Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)

APPI Fasilitasi Dua Bank Akses Data Aset Multifinance

Prisma Ardianto, Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) melalui PT Rapindo melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Bank BTPN Tbk dan PT Bank Sahabat Sampoerna, agar bisa mengakses aset dari perusahaan pembiayaan (multifinance). Akses tersebut menjadi acuan dari perbankan untuk menyeleksi pendanaan ke multifinance.

"Bank tersebut akan memiliki hak akses untuk memastikan aset pembiayaan yang dibiayai perusahaan pembiayaan dijaminkan dan menghindari double financing dan double pledging," kata Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Dia menambahkan, kehadiran Rapindo membantu perusahaan pembiayaan yang kesulitan mendapatkan pendanaan dari perbankan. Pasalnya, beberapa kasus double pledging di industri pembiayaan terutama tahun 2018, mengakibatkan menurunnya kepercayaan perbankan dalam menyalurkan pendanaan. Maka dari kerja sama tersebut diharapkan kepercayaan perbankan terhadap perusahaan pembiayaan perlahan dapat kembali seperti semula.

Sementara itu, SME, Funding, Financial Institutions, and Branch Network Director Bank Sahabat Sampoerna Ong Tek Tjan mengaku, secara psikologis beberapa tahun terakhir industri perbankan memang khawatir untuk menyalurkan pendanaan ke multifinance. Hal tersebut membuat pertumbuhan bisnis perusahaan pembiayaan tidak optimal.

"Bank Sahabat Sampoerna melihat kehadiran Rapindo ini merupkan suatu terobosan. Kami akan mendukung penuh. Partner-partner kami di multifinance akan mensyaratkan bahwa mereka sudah masuk dalam anggota dari Rapindo," ungkap dia.

Ong menilai, industri pembiayaan merambah sektor yang tidak dijangkau oleh perbankan. Dengan demikian terdapat sektor ekonomi yang belakangan terganggu. Dia berharap, industri perbankan saat ini perlu lebih terbuka dan dapat melihat dampak positif dari kerja sama tersebut.

"Kami percaya dengan langkah ini kami akan bisa memperbaiki dan juga banyak perbankan yang turut berpartisipasi. Akhirnya kami bersama-sama bisa memperkuat industri keuangan," jelas Ong.

Pada kesempatan itu, Head Multifinance Bank BTPN Ernin Saleh mengatakan, isu double pledging bahkan multipledging belakangan memang marak diperbincangkan di industri perbankan. Namun dengan kehadiran Rapindo, kini perbankan dengan mudah menyeleksi perusahaan pembiayaan yang sehat untuk melakukan pendanaan.

"Kami beranggapan bahwa ini merupakan sebuah inovasi unggul. Jadi, pada dasarnya Bank BTPN meyambut baik dengan kehadiran Rapindo. Ini membantu perbankan dalam melakukan pembiayaan yang sehat," ujar dia.

Di sisi lain, Suwandi memaparkan, dengan bergabungnya dua bank membuat jumlah anggota Rapindo menjadi 78 perusahaan. Secara rinci, ada 76 perusahaan pembiayaan dan 2 perbankan. Terdapat delapan bank yang sedang dalam penjajakan untuk bergabung.

Adapun saat ini data aset yang dihimpun oleh Rapindo sebanyak 1,8 juta data atau sebesar 12% dari data pembiayaan yang berjumlah 18 juta data. Rapindo menghimpun data berupa nomor rangka, nomor mesin, nomor sasis, dan nomor pelat kendaraan bermotor yang menjadi agunan.

Suwandi menjelaskan, beberapa kendala masih dihadapi terkait masih minimnya data yang dihimpun, yakni banyak perusahaan pembiayaan yang belum bergabung. Kemudian, data yang diserahkan perusahaan pembiayaan masih dilakukan secara bertahap.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA