Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mandiri. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Bank Mandiri. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Bank Mandiri dan Jasindo Dukung ISN Kembangkan Tekstil

Thomas E Harefa, Minggu, 14 Juli 2019 | 18:55 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo, mendukung PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau ISN dalam penjualan dan perdagangan serta impor tekstil di Indonesia.

Berkaitan itu, tiga BUMN tersebut melakukan penandatanganan kerja sama mengenai pendanaan non cash loan (SKBDN dan L/C) di Jakarta, pada 12 Juli 2019. Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri memberikan plafon fasilitas pendanaan non cash loan bersifat revolving pada tahap awal sebesar Rp 100 miliar dengan Jasindo sebagai penjamin transaksi.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Direktur Utama ISN Agus Hendardi, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar, dan Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L Tobing. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro; dan Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Keuangan Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

“Hari ini menjadi sejarah baru bagi ISN. Kondisi ISN saat ini berbeda dengan yang dulu. Sekarang muncul optimisme baru dari para direksi ISN untuk terus berbenah,” ujar Gatot dalam siaran pers yang diterima Investor Daily.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan kegiatan bisnis ISN dalam penjualan dan perdagangan serta impor tekstil di Indonesia. Diharapkan dapat meningkatkan turn over penjualan ISN hingga 4-6 kali per tahun, serta memperkuat struktur modal kerja.

“Pada akhirnya hal ini dapat meningkatkan daya saing ISN di pasar domestik maupun regional. Ke depan kami masih punya competitive advantage dengan Eropa dan masih bersaing dengan Vietnam,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Alexandra Askandar mengatakan industri tekstil ini merupakan salah satu portofolio besar dari perbankan. Terbukti, pada kuartal I-2019, produksi tekstil tumbuh 19% lebih tinggi dibandingkan industri manufaktur.
“Momen positif ini membuat Bank Mandiri siap mendukung pengembangan bisnis dari ISN,” jelas Alexandra.

Sementara itu, Agus Hendardi mengatakan kerja sama ini merupakan anugerah untuk perseroan. Selain menambah sisi permodalan, kerja sama tersebut membuka ISN untuk ekspansi bisnis di industri tekstil. Menurut dia, industri tekstil saat ini memiliki pasar yang luas.

“Kapitalisasi yang didapat ISN sekarang ini, risikonya lebih rendah. Dengan demikian, perputaran keuangannya lebih bagus. Efeknya, keberlanjutan dalam bisnis sandang ini lebih bagus,” kata Agus.

Tahun 2018, ISN telah memperoleh pendanaan dari sinergi BUMN, yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perum Jaminan Kredit Indonesia, dan PT Danareksa (Persero).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA