Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sambutan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Sambutan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Kuartal I-2020

Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp 35,92 Triliun

Rabu, 24 Juni 2020 | 21:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa telah membayarkan total klaim dan manfaat mencapai Rp 35,92 triliun hingga kuartal I-2020, tumbuh 4,1% secara tahunan (year on year/yoy). Klaim nilai tebus (surrender) menjadi kontributor utama peningkatan tersebut.

Data AAJI atas 58 dari 60 perusahaan asuransi jiwa memaparkan, sampai kuartal I-2020 klaim nilai tebus mencapai Rp 19,91 triliun atau naik 6,5% (yoy). Nilai itu naik dari periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 18,69 triliun.

Kenaikan total klaim dan manfaat asuransi jiwa turut disokong oleh klaim meninggal dunia yang tumbuh 13,5% (yoy) menjadi Rp 2,69 triliun. Diikuti klaim kesehatan (medical) mencapai Rp 2,98 triliun atau naik 14,5% (yoy).

Sementara itu, penurunan klaim dan manfaat dicatatkan klaim akhir kontrak sebesar 4,8% (yoy) menjadi Rp 4,85 triliun. Selain itu, klaim partial withdrawal yang turun 11,6% (yoy) menjadi sebesar Rp 4,05 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, klaim dan manfaat yang dibayarkan merupakan cerminan komitmen industri asuransi jiwa dalam melayani para nasabahnya. Apalagi dalam menghadapi situasi yang menantang seperti pandemi Covid-19 saat ini.

"Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari industri asuransi jiwa ditunjukkan dengan adanya pembayaran total klaim dan manfaat yang naik 4,1%, yaitu dari Rp 34,1 triliun menjadi Rp 35,92 triliun,” terang Budi melalui siaran pers, Rabu (24/6/2020).

baca juga: Kuartal I-2020, Premi Asuransi Jiwa Turun 4,9%

Di sisi lain, total pendapatan premi dan hasil investasi asuransi jiwa tercatat menurun sampai kuartal I-2020. Total pendapatan premi turun 4,9% (yoy) menjadi 44,11 triliun. Sedangkan hasil investasi turun 450,8% (yoy) menjadi rugi sebesar Rp 47,05 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, hasil investasi sempat dibukukan sebesar Rp 13,41 triliun.

Budi menerangkan, penurunan hasil investasi itu dipengaruhi oleh kondisi pasar modal Indonesia setelah kondisi pandemi global Covid 19. Dampaknya, industri asuransi jiwa, yang berhubungan erat dengan pasar modal, ikut terpengaruh. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi 27,8% sejak awal tahun hingga Maret 2020.

Kendati demikian, menurut Budi, kuartal I-2020 merupakan masa yang penuh tantangan dan peluang, tidak hanya bagi industri asuransi jiwa, namun juga bagi berbagai sektor industri lainnya. Industri asuransi jiwa telah melakukan berbagai antisipasi untuk memaksimalkan peluang yang ada. Hal ini termasuk melakukan berbagai penyesuaian selain melakukan kerjasama dengan pihak lainnya, yaitu regulator dan mitra perusahaan teknologi.

“Sebagai upaya untuk semakin menumbuhkan industri asuransi jiwa, AAJI mengimbau dan mengajak pemerintah untuk berkolaborasi lebih lanjut, khususnya OJK untuk memberikan program stimulus dan relaksasi kepada industri asuransi jiwa dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital," papar dia.

Budi menambahkan, perusahaan asuransi turut mengembangkan kerja sama dengan perusahaan teknologi agar tetap melayani nasabah dengan baik di tengah keterbatasan yang ada. Dengan demikian, hal tersebut membawa dampak baik pula bagi perusahaan teknologi.

"Upaya ini dilakukan demi memenuhi komitmen asuransi jiwa sebagai suatu bisnis jangka panjang untuk selalu melayani dan memberikan produk produk perlindungan kepada nasabah secara optimal, inovatif sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tandas Budi.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN