Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kinerja Askrindo

Kinerja Askrindo

Askrindo Proyeksi Premi Rp 5,71 Triliun di 2020

Kamis, 1 Oktober 2020 | 21:59 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)


JAKARTA, invesror.id -- PT Askrindo (Persero) dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2020 menargetkan premi dapat mencapai Rp 5,71 triliun, relatif sama dibandingkan akhir tahun 2019. Sampai Agustus 2020, premi perseroan telah mencapai Rp 3,25 triliun atau 57% dari target.

Data tersebut dipaparkan perseroan saat melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (31/9), yang disiarkan secara virtual. Adapun dari sisi klaim, Askrindo juga mencanangkan nilai mencapai Rp 3,29 triliun di 2020, atau sedikit lebih rendah dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 3,31 triliun.

Sedangkan jika dilihat dari rata-rata pertumbuhan per tahun, Askrindo mampu mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 25% dan kenaikan klaim sebesar 33%. "Kinerja keuangan PT Askrindo dari tahun ke tahun dari sisi premi mengalami pertumbuhan, mudah-mudahan ini dapat terus tumbuh, walaupun di 2020 ini kemungkinan agak menurun. Klaim tahun ini agak meningkat dibandingkan tahun lalu," kata Direktur Utama Askrindo Dedi Sunardi pada rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (30/9).

Sementara itu, dia memaparkan, pihaknya juga mendapat mandat terkait penjaminan kredit usaha rakyat (KUR), khususnya pada program pemulihan ekonomi nasional. Penjaminan KUR terbesar dikontribusikan oleh BRI, mengalami pertumbuhan 29% di tahun terakhir. Begitupun Bank-bank Himbara masih menjadi pemain terbesar terhadap KUR.

Kemudian, terdapat Bank Pembangunan Daerah (BPD) menyusul kontribusi Himbara. BPD itu juga terus melakukan pertumbuhan yang baik, sampai Agustus 2020 tercatat tumbuh 23%. Sedangkan bank swasta mencatatkan nilai penjaminan KUR yang masih kecil, dengan pertumbuhan besar karena relatif baru masuk penjaminan.

Dedi memaparkan, jenis industri penjaminan KUR per Januari hingga Agustus 2020 dapat dipaparkan meliputi, perikanan dengan plafon Rp 952,7 miliar, klaim sebesar Rp 18,7 miliar. Dengan net performing guarantee (NPG) di level 2,8%. Lalu industri kecil dengan plafon sebesar Rp 4,9 triliun dan klaim sebesar Rp 71 miliar. Segmen itu mencatatkan NPG 2%.

Dilanjutkan, jenis industri jasa dengan plafon mencapai Rp 8 triliun dan klaim tercatat Rp 97 miliar. Dengan demikian NPG di posisi 1,7%. Jenis industri pertanian dengan plafon sebesar Rp 15,3 triliun, dan klaim yang telah dibayarkan sebesar Rp 189,1 miliar, NPG 1,8%. Untuk jenis industri perdagangan plafon Rp 32,2 triliun, klaim Rp 478,2 miliar, dan NPG 2,1%. Dengan demikian, dapat dicatatkan total NPG per Agustus sebesar 2% dan klaim rasio jadi 54%.

"Kinerja penjaminan KMK PEN berdasarkan bank penyalur dan sektor ekonomi dari Juli sampai 28 September 2020. Secara total kami sudah salurkan sebanyak Rp 3,7 triliun dari sisi plafon kepada 6.607 debitur. Tenaga kerja yang sudah terserap dari penyaluran itu 16.518 orang. BRI masih memberikan PEN terbesar di Agustus 2020 di tempat kami," papar Dedi.

Jika ditilik tren per bulan, dia merinci, penjaminan posisi Juli MKM PEN yang perseroan jamin sebesar Rp 391,84 miliar. Agustus 2020 naik menjadi Rp 1,53 triliun. Sedangkan sampai 28 September 2020 mencapai Rp 1,85 triliun. Pihaknya optimis masih bisa tumbuh sampai akhir bulan September 2020. Di sisi lain, akumulasi jumlah penerima KUR sejak 2007 sampai Agustus 2020 mencapai 20,9 juta entitas. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 40,8 juta orang.

Di sisi lain, Dedi pun memaparkan upaya Askrindo untuk mendorong program PEN. Pertama, pihaknya secara aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan bersama kementerian terkait dan bank penyalur agar semakin mengerti akan program tersebut. Lalu, pihaknya turut menyediakan tenaga sumber daya manusia guna memastikan program berjalan dengan baik.

Selanjutnya, program PEN didukung teknologi informasi secara host to host dengan bank pelaksana. Dengan begitu, polis asuransi bisa dicetak pada hari yang ama oleh bank sebagai tanda bukti jaminan.


 


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN