Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung BNI

Gedung BNI

Analis Sebut BNI Layak Akuisisi Bikin Bank Digital

Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:39 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Perkembangan bank digital di tengah tren digitalisasi berhasil menarik minat sejumlah investor perbankan. Tahun ini beberapa bank besar bahkan sudah mendeklarasikan tertarik masuk ke layanan bank digital karena potensinya yang besar.

Salah satu bank BUMN yang disebut tertarik untuk mengakuisisi bank BUKU I dan BUKU II untuk mendukung transformasi digital yang dilakukan yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).  Meski demikian, manajemen bank pelat merah ini menyatakan perlu ada pertimbangan untuk mengakuisisi bank yang mampu melengkapi bisnis perusahaan.

Hanya saja, kalangan analis melihat ekspansi anorganik yang dilakukan bank-bank BUMN termasuk BNI dalam mengakuisisi BUKU I dan BUKU II perlu memperhitungkan sejumlah faktor.

Head of Investment Avrist Asset Management Tubagus Farash Akbar Farich menilai BNI memang memiliki potensi yang besar untuk memiliki bisnis baru seperti bank digital. Apalagi BNI akan menjadi bank utama dari Indonesia untuk pasar luar Indonesia.

Menurut dia, BBNI perlu memperkuat infrastrukturnya, yang kemungkinan bisa dicapai dengan langkah akuisisi. Dia menilai mengakuisisi BUKU I dan BUKU II bisa menjadi langkah strategis BNI.

Namun dia menyebutkan kriteria bank yang ‘pantas’ diakuisisi BNI adalah yang memiliki lisensi valas (valuta asing), serta transaksi internasional lainnya. Dengan begitu BBNI bisa berkembang sesuai dengan penugasan yang telah ditetapkan.

“BNI saya rasa perlu BUKU I dan BUKU II tapi yang memiliki lisensi untuk transaksi valas dan yang lainnya, transaksi internasional yang penting. Jadi sesuai core competence yang telah ditetapkan, saya lihat sepertinya strategi di BUMN seperti itu ya,” kata Farash.

“Yang penting lisensi bank-nya pas,” tambahnya.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar

Sebelumnya pada saat paparan kinerja Quarter 2 beberapa waktu yang lalu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, memperkuat permodalan guna menopang ekspansi bisnis baik secara organik maupun anorganik. Dia mengatakan BNI  memiliki image digital seiring transformasi digital yang dilakukan, sehingga strategi yang  berjalan salah satunya menjadi digital bank.

Meski belum merinci secara lengkap, Royke melakukan sudah melakukan kajian dan mempersiapkan kriteria tertentu untuk memuluskan langkah perusahan menjadi bank digital. Adapun kriteria penting untuk langkah tersebut yaitu pemanfaatan teknologi yang cepat dan agile untuk mengembangkan produk dan layanan yang customer centric. Perubahan customer behavior saat ini menjadi semakin dinamis dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

Bank digital membutuhkan sumber daya manusia yang inovatif dan memiliki digital mindset yang kuat serta cost yang murah guna memberikan produk dan layanan yang kompetitif. Selain memperhatikan kriteria tersebut, perseroan juga akan melihat kondisi permodalan. Perseroan tentunya ingin mendapatkan potensi return yang bagus dan modal yang dialokasikan untuk akusisi.

Sehingga, dibutuhkan pengkajian dan pertimbangan yang matang sebelum perseroan memutuskan untuk melakukan akuisisi tersebut.

“Kami sudah punya semua kajiannya, cuma kriteria menjadi digital bank harus dipersiapkan dengan baik bukan sekedar ikut-ikutan,” kata Royke, Juli lalu.

Suria Dharma dalam diskusi serangkaian acara Tokoh Finansial Indonesia 2020 live di BeritaSatu TV, Kamis (17/12/2020). Sumber: BSTV
Suria Dharma . Sumber: BSTV

Sementara itu, Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan, sebenarnya tidak ada kriteria khusus yang harus dimiliki oleh bank yang diakuisisi BNI nantinya. Meski demikian, dia menilai BUKU I dan BUKU II yang diambil harus bersih dan tidak bermasalah.

“Tentunya kalau bisa yang bersih, tidak ada karakteristik khusus, karena tentunya BBNI akan mengembangkan sendiri bank digital yang sesuai dengan BBNI,” kata Suria.

BBNI sendiri diberi penugasan oleh pemerintah untuk menggarap bisnis perbankan internasional. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penambahan jaringan kantor di luar negeri baik dalam bentuk kantor cabang, sub-branch atau representative office.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan  mengatakan  untuk menentukan lokasi baru, BNI menggunakan strategi capture the flow, baik untuk transaksi trade finance, investasi, serta diaspora Indonesia.

Perusahaan pihaknya akan melakukan kajian feasibility study di beberapa nagara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah. Saat ini BNI tengah mempersiapkan pembukaan representative office di Amsterdam, Belanda,untuk menggarap pasar di Eropa dan Los Angeles, Amerika Serikat.

“Dengan kehadiran representative office tersebut diharapkan bisa menggarap potensi pasar di pantai barat Amerika dan Kanada,” kata dia.

Konsolidasi Bank Umum Jadi Upaya Penguatan

Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo. Foto: BSTV
Direktur Pengembangan Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo. Foto: BSTV

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, konsolidasi Bank Umum merupakan suatu upaya penguatan struktur, ketahanan dan daya saing industri perbankan. Dengan begitu bisa   mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Konsolidasi juga bisa menjadi upaya untuk mendorong industri perbankan mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.

"Sehingga bank tidak hanya tangguh di lingkup domestik, namun juga kompetitif di lingkup regional dan global," kata Anto.

Kabar dan berita rencana BNI melakukan akuisisi bank sudah pernah terdengar di kalangan para pelaku pasar. Adapun kandidat bank yang diincar ialah bank yang bisa melengkapi bisnis BNI ke depan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN