×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Jateng. Foto logo: bankjateng.co.id

Bank Jateng. Foto logo: bankjateng.co.id

Bank Jateng Incar Peningkatan Pendapatan 100% dengan Jet FX

GR, Kamis, 11 April 2019 | 21:19 WIB

JAKARTA- Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) mengincar peningkatan volume transaksi valuta asing atau devisa menjadi US$ 5-6 juta per bulan pada tahun ini atau meningkat 100% dari 2018 yang US$ 2,5-3 juta, di antaranya dengan pengembangan aplikasi "Jet FX".

"Kami ingin terus mengedukaksi dengan platform (aplikasi) ini. Jika tahun lalu volume transaksi sekitar US$ 2,5-3 juta per bulan, tahun ini mudah-mudahan bisa US$ 5-6 juta per bulan," kata Direktur Keuangan Bank Jateng Dwi Agus Pramudya usai diskusi mengenai ekonomi digital yang diselenggarakan Refinitiv, bekerja sama dengan Perum LKBN Antara di Jakarta, Kamis.

Jet FX yang merupakan akronim dari Jateng Electronic Trading Foreign Exchange adalah aplikasi atau platform yang dikembangkan Bank Jateng bekerja sama dengan Refinitiv, untuk memfasilitasi transaksi valas (foreign exchange).

Jet FX yang bersifat seketika (real time), sehingga memudahkan proses transaksi valas antara kantor cabang perbankan yang berstatus bank devisa dengan kantor pusatnya.

"Bedanya sebelum ada Jet FX, nasabah harus datang ke cabang, enquiry (pemeriksaan) dulu, berapa kurs, valas, harus lapor ke pusat dulu. Dengan Jet FX semuanya itu mereka dapat layani secara real time," ujarnya.

Bank Jateng merupakan salah satu BPD yang memiliki fasilitas bank devisa. Agus mengatakan pada tahun ini terdapat rencana Jet FX untuk bisa dirilis sebagai aplikasi ponsel pintar.

Selain itu, kata Agus, BPD-BPD lain pun tertarik memiliki aplikasi serupa Jet FX agar dapat mengembangkan transaksi valasnya.

"Itu akan menjadi hal yang baik. Jet FX bisa juga dikembangkan BPD-BPD lain, tinggal dikustomisasi," ujar dia.

Menurut Agus, Jet FX dapat menjadi terobosan perbankan untuk memanfaatkan digitalisasi industri jasa keuangan.

Sebelumnya, dalam diskusi yang sama, Dirut LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengatakan upaya-upaya menghadapi tantangan dalam kondisi perekonomian dari global maupun domestik saat ini, merupakan keniscayaan yang harus disiapkan oleh pelaku industri jasa keuangan.

Oleh karena itu LKBN Antara sebagai kantor berita nasional, dan juga Refintiv, yang sebelumnya bernama Unit Bisnis dan Finansial Thomson Reuters menggelar diskusi yang dapat melahirkan inisiatif-inisiatif baru, guna menghadapi tantangan di ekonomi digital.

Sementara itu, Presiden Direktur Refinitiv Steve Dean mengatakan Indonesia dengan perkembangan instruktur yang masif, termasuk infrastruktur dalam industri keuangan digital memiliki pasar keuangan yang sangat menarik bagi pasar keuangan global.

"Ekonomi digital telah berkembang pesat di sini. Banyak riset menunjukkan nilai-nilai ekonomi digital akan berkontribusi baik terhadap perekonomian," ujar dia.  

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

Terkini

BCA Catat Laba Bersih Tumbuh 10,1% Rp 6,1 Triliun

Kamis, 25 April 2019 | 22:26 WIB

Wika Gedung Kantongi Lima Kontrak

Kamis, 25 April 2019 | 22:17 WIB