Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Royke Tumilaar (tiga dari kiri) bersama jajaran manajemen. Foto: UTHAN A RACHIM

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Royke Tumilaar (tiga dari kiri) bersama jajaran manajemen. Foto: UTHAN A RACHIM

Bank Mandiri Tingkatkan Penetrasi Kredit Setelah PSBB Dilonggarkan

Kamis, 2 Juli 2020 | 08:15 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor. id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk siap meningkatkan penetrasi kredit setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah dilonggarkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Penetrasi kredit Bank Mandiri bakal didukung dana Rp 10 triliun yang ditempatkan pemerintah di bank tersebut, dari total Rp 30 triliun dana yang ditempatkan pemerintah di bank-bank BUMN.

“Pelonggaran dari kepala daerah men-trigger kami untuk penetrasi ke depan. Perdagangan dan hotel menjadi prioritas kami," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar usai pertemuan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (1/7).

Royke Tumilaar menjelaskan, perseroan memiliki bisnis inti pada segmen korporasi. Namun, bukan berarti Bank Mandiri tidak menyalurkan kredit ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan adanya penempatan dana Rp 10 triliun dari pemerintah, perseroan akan memberikan kredit ke sektor riil.

Dia menambahkan, Bank Mandiri  tahun ini merevisi rencana bisnis bank (RBB), khususnya untuk pertumbuhan kredit. Pasalnya, target awal sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

"Revisi, kami coba untuk positif pertumbuhannya pada tahun ini, besarnya saya tidak mau muluk-muluk, 1% sampai 2% saja sudah bagus," tandas dia.

Pada awal 2020, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit 8-10% (yoy) tahun ini. Sedangkan pertumbuhan kredit pada 2019 mencapai 10,65% (yoy).

Usaha Produktif

Berdasarkan data yang dipublikasikan pemerintah, Bank Mandiri diarahkan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional melalui penyaluran dana pemerintah dalam bentuk pemberian kredit.

Dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif sektor riil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Dana itu juga dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan, serta mendukung sistem logistik nasional.

Berdasarkan alokasi per segmen, kredit segmen mikro dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 6 triliun, segmen mikro-KSM sebesar Rp 1 triliun, segmen UKM sebesar Rp 6 triliun, komersial Rp 4 triliun dan korporasi Rp 4 triliun.

“Total penyalurannya mencapai Rp 21 triliun dalam tiga bulan dan akan meningkat hingga akhir tahun. Sampai Desember, kalau tidak ada perubahan, bisa sampai Rp 40 triliun lebih," papar Royke.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN