Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fintech. Foto ilustrasi: IST

Fintech. Foto ilustrasi: IST

Aturan Lembaga Penyelesaian Sengketa Fintech Segera Rampung

Nida Sahara, Rabu, 18 September 2019 | 08:16 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang memproses pembuatan aturan-aturan untuk lembaga penyelesaian sengketa industri financial technology (fintech). Aturan tersebut diharapkan segera terbentuk tahun ini.

"Aturan-aturannya masih proses, karena semua peraturan harus minta masukan dari stakeholder dan dari mana-mana. Kami minta masukan dulu, Insya Allah tahun ini bisa (rampung)," jelas Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara kepada Investor Daily ditemui di Jakarta, Senin (16/9).

Menurut Tirta, pihaknya perlu mendapat masukan dari berbagai pihak terkait aturan yang akan dibentuk untuk lembaga penyelesaian sengketa fintech. Pasalnya, fintech saat ini merupakan industri yang sedang berkembang pesat, dan perlu memiliki aturan terkait perlindungan konsumen.

"Jangan sampai aturan ini nanti sudah keluar tapi lalu direvisi, makanya masih proses dulu, mudah-mudahan bisa (cepat selesai). Karena kalau lembaganya sudah ada yang enam itu, tinggal aturan-aturan fintech yang sedang dalam proses," ungkap Tirta.

Dia mengungkapkan, OJK telah membentuk Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) di sektor jasa keuangan. Terdapat enam lembaga yang sudah terbentuk, yakni Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI), Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI), Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP).

Kemudian, Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI), Badan Arbitrase dan Mediasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (BAMPPI), serta Badan Mediasi Pembiayaan dan Pergadaian Indonesia (BMPPI).

Tirta menyebutkan, perlu adanya lembaga penyelesaian sengketa fintech akan dimasukkan dalam LAPS. Berhubung belum ada lembaga penyelesaian sengketa, maka saat ini jika ada konsumen yang ingin mengadukan fintech akan difasilitasi oleh OJK.

"Konsumen kalau masih mengadu lagi ke OJK, ada dua jalur yang bisa dimanfaatkan, pengadilan atau lembaga alternatif penyelesaian sengketa. Jadi akan ada khusus fintech, ini pilihan bagi konsumen yang mau adukan fintech bisa masuk di situ," terang Tirta.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA