Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi asuransi: IST

Ilustrasi asuransi: IST

INSURANCE DAY KE-15

Asuransi Perlu Jaga Tata Kelola Agar Bisa Realisasikan Janji

Senin, 19 Oktober 2020 | 08:43 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi perlu menjaga tata kelola dengan baik, khususnya pada manajemen aset dan liabilitas. Hal itu ditujukan agar janji-janji kepada para pemegang polis bisa direalisasikan.

Di samping itu, kondisi krisis yang disebabkan pandemic Covid-19 saat ini bisa menjadi momentum bagi industri asuransi untuk kembali meraih kepercayaan masyarakat.

Statistik asuransiJanuari 2020-Agustus 2020
Statistik asuransiJanuari 2020-Agustus 2020

Hal itu terungkap dalam wawancara Investor Daily dengan Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Hastanto S M Widodo, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody AS Dalimunthe, Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Fauzi Arfan, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB)/ Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi, serta Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II OJK Kristianto Andi Handoko

Mereka mengemukakan hal itu secara terpisah di Jakarta, pekan lalu, sehubungan dengan perayaan hari perasuransian (Insurance Day) ke-15 yang jatuh pada Minggu (18/10).

Insurance Day pertama kali dideklarasikan pada konferensi anggota-anggota East Asian Insurance Congress (EAIC), pertengahan 2006 di Brunei Darussalam.

Kantor OJK/David Gita Rosa
Kantor OJK/David Gita Rosa

Berdasarkan data OJK, sampai September 2020 terdapat 134 perusahaan asuransi di Tanah Air, terbagi atas 54 perusahaan asuransi jiwa, 74 perusahaan asuransi umum, dan enam perusahaan reasuransi.

Dari jumlah itu, penetrasi asuransi stagnan di level 3,0%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Malaysia di level 3,7% dan Singapura sebesar 7,0%.

Perbandingan densitas dan penetrasi asuransi
Perbandingan densitas dan penetrasi asuransi

Dari sisi densitas atau pendapatan premi dibagi jumlah penduduk, densitas Indonesia tercatat Rp 1,77 juta, jauh lebih rendah dari Malaysia sebesar Rp 5,81 juta dan Singapura Rp 64,66 juta.

Sampai kuartal II-2020, asuransi jiwa mencatatkan penurunan premi cukup tajam hingga 8,2% secara tahunan (year on year/yoy) atau menajdi Rp 74,85 triliun.

Sedangkan kinerja premi asuransi umum terkoreksi 0,2% (yoy) menjadi Rp 18,63 triliun. Hasil investasi asuransi jiwa sampai kuartal II-2020 tercatat minus Rp 24,80 triliun.

Pendapatan premi dan pertumbuhan premi
Pendapatan premi dan pertumbuhan premi

Adapun asuransi umum membukukan hasil investasi Rp 1,77 triliun. Kondisi itu sejalan dengan kinerja pasar modal dan ekonomi makro sepanjang tahun ini. Meski nilai-nilai tersebut cenderung menurun, hasil investasi secara perlahan menunjukan perbaikan.

Seiring dengan itu, laba perusahaan asuransi pun terkoreksi cukup dalam. Laba bersih asuransi jiwa terkoreksi hingga 78,5% (yoy) menjadi Rp 899 miliar. Sedangkan laba bersih asuransi umum turun menjadi Rp 2,31 triliun atau terpangkas 11,9% (yoy). (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN