pendukung kredit, sementara BRI sebagai wali amanat dan bank kustodian.

"Dengan EBA-SP SMF-BTN 05, BTN genap melakukan 12 kali sekuritisasi aset. Dalam dua EBA-SP terakhir yang diterbitkan selalu mendapat sambutan baik dari investor termasuk EBA-SP SMF-BTN 05 yang telah seluruhnya terserap sebanyak Rp 2 triliun," ujar Nixon.

Dengan terserapnya EBA-SP SMF-BTN 05, BTN menjadi bank pertama yang telah 12 kali melakukan transaksi sekuritisasi aset sejak tahun 2009, mencatatkan total nilai EBA sebesar Rp 11,65 triliun.

"Dari seluruh transaksi sekuritisasi BTN baik KIK EBA maupun EBA SP, sebanyak tujuh transaksi EBA telah dilunasi seluruh outstanding EBA kelas A-nya dengan nilai total sekitar Rp 3,8 triliun sehingga makin mengukuhkan rating id.AAA atau triple A yang disematkan Pefindo," kata Nixon.

Di tengah kondisi IHSG yang cenderung fluktuatif, EBA-SP SMF-BTN 05 yang memiliki weighted average life 9,09 tahun bisa dijadikan opsi investasi bagi investor, dengan adanya rating AAA (tripe A) dapat memberikan tambahan spread antara 195-197 basis poin dibandingkan dengan instrumen surat utang negara dengan tenor yang sama.

Dari hasil penawaran ke publik, EBA-SP SMF-BTN05 yang dicatatkan di bursa efek tersebut bernilai total Rp 2 triliun dengan masing-masing dibagi dalam tiga kelas, EBA Kelas A seri A1 senilai Rp 574 miliar dan EBA kelas A seri A2 senilai Rp 1,14 triliun yang ditawarkan melalui penawaran umum. Sementara itu, EBA kelas M senilai Rp 24 miliar dan EBA kelas B senilai Rp 260 miliar yang ditawarkan melalui penawaran terbatas.

Suku bunga masing-masing ditetapkan untuk Seri A1 memiliki tingkat suku bunga 8,50% dan Seri A2 memiliki tingkat suku bunga 8,75%. EBA-SP seri A ini mendapatkan rating id.AAA.

"Pelaksanaan transaksi Sekuritisasi dan berinvestasi di EBA-SP berarti telah mendukung upaya dan program pemerintah dalam hal financial deepening, sehingga di masa datang, transaksi sekuritisasi secara konsisten akan terus dilakukan," kata Nixon.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA