Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wapresdir Marein Yanto Jayadi Wibisana usai paparan publik kinerja Marein 2019 (12/8).

Wapresdir Marein Yanto Jayadi Wibisana usai paparan publik kinerja Marein 2019 (12/8).

Antisipasi Penurunan Premi, Marein Amankan Cashflow

Rabu, 12 Agustus 2020 | 14:00 WIB
Windarto

JAKARTA, investor.id - Industri reasuransi termasuk yang terkena dampak pandemi Covid-19. Secara bisnis, reasuransi bergantung pada dinamika yang terjadi pada perusahaan asuransi (ceding company) yang menjadi tertanggungnya. PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein) memperkirakan tahun ini akan terjadi penurunan premi bruto. Presiden Direktur Marein Yanto Jayadi Wibisono mengatakan, tahun ini premi bruto diperkirakan akan minus 7%, sementara untuk bottom line Yanto tidak menyebutkan berapa angka yang diperkirakan karena jumlahnya dapat berubah dari waktu ke waktu.

Dalam merespons tren penurunan tersebut, ada dua hal utama yang saat ini Marein lakukan, lanjut Yanto. Pertama, mengelola cashflow dengan baik. Sebab Covid-19 akan berdampak terhadap penurunan premi. Kedua, Marein pun mengantisipasi kenaikan klaim. Hal ini terkait banjir yang terjadi di Jakarta awal tahun ini. “Premi dan bottom line proyeksinya akan turun. Dan kami mengantisipasi penurunan premi, kenaikan klaim, dan cashflow,” tutur Yanto usai RUPST dan Public Expose di Jakarta (12/8). Kendati ada tren penurunan, secara operasional Marein cukup baik dan bisa memberikan pelayanan kepada ceding company dengan baik.

Ditambahkan Direktur dan Direktur Independen Marein Trinita Situmeang, estimasi klaim banjir yang harus ditanggung industri asuransi terkait banjir Jakarta di awal tahun sebesar Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun, angka tersebut sudah menggabungkan nilai klaim dalam rupiah dan mata uang asing. “Proses klaim yang menjadi bagian Marein sampai saat ini masih berproses. Kami mencadangkan sekitar Rp 75 miliar-Rp 110 miliar,” ujarnya.

Adapun guna mengantisipasi terjadinya penurunan premi, khususnya dari lini bisnis reasuransi jiwa, Marein akan mengoptimalkan kerja sama dengan turut membantu penjualan asuransi jiwa. “Sejak semester kedu, kami support jualan tanpa face to face, seperti untuk produk rider kesehatan,” tutur Fanra Budiman, direktur Marein. Reasuransi jiwa termasuk sumber pendapatan premi bagi reasuransi dan terbilang besar kontribusinya dari tahun ke tahun.

Sepanjang 2019, Marein mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp 2,73 triliun atau bertumbuh 23,5% yoy, hasil investasi sebesar Rp129,3 miliar tumbuh 56,0%, hasil underwriting turun 5,8% menjadi Rp 161,1 miliar, dan laba tahun berjalan tumbuh 27,3% menjadi Rp 179,3%.

Penurunan hasil underwriting, menurut Trinita dialami industri secara umum, dan ini terkait dengan penyelesaian klaim gempa yang terjadi pada 2018 di Palu, Lombok, dan Selat Sunda. Sebagian dari pencadangan untuk kewajiban tersebut ada yang belum diselesaikan

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN