Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari kanan ke kiri: Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djayanegara dan Regional Head Jawa Timur & Bali Nusra CIMB NIaga Rusdi saat acara Diskusi bersama CIMB Niaga tentang Prospek Perekonomian Indonesia pada Semester II/2019 di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

Dari kanan ke kiri: Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djayanegara dan Regional Head Jawa Timur & Bali Nusra CIMB NIaga Rusdi saat acara Diskusi bersama CIMB Niaga tentang Prospek Perekonomian Indonesia pada Semester II/2019 di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

Aset CIMB Niaga Syariah Saat Spin Off Ditaksir Rp 60 Triliun

Amrozi Amenan, Jumat, 26 Juli 2019 | 19:59 WIB

SURABAYA, investor.id – CIMB Niaga Syariah menargetkan aset bisa tembus Rp 60 triliun saat pemisahan dari sang induk, PT CIMB Niaga Tbk. Berbagai persiapan terus dimatangkan untuk pemisahan atau spin off yang ditargetkan paling lambat pertengahan pada tahun 2023 tersebut.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djayanegara mengatakan, ada beberapa alasan yang menjadikan CIMB Niaga Syariah siap melakukan spin off pada tahun 2023, salah satunya terkait dengan persiapan yang kini terus dilakukan. Sebagai bentuk keseriusan menyiapkan diri untuk spin off tersebut, di internal sendiri sekarang sudah dibentuk tim dan sudah menyusun rencana kerja dan akan mulai bekerja pada tahun depan.

Saat ini, di internal juga sedang dilakukan penyempurnaan aturan main di internal yang merespon draft tentang leveraging yang dibuat Otoritas Jasa Keungan (OJK) dua bulan lalu dan diharapkan akhir tahun ini menjadi peraturan OJK (POJK). Leveraging yang dijalakan CIMB Niaga saat ini sudah ter-cover dalam draft leveraging tersebut. Harapannya, dengan penyempurnaan itu pada saat spin off nanti praktis tdak terlalu ada perubahan di internal.

"Sekarang tinggal bagaimana kami menyempurnakan aturan main di internal, menyiapkan KCS-KCS agar bisa konsisten menjaga SLT yang sudah ada pada waktu mereka dilepas, sehingga servis kepada kastemer akan sama pada saat UUS dan setelah BUS. Lalu, bagaiman caranya kami menyiapkan produk-produk lain yang kami belum ada supaya pada 2023 nanti kami sudah memilikinya. Intnya pada waktu spin off nanti kami meiliki infrastrukut, SLT, customer experience yang sama antara syariah dan konvensional. Kami akan melakukan spin off selambat-lambatnya pertengahan 2023," kata Pandji pada acara Diskusi bersama CIMB Niaga di Surabaya, Kamis (25/7).

Pandji menyatakan alasan lain yang menjadikan spin off harus dilakukan pada tahun 2023. Diantaranya, CIMB Niaga Syariah ingin lebih dulu memaksimalkan peraturan atau kebijakan di internal terkait dengan spin off dan memaksimalkan infrastruktur di konvensional serta mencapai pertumbuhan lebih cepat.

"Kami juga ingin aset kami lebih besar lagi dan ini juga yang dulu menjadi salah satu alasan kami menunda spin off. Pada tahun 2018 lalu aset kami masih Rp 30 triliun. Harapan kami aset pada saat spin off pada 2023 bisa Rp 60 triliun," ungkap dia.

Menurut dia, berkaca dengan pengalaman beberapa bank dengan aset kecil pada saat spin off yang ternyata hanya menjadi beban buat induknya. "Semakin besar aset yang kami miliki akan semakin berkurang ketegantungan kami dengan induk. Kalau aset kami bisa Rp 60 triliun dan profitability mencapai Rp 2 trliun tentunya akan menguntungkan pemegang saham dan semakin besar pula keuntungan buat group," kata Pandji.

Pandji menambahkan untuk mendorong pertumbuhan, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB NIaga atau CIMB Niaga Syariah terus berinovasi meyediakan produk dan layanan yang mudah diakses oleh nasabah. "Salah satunya melalui channel digital yang lengkap dengan untuk pembayaran wakaf uang dan wakaf melalui uang. Ini sekaligus wujud peran aktif CIMB Niaga Syariah dalam mendukung kemajuan perekonomian umat," ujar dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN