Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono (kiri), dan Ketua Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin (kanan) saat paparan kinerja kuartal II-2019 industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon (tengah), Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono (kiri), dan Ketua Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin (kanan) saat paparan kinerja kuartal II-2019 industri asuransi jiwa di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). (Investor Daily/Prisma Ardianto)

Kuartal II-2019

Asuransi Jiwa Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp 65,77 Triliun

Prisma Ardianto, Rabu, 11 September 2019 | 14:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa pada kuartal II-2019 tumbuh 8,21% secara year on year (yoy) atau sebesar Rp 65,77 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 60,78 triliun.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono pada jumpa pers paparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal II-2019 oleh AAJI di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

"Klaim nilai tebus atau surrender bertumbuh 3,7% (yoy) yakni sebesar Rp 36,07 triliun, klaim ini memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat yakni sebesar 54,8%," jelas dia.

Untuk klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) meningkat sebesar 1,6% (yoy) menjadi Rp 4,58 triliun dan berkontribusi sebesar 13,3%. Adapun klaim akhir kontrak memiliki kontribusi sebesar 12,4% dan mengalami peningkatan sebesar 1,0% (yoy) dibandingkan dengan kuartal kedua 2018.

"Tingginya kenaikan pada klaim akhir kontrak menunjukkan, semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi dan berinvestasi dalam jangka panjang," jelas Wiroyo.

Baca juga: Kuartal II-2019, Pendapatan Asuransi Jiwa Tumbuh 31,9%

Selanjutnya, klaim kesehatan (medical) juga mengalami peningkatan 10,7% (yoy) menjadi Rp 5,22 triliun. Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya klaim kesehatan perorangan sebesar 5,0% (yoy) dan klaim kesehatan kumpulan sebesar 15,5% (yoy). Proporsi dari klaim medical adalah 56,4% dari produk asuransi kesehatan kumpulan dan 43,6% berasal dari produk asuransi kesehatan individu.

Sementara itu, total tertanggung di industri asuransi jiwa pada kuartal kedua 2019 meningkat 11,9% menjadi 59.589.285 orang dibandingkan periode sama tahun 2018 sebanyak 53.271.946 orang.

Ketua Bidang Operasional & Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin mengatakan, total tertanggung industri asuransi jiwa pada kuartal II-2019 naik 11,9% menjadi 59.589.285 orang dibandingkan periode yang sama 2018 sebanyak 53.271.946 orang.

"Meningkatnya jumlah tertanggung diakibatkan adanya peningkatan dari jumlah tertanggung kumpulan sebesar 16,1%, dan jumlah tertanggung perorangan sebesar 3,2% pada kuartal II 2019," ujar dia.

Pada kuartal II-2019, penetrasi asuransi jiwa yang dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk menunjukkan nilai 6,7%. Selama kuartal II-2017 sampai dengan kuartal kedua 2019, jumlah tertanggung mengalami kenaikan rata-rata sebesar 0,9%.

Freddy juga memaparkan, jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa berlisensi pada kuartal kedua 2019, mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 0,9% (yoy) menjadi 598.029 orang dibandingkan pada periode sebelumnya sebanyak 603.605 agen. Sebesar 90,8% dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan.

Dia juga merinci, kanal keagenan melambat 1,2% menjadi 543.034 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 549.354 orang, kanal bancassurance meningkat 2,2% menjadi 29.742 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 29.096 orang. Selain itu, saluran alternatif meningkat 0,4% menjadi 25.253 orang dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 25.145 orang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN