Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Amar. Foto: Beritasatu.com

Bank Amar. Foto: Beritasatu.com

Bank Amar Pertahankan Budaya Kerja ala Startup

Minggu, 18 Oktober 2020 | 13:22 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Selain mengembangkan inovasi teknologi di dunia perbankan, PT Bank Amar Indonesia Tbk juga terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan produktivitas karyawan terutama di masa PSBB akibat pandemi Covid-19. Sejak mulai bertransformasi pada 2015, Bank Amar telah menerapkan budaya kerja yang unik dengan didasarkan pada pola pikir startup.

Presiden Direktur Bank Amar Vishal Tulsian mengatakan, setiap perusahaan memiliki budaya kerjanya masing-masing. Budaya kerja di Bank Amar merupakan gabungan dari budaya kerja perusahaan rintisan (startup) dan budaya kerja perusahaan atau organisasi besar. Menurut dia, pada umumnya sebuah perusahaan atau organisasi besar lebih fokus terhadap kesenjangan kinerja dan sudah memiliki standar tersendiri yang harus dipertahankan.

"Sedangkan di sini, yang menjadi fokus kami adalah kesenjangan (gap) peluang. Sederhananya, startup bukan hanya sekedar menjadi ‘tampilan’ atau ‘julukan’ saja, melainkan menjadi sebuah mindset atau pola pikir," kata Vishal dalam keterangannya, Minggu (18/10).

Untuk menciptakan dan mempertahankan pola pikir startup, perseroan telah mengambil langkah yang dimulai dari penerapan strategi, struktur organisasi, hak pengambilan keputusan, culture building blocks, kegiatan rutin, sesi pembinaan rutin, dan pemberian insentif untuk mendorong perilaku karyawan yang sejalan dengan tujuan perusahaan. Budaya kerja yang diterapkan tersebut juga diarahkan untuk membawa perubahan positif dalam hidup orang banyak dan mampu meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik lagi.

Hal ini sejalan dengan visinya yang berkomitmen memberikan senyum melalui akses keuangan kepada lebih dari 200 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2025. Pihaknya meyakini ketika SDM dapat berkembang, maka perusahaan juga akan semakin berkembang.

"Oleh karena itu, memastikan karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan menyenangkan dengan memastikan mereka selalu tersenyum di tempat kerja sama pentingnya juga dengan membuat nasabah tersenyum. Karena di balik setiap pengalaman nasabah yang baik selalu dimulai dengan senyuman," urai Vishal.

Head of People Function Bank Amar Ratna Julia mengatakan, saat ini, perseroan telah memiliki lebih dari 1.200 karyawan, 86% di antaranya adalah generasi milenial. Dinominasi generasi milenial yang dekat dengan dunia digital, merupakan suatu keuntungan karena sesuai dengan posisi Amar Bank sebagai Bank Digital.

"Oleh karena itu, dengan budaya kerja yang diterapkan perusahaan, diharapkan para karyawan yang didominasi generasi milenial dapat mendorong dirinya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan membangun karirnya serta impian masa depannya,” sambung Ratna.

Terdapat beberapa karakteristik yang dapat diunggulkan dari pola pikir startup, dua diantaranya adalah kemampuan untuk melakukan eksperimen dan berani mengambil resiko.

"Untuk mewujudkan pola pikir tersebut, Bank Amar memulai dengan membangun budaya perusahaan yang menyerupai startup. Selain mempekerjakan karyawan berusia 25-35 tahun dan menerapkan kantor terbuka (open office), kami juga mendorong karyawan untuk menghadapi tantangan dan mengambil risiko sebagai cara untuk berkembang,” pungkas Vishal.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN