Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BRI Agro, Ebeneser Girsang, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, CEO, Co-Founder Fabelio, Marshall Tegar Utoyo, Wakil Ketua Komite Kehutanan Kadin Indonesia, Imron Zuhri dan Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu dalam acara Literasi Keuangan dengan tema Transformasi Digital Di Sektor Agribisnis di Jakarta, Kamis (17/9/2020). Acara literasi keuangan ini diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 tahun yang bekerja sama dengan Majalah Investor. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Utama BRI Agro, Ebeneser Girsang, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, CEO, Co-Founder Fabelio, Marshall Tegar Utoyo, Wakil Ketua Komite Kehutanan Kadin Indonesia, Imron Zuhri dan Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu dalam acara Literasi Keuangan dengan tema Transformasi Digital Di Sektor Agribisnis di Jakarta, Kamis (17/9/2020). Acara literasi keuangan ini diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 tahun yang bekerja sama dengan Majalah Investor. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS HULU HINGGA HILIR

Bangun Ekosistem untuk Transformasi Digital Sektor Agribisnis

Senin, 21 September 2020 | 12:35 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah harus membangun ekosistem kolaboratif dengan berbagai pihak untuk mewujudkan transformasi digital yang mendorong produktivitas agribisnis, yang mencakup tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, hingga perikanan.

Sektor pertanian secara luas itu menunjukkan resiliensi di masa pandemi Covid-19, dengan masih mencatatkan pertumbuhan 2,19% secara year on year pada kuartal II-2020, di tengah ekonomi terkontraksi 5,32%.

Kontribusi produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian secara luas mencapai sekitar 15,46% (Rp 570 triliun) pada kuartal II-2020, dari total PDB nasional Rp 3.687,7 triliun.

Pegawai berada di kantor cabang BRI Agro, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi:  Investor Daily/David Gita Roza
Pegawai berada di kantor cabang BRI Agro, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusinya terbesar kedua setelah PDB industri pengolahan yang sekitar 19,87% (Rp 732,6 triliun), yang mengalami kontraksi 6,19% year on year periode yang sama.

Sektor pertanian ini juga menyerap paling banyak tenaga kerja di Indonesia, mencapai 29,04% dari total penduduk bekerja 131,03 juta pada Februari 2020.

Berikutnya adalah sektor perdagangan dan industri pengolahan, masing-masing 18,63% dan 14,09%.

Agar transformasi digital sektor agri bisnis tidak hanya menjadi slogan, pembentukan ekosistem harus dipercepat dengan tiga langkah. Pertama, membangun infrastruktur koneksi internet yang andal sehingga data petani, produksi, konsumen, hingga transaksi keuangan bisa terintegrasi.

Kedua, membangun infrastruktur pembayaran yang aman dan menjangkau kalangan lebih luas.

Ketiga, regulasi harus mendukung dan kondusif agar bisnis yang baru tumbuh seperti fintech jangan dibunuh, tetapi didorong berkolaborasi dengan perbankan, sektor lain terkait seperti asuransi, kelompok petani, hingga pemerintah.

Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.
Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.

Demikian rangkuman pendapat dalam acara Literasi Keuangan: Transformasi Digital di Sektor Agribisnis, yang diselenggarakan dalam rangka HUT PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (Bank BRI Agro) ke-31 tahun, bekerja sama dengan Majalah Investor dan media lain dalam BeritaSatu Media Holdings (BSMH). Pembicara dalam diskusi ini adalah Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang, Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi, CEO/Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo, dan Wakil Ketua Komite Tetap Kehutanan Kadin Indonesia Imron Zuhri.

Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu.

Ebeneser mengatakan, BRI Agro juga mendukung transformasi digital di sektor agribisnis untuk memperluas jangkauan dan memudahkan pelayanan kepada nasabah.

Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang
Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang

Potensi agribisnis di Indonesia masih sangat besar jika digarap dengan baik, dan digitalisasi dipastikan meningkatkan produktivitas agribisnis dari huluhingga hilir.

Ia mengatakan, sektor agribisnis merupakan salah satu dari lima sektor penyumbang terbesar PDB Indonesia, yang pada kuartal II tahun ini masih tumbuh positif di tengah ekonomi yang terkontraksi 5,32% akibat dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut mencerminkan sektor pertanian secara luas masih strategis apabila digarap dengan benar.

“BRI Agro pun telah memimpikan menjadi the best financial solution in agriculture with digital platform. Kami konsisten seperti pendiri kami yang fokus di agribisnis dalam pengertian secara umum, tidak terbatas pada pertanaman saja, tapi juga perhutanan, perikanan, hingga peternakan,” ujar Ebeneser.

Pertumbuhan agribisnis secara luas
Pertumbuhan agribisnis secara luas

Perseroan, lanjut Ebeneser, juga telah memiliki peta jalan (road map) untuk 2018-2023, meski tidak akan seagresif fintech yang dengan mudahnya meluncurkan suatu produk layanan digital. Pasalnya, sebagai bank memiliki banyak aturan yang harus dipatuhi, sehingga setiap membangun produk, model bisnis akan dimatangkan dulu hingga mitigasi risikonya._

Ia menuturkan, pada tahun 2018-2019, perseroan telah memperkuat bisnis tradisional melalui pengembangan kapasitas digital dan perluasan dana murah (CASA). Kemudian, mengembangkan sektor andalan agribisnis seperti komoditas kelapa sawit, tebu, beras, peternakan ayam, dan bisnis turunannya.

Kontribusi agribisnis secara luas terhadap PDB
Kontribusi agribisnis secara luas terhadap PDB

BRI Agro juga mulai menyiapkan market database dan menyusun risk scoring model.

“Pada tahun 2020-2021, perseroan fokus mengembangkan layanan-layanan terbaru bagi nasabah pada sektor andalan tersebut. Kemudian mengkaji dan menganalisis konsep ekosistem agrikultur digital, serta mengkaji dan menganalisis perusahaan yang berpotensi untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

Perseroan mulai membangun jaringan agen pemasar produk, dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain,” ucapnya.

Relevansi pertanian di berbagai negara
Relevansi pertanian di berbagai negara

Di tahun 2022-2023, BRI Agro akan meningkatkan portofolio pada sektor andalan dan mengembangkan solusi sektor spesifik untuk sektor peternakan dan perikanan.

Ke depan, perseroan juga mengembangkan platform digital agriculture ecosystem serta meningkatkan jaringan agen pemasar, dengan menambah kanal distribusi dan meningkatkan portofolio produk yang dijual oleh agen pemasar.

“Kemudian diatur jumlah kreditnya, nanti pelayanannya full digital atau parsial, itu kami atur, kami bangun komunitas, memanfaatkan ekosistem. Kami kerja sama dengan pihak ketiga, seperti Investree dan Fabelio,” ungkap Ebeneser.

Kolaborasi antara bank dan fintech
Kolaborasi antara bank dan fintech

Dengan langkah-langkah tersebut, lanjut dia, pada tahun 2023, BRI Agro bisa menjadi leading bank in agribusiness digital platform. Perseroan akan masuk mulai dari hulu hingga hilir dan sektor pendukungnya, seperti dari pre-upstream atau pengembangan budidaya, dukungan alat dan mesin pertanian, kebutuhan bahan baku pratanam, sampai ke downstream seperti kegiatan pemasaran ke pasar ritel, industri, atau bahkan ke pasar global.

“Kami lihat nanti akan menggarap yang mass market. Ini dengan membangun komunitas, supaya efisien dan transaksi bisa close system, sehingga semua bisa dapat manfaat dan keamanannya juga tinggi,” tuturnya. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN